Feeds:
Tulisan
Komentar

Hari-hari ini cukup melelahkan untuk saya. Berat, menyedot tenaga, dan kadang melemahkan jiwa. Lalu apa  saja biang masalahnya? Hmm. Sebenarnya tidak banyak kalau dipikir-pikir. Tidak terlalu rumit dan pasti bisa dipecahkan juga. Namun entah kenapa semua hal tampak menghimpit manusia  ini.

.

Seperti otot yang sedang ingin dibentuk dan sebuah gedung yang ingin direnovasi dan diperbesar, pasti banyak ketidaknyamanan yang timbul. Seperti otot bisep yang mengeras dan menyimpan banyak asam laktat dan membutuhkan waktu untuk terurai. Otot dalam kondisi ini akan menyimbulkan rasa tidak nyaman, sakit, dan canggung untuk digerakkan (mungkin kondisi ini cukup familiar bagi orang yang suka fitness). Atau seperti berisiknya, berdebunya, tidak nyamannya sebuah ruangan yang sedang direnovasi untuk diperbesar dan dibangun lebih megah. Seperti itulah hal yang saya percayai sedang terjadi dalam hidup saya. Singkatnya saya percaya kapasitas saya sedang diperbesar. Dibangun untuk apa yang perlu dibangun, dihancurkan untuk apa yang perlu dihancurkan.

.

Secara singkat ada beberapa latihan fitness yang membuat otot-otot ini mengencang, mengeras, dan membuat sekujur tubuh tidak nyaman. Yang pertama urusan sekolah. Bagian satu ini cukup menguras (baca : sangat) tenaga saya. Bekerja dari pukul 6.40 – 16.30, menjadi seorang pribadi yang harus mengajar, mengatur, dan terus berdiri di depan 13 orang setiap harinya. “In the most-exhausted-job list , being teacher sits in the secind rank after being mother” said Miss Memey.  Yup! Its tiring! Sering sekali kalau saya pulang dari sekolah, badan ini udah pengen cepet-cepet aja menemukan pembaringannya. I want to sleep until sun rises tomorrow morning!

.

Ini tahun pertama saya menjadi guru, tentu banyak hal yang memang saya harus belajar banyak. Mengatur sebuah kelas dengan siswa-siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang berbeda  dan tingkat kedewasaan yang berbeda menjadi satu tantangan yang besar buat saya. Boleh dikatakan  dari orok saya cukup terbiasa dengan komunitas orang-orang yang mempunyai tingkat intelegensi di atas rata-rata, berangkat dari sebuah smp favorit hingga kelas akselerasi di sma, sampai akhirnya saya masuk di sebuah jurusan dengan passing grade tertinggi (waktu itu) di universitas yang mengutamakan berapa banyak simpul yang ada di sebuah organ di dalam tengkorak manusia. DI gereja pun saya menjadi leader untuk orang-orang yang paling tidak bisa mengerti konsep biner dan heksadesimal dalam waktu 10 menit (lebay! Akakaka). Karena latar belakang ini saya cukup ‘tidak terbiasa’ ( baca : kikuk/jengah/ga sabar) dengan beberapa siswa yang (boleh dikatakan) kurang berminat dengan ilmu eksakta dan kurang bisa menangkap pelajaran dengan cepat.

.

Karena sekolah ini hanya mempunyai jurusan science, maka semua murid entah apakah ia lebih tertarik ke dunia art/ social mereka tetap harus belajar matematika dengan standar cukup tinggi. Tentu hal ini tidak mudah untuk saya sebagai seorang guru matematika (baru pula!), padahal sekolah menginginkan ‘mastery’ buat setiap muridnya atau dengan kata lain setiap siswa harus menguasai  semua materi ajarnya. Bayangkan saja saya harus mengajar augmented matrices (yang notabene baru diajarkan ke saya di mata kuliah matematika vector) buat beberapa murid yang mungkin memang lebih cocok untuk masuk jurusan social . Atau mengajarkan transformasi fungsi cosecant buat murid yang (sekali lagi) memang tidak akan maksimal di jurusan science dan lebih berbakat untuk menggambar manga dibanding dengan harus dipaksa menggambar kurva naik turun laiknya fungsi cosinus (Draw a graph of y = -3 + 2 sec 9 (x + 2)  find the phase displacement, period, and the concave up parts! hayo siapa yang masih inget? =p).

.

Tantangan lain timbul dari sisi personal menjadi seorang guru. Menjadi guru berarti harus pandai memilah-milah mana persoalan yang harus dianggap personal dan mana yang harus diabaikan. Kalau ada murid-murid yang bertingkah ‘kurang dewasa’ , seorang guru harus tidak mudah tersinggung, tidak terlalu dianggap personal, walau harus tetap mengingatkan dan meng-encourage anak-anak ini untuk berlaku lebih baik lagi.  Ada satu guru yang pernah bilang ke saya “Rasanya pengen keluar saja, pengen berhenti mengajar. Tapi ya udah, they are still kids!”.

.

Saya dan kak Pican (Mr. Chandra) berasal dari gereja yang sama, komunitas yang sama. Sebuah komunitas yang sangat terbiasa untuk saling menajamkan satu sama lain. Terbiasa mengingatkan diingatkan, mementor-dimentor, membapai-dibapai oleh orang-orang yang berharga di sekelilingi kami. Kami terbiasa tidak bisa tinggal diam ketika melihat sesuatu hal yang kami anggap kurang baik, namun juga diajar untuk merespon segala sesuatu dengan benar dan apropriate. Terbiasa untuk belajar berfokus pada orang lain  Masalahnya ketika makin lama mengajar murid-murid ini, bertemu hampir setiap hari, kami mulai secara tidak sadar menganggap orang-orang ini sebagai ‘important people’ kami. Dan ketika kami menganggap orang-orang ini sebagai ‘important people’ kami, secara tidak sadar (lagi!), saya sering menganggap mereka seperti orang-orang di komunitas kami, anak-anak rohani kami.  Hal ini baik di satu sisi namun cukup fatal di sisi lain jika  kami tidak berhati hati dan bijaksana.

.

Mengapa bisa menjadi fatal? Karena hal ini bisa menghasilkan ekspetasi yang berlebihan dan kekecewaan. Anak-anak ini adalah remaja berumur 14-18 tahun, mereka bukanlah anak-anak rohani saya (kami) yang biasa kami layani di ITB, orang-orang yang bisa dikatakan telah hidup di bumi ini lebih lama beberapa tahun dibandingkan murid-murid ini. Mereka (murid-murid) ini bukanlah seperti anak-anak rohani kami (walau kadang menyebalkan) yang sudah lebih dewasa, sudah lebih bisa merespon dengan baik, sudah lebih pulih gambar dirinya, dan ‘sudah lebih’-‘sudah lebih’ yang lain.

.

Tampak tidak adil untuk membandingkan dua kelompok orang di level kehidupan yang berbeda. Mungkin waktu sma si Hansel juga masih buang sembarangan, mungkin waktu sma si Ronald juga masih suka ngomong ‘anj*ng-stup*d-anjr*t-dan sebangsanya’, mungkin waktu sma si Chandra juga masih sangat berfokus pada diri sendirinya, mungkin waktu sma si Christopher juga suka ngelakuin hal-hal yang ga sadar cukup tidak appropriate di depan guru2nya, Mungkin waktu sma si Christian belum bisa menghargai otoritas di atasnya. Mungkin mungkin mungkin. So kesimpulannya saya tidak bisa memaksakan standar yang biasa (secara otomatis) saya pakai untuk anak-anak rohani kami kepada mereka. Seperti sama tidak adilnya ketika mama saya mencoba untuk memaksakan kedewasaan saya dan pengalaman saya sama dengan kakak tertua saya yang sudah 11 tahun lebih cepat keluar dari rahim mama saya, saya yakin mama saya lebih mempunyai banyak kelonggaran dan pengertian dalam berurusan dengan polah tingkah saya.

.

Sebagai contoh minggu kemarin ada sebuah kejadian cukup ‘lucu’. Seorang murid karena mungkin sedang sangat lelah dan labil emosinya menulis pesan yang kurang (sangat) tidak apropriate untuk dikirimkan ke gurunya. Kalau kejadian ini terdengar di telinga saya dan dilakukan salah satu anak rohani saya atau anak komsel di area saya, pasti seketika itu saya bisa langsung menghubunginya, mengajar dengan keras atas perbuatan impolite ini. Tapi keadaannya berbeda jauh, mereka (murid-murid ini) masih  baru ( atau sudah) akan beranjak dewasa, sebagian sudah, sebagian lain belum dan lagipula tampaknya saldo saya di ‘love bank’ mereka belum banyak, so saya tidak bisa begitu saja ‘memakai rotan’ kepada mereka.

.

Tapi overall mereka orang-orang yang cukup menyenangkan, punya attitude dan aptitude yang bagus (kecuali yang masih belum tentunya..hehe), bisa diharapkan menjadi seorang pemimpin yang punya karakter dan kharisma, dan maksimal di bidangnya masing-masing. I pray that they will find their visions quickly sehingga Sang Kokoh bisa segera menghancurkan setiap pride dan rasa berharga yang salah yang mungkin ada di dalam diri mereka. I think I begin to love them in somehow. Hehe

.

Hal terakhir yang menjadi tantangan saya di sekolah tidak lain tentu saja hal-hal teknis. Bagaimana membuat lesson plan, year-long planning, dan grade report. Membuat soal ujian, rencana alur pembelajaran,  dan terutama kesulitannya adalah untuk mentransfer ilmu dari dalam tempurung tengkorak ini. Mengajar berbeda dengan belajar, untuk mengerti sebuah chapter circular function dari buku pre calculus mungkin bisa saya lakukan sambil boker (hiperbola-sombong-angkuh-akakakka) tapi untuk mengajar 13 orang yang kadang tidak ingat nilai sinus 60 derajad……sungguh melelahkan! Apalagi mengajar dalam bahasa Inggris tidaklah semudah yang dibayangkan, untuk me-translate sebuah kalimat “ satu cycle adalah satu bagian fungsi dimana bagian ini akan berulang terus dalam sebuah fungsi trigonometri”  ke dalam bahasa Inggris dalam hitungan detik, bagi saya…cukup menantang dan sulit! Hehehe. Hal teknis lainnya adalah bagaimana mentransfer ilmu ke murid-murid yang kurang tertarik dengan ilmu eksakta dan bosan dengan pelajaran yang hanya berisi fungi, angka, dan simbol (Sir! Why we should study these graphs? What for?). Terakhir akhir-akhir ini saya cukup berkonflik (tidak secara terbuka tentunya) dengan seorang guru. Hahahah. Cukup menyebalkan dan saya tetap harus belajar merespon dengan benar, dan menghargai Mr. Public Enemy satu ini. Comon El!

.

Enough untuk curcol tentang sekolah, kali ini beban kedua and ketiga akan dikemukakan dengan singkat padat dan tidak jelas. Hehe . Hal kedua tidak lain tidak bukan my honey bunny my beloved one……… TA!!!! Akakakka Tugas Akhiiiiiiiiiiiiiiiiir ku yang terbengkalai karena kesibukan nomor satu di atas. Bertemu dengan dosen tiap hari kamis, mencoba untuk membuat dan menulis, pyuh! Yep! Laiknya latihan treadmill 2 jam sekali pertemuan. Otot kaki bakal teriak-teriak keesokan harinya. Tapi saya harus menang euy buat satu hal ini. Harus cepat-cepat sebelum sekolah masuk semester kedua atau kehidupan saya akan penuh dengan ketidakstabilan dan kelelahan jiwa yang kronis.

.

Hal ketiga tidak lain tidak bukan tentu saja pelayanan saya. Beberapa waktu yang lalu saya sempet terpikir untuk mundur dari menjadi seorang leader di area ITB. Ada beberapa pertimbangan, seperti saya harus mengurus TA dan pekerjaan saya lebih maksimal, dsb. Hal ketiga ini juga salah satu bagian yang menyedot resources saya. Menjadi bapa rohani buat 8 anak, dan cucu-cucu berarti harus meluangkan waktu untuk mereka. Ikut berpikir untuk pergerakan, ikut ngerayain ulang tahun, ikut komsel, dsb. Walau hal-hal ini menyenangkan tidak bia dinafikan juga akan mengambil jatah waktu, pikiran, dana, dan tenaga kita. Sebagai contoh minggu ini harus nyiapin bicara di retret encounter lagi, so berarti hari jumat pulang dari sekolah saya harus kumpulin en susun bahan. It means waktu dan pikiran yang harus dibayar lagi. Tapi untuk bagian ini saya ga bisa berhenti. Entah kenapa. Walau terkadang sakit, tapi di tempat inilah saya bertumbuh dan bisa menjadi seperti sekarang ini. Terinspirasi oleh orang-orang yang telah menginvestasikan waktu, tenaga, dana, dan pikirannya buat saya. Tempat gratis untuk menghancurkan pride saya, dan memberi rasa berharga yang sehat. Tempat dimana saya menemukan Si penenun sel  saya dan bertumbuh mengenalnya.

.

Yep, cukup curcol saya. Hari-hari ini semua orang tampak hectic, anak-anak kampus pada ujian tengah semester, panitia enc sibuk nyiapin encounter, sibuk follow up, sibuk kerja, sibuk nge-prospek orang (loh?), sibuk nge-TA, sibuk ngurus anak, sibuk nganterin anak ke sekolah pertama, sibuk nyari tulang rusuk (loh? Lagi) tapi saya percaya akan selalu ada waktu untuk beristirahat. Take a rest, seperti saya yang bisa menghabiskan 2 jam untuk menulis tulisan-tidak-penting-ini demi menjaga kestabilan ion-ion di simpul otak saya. C’mon if u need a rest or a break just take a break for a moment. It will make u better.

.

Nb : kenapa judulnya “ Otot yang dibentuk di tempat fitness yang ‘mewah’ “  hayo? Kenapa pakai kata ‘mewah’ hayo? Tunggu postingan saya selanjutnya (baca : tunggu waktu si Yoel stres lagi).. hehe

Genap tiga minggu gw jadi guru di CBCS, cukup excited walo masih harus banyak belajar. Lucu banget ketika masuk dalam suasana yang baru, campuran suasana profesional kerja sebagai guru dan dinamika pergaulan teenagers.
.

Di dalam dunia profesional gw belajar banyak hal baru. Yang paling simpel adalah masalah tanggung jawab. Dulu waktu masih full kuliah kalo pagi hari mata ini susah ngebuka buat kuliah pak Husni jam 7 pagi, then simply gw bisa tinggal bolos kuliah. Dengan pertimbangan kalo gw bisa kejar belajar materinya sendiri, intinya yg penting bisa ngerjain ujian mata kuliah itu nantinya. Waktu ini gw cuman bertanggung jawab ama diri gw sendiri, ama bonyok, and konsekuensi atas kesalahan gw ya ke gw. Kalo gw banyak bolos yah paling absennya banyak, bisa ga nyambung ama yg diomongin dosen, paling banter malangnya dpt nilai jelek buat sebuah mata kuliah. Sekarang? Ga bisa…. akakakka.

.

Berkali2 setiap pagi gw males bgt bangun, pengen tidur lagi. Tapi skrg kondisinya lain, gw ga bisa dengan begitu gampangnya bolos. Mungkin konsekuensi secara fisik yang paling keliatan ya gajinya dipotong, yg mgkn ga tlalu kerasa gimana buat gw saat ini. Tapi konsekuensi moral yg paling ga enak, image dari pekerja yg lain, beban pekerjaan yang dobel keesokan harinya, trus ga lucu juga kan kalo ditanyain murid “where were you yesterday sir?”, “Sleep at my room guys, Couldn’t open my eyes”. Intinya ada sebuah bentuk tanggung jawab lain yang harus diterima ketika kita bekerja. Ada beberapa stake holders yang harus dihadapi mulai dari HRD Department, Head of School, Coordinators, Another teachers, Students, the student’s parents, urself and ur family. They are a long list if u compare it with ur stakeholders list in college. Only three that important, they are : Diri sendiri, orang tua, dan selembar kertas berisi angka IPK.

.

Situasi kedua adalah dinamikan pergaulan anak muda. Karena sejak awal gw tinggal di komunitas youth church so sebenarnya cukup akrab dengan situasi ini. Mungkin yang agak canggung ketika bersama anak 7-9th grade. They are still in junior high school, akakak. Untungnya gw cmn ngajar anak kelas 10 and 11 so lebih nyaman lah buat gw.

Menurut gw cukup asik buat bernostalgia melihat fase ini. Umur-umur segitu identik dengan masa-masa mencari identitas diri. Masa-masa dimana afirmasi, acceptance, dan pandangan orang lain menjadi sebuah hal yang sangat berharga. Entah seperti apa image yang berusaha ditampilkan anak-anak ini, mulai dari cool, cuek, asik, gaul, gaya, diem, introvert, extrovert, etc, gw percaya deep inside their hearts mereka sedang mencari kepenuhan atau keutuhan gambar dirinya.

.

Secara spesifik anak kelas 10 didominasi anak-anak cowok, more than half of them are boys. Menurut fakta secara umum, anak-anak wanita selalu tumbuh lebih dewasa ketimbang para pria, kalo melihat mereka mungkin fakta ini ada dasarnya juga, hehehe. Ketika anak-anak cewek sudah berbincang tentang lawan jenis, how to make urself atractive, anak-anak cowok masih berbincang seputar hobi dan kawan2nya. Tapi mungkin gw cuman prejudis karna belon terlalu deket dengan mereka. Sebenernya cuman ada 8 cowok di kelas 10 ini. 8 cowok dengan 3 “alpha-species”, 3 spesies dominan ini berebut pengaruh dengan sisa anggota koloninya.

.

3 dominan, 2 intim, 2 stabil, 1 cermat. Kombinasi ini cukup lucu karena jumlah orng dominan lebih banyak dibanding yang non-dominan. SO area pertempuran para “alpha species” ini menjadi cukup menegangkan urat saraf (hiperbol! Akakka). Dan kalau gw amati, hasil akhirnya cukup lucu, 2 alpha species bisa berkoloni, saling menjaga perasaan dan daerah kekuasaan layaknya oligarki. 1 alpha species yang tersisa terpaksa bertahan tanpa koloni sambil terus berharap dan membangun benteng pertahanannya. 2 intim jelas mendekat pada para alpha species mencari lahan untuk menyebar pengaruh walau tanpa nafsu memimpin (“asalkan gw hepi apa artinya area kekuasaan”) . Fakta yang lebih menarik 1 cermat dan 1 stabil justru membuat koloninya sendiri walau terkadang siap sedia untuk langsung bergabung dengan koloni yang lebih besar ketika dibutuhkan. 1 stabil yang tersisa masih menunggu waktu yang tepat untuk menancapkan tempat bertumbuhnya, memilih mana tempat plg subur untuk bergantung dan menjadi orang kedua.

.

Sedangkan pada koloni cewek lebih mudah diamati, mereka cmn terdiri 5 org dalam 3 koloni kecil dengan tipikal persahabatan cewek yang intim dan memakai perasaan. Tebakkan gw tipikal mereka 3 dominan dan 2 cermat. Sedih banget, ga ada intim ga ada stabil, akakak. Tapi mgkn krn cewek jadi masih bisa bertahan. Eheheh

.

aaah, gw jadi nulis ga jelas gini, yah lain kali gw coba buat menulis yang lebih menarik and terstruktur.

Sudah 4 tahun saya bertumbuh di The Bridge. Salah satu karateristik unik dari The Bridge adalah aktivitasnya yang sangat padat (kalau tidak mau dibilang banyak). Coba hitung saja berapa kegiatan komsel rutin setiap minggunya. Mulai dari doa jemaat, pertemuan tim inti komsel, komsel, doa pagi, PA ke bawah, PA ke atas, dan ibadah hari minggu. Belum juga Anda masih tergabung dalam kepanitiaan temporer (aka Encounter, Gathering, Outreach , dsb) dan Pelayanan aka Creative Team. Cukup padat….Padat seh.

Aktivitas-aktivitas di atas cukup bisa menarik kapasitas seseorang hingga kesakitan dan terus bertumbuh menjadi kuat bak otot yang dilatih di tempat fitness (trust me!). Namun dalam 4 tahun ini saya punya pengalaman yang bisa menjadi blunder dalam kondisi diatas, yaitu ketika aktivitas seremonial sudah dianggap menjadi hubungan ‘intim’. Apa maksudnya? Lets hear my story

Tujuan tertinggi seorang manusia sejatinya adalah hubungannya yang intim dengan Penciptanya. Hubungan ini membuahkan banyak hal mulai dari visi, hati, belas kasihan, hingga kerelaan. Jadi lajur yang benar harusnya adalah Hubungan Intim menumbuhkan kerelaan dan gairah akan aktivitas seremonial (baca: Komsel, Services, dsb). Namun terkadang yang terjadi justru kebalikan. Aktivitas seremonial membuat kita merasa sudah mempunyai hubungan intim dengan sang Kokoh.

Sebagai contoh ketika dalam seminggu seseorang (baca : saya) sudah kecapekan pelayanan, penjangkauan, komsel, dsb ia merasa sudah mempunyai hubungan yang Intim dengan sang Kokoh. Padahal Sang Kokoh menunggu di depan kamar kostannya hanya untuk sedikit berbincang dan memberikan hatiNya. Terkadang tanpa sadar karena Ia selalu dikelilingi oleh komunitas The Bridge, ikut pelayanan, ikut ini itu, Ia jadi merasa bahwa Ia sudah fine-fine saja, sudah mendirikan bangunan di atas dasar yang kokoh. Padahal tidak sadar Ia hanya membangun apartemen dengan pondasi rumah kayu, one day it will disappear in one moment.

Tidak jarang bahkan sering dalam aktivitas seremonial yg kita lakukan kita bisa menemukan Sang Kokoh. Namun hubungan yang intim dan pribadi tidak boleh digantikan dengan apapun. Status dan Jabatan dan Tugas Pelayanan dan Tugas Kepanitiaan tidak boleh sejengkal pun merenggut waktumu dengan Sang Kokoh. Lebih baik Anda menjadi seorang anak dengan satu pelayanan dan satu anak rohani tapi melekat dengan pokok Anggur daripada Anda punya 10 anak rohani, selalu mengikuti pelayanan Pastor kemana-mana, terkenal dipanggung rohani, sibuk ini itu tapi hanya membaca firman seminggu tiga kali. Di komsel, doa jemaat, dan gereja. Berdoa juga 25 kali seminggu, 21 kali doa makan, 1 x doa jemaat, 1 x komsel, 1 x Sunday service.

Alkisah gw baru balik dari bandung, naek kereta 8 jam and nyampe di solo sekitar pukul 5.30 WIB di stasiun Balapan. Udara solo masih dingin dan gw terancam pulang sendiri karena gw bilang ke supir buat jemput jam 7. Pilihannya cuman 3 : Mau telpon papa mama, naek taxi, ato naek becak. Orang yang mengenal saya pasti tahu saya pilih yang mana. Yup! Saya pilih naek becak. Lebih santai, lebih menarik, lebih asik, hehehehe.

Di dalam perjalanan iseng-iseng saya bercakap-cakap dengan si tukang becak. Mulai dari penampilan kota solo yang lebih baik hingga pemilu. Berikut sepenggal percakapan saya dengan si mang becak (diterjemahkan di beberapa bagian dalam bahasa Indonesia).

Yoel : Nyoblos apa nanti pak?
Mang Becak sebut saja kumbang : Wah belom tau nanti tinggal tunggu kode dari pak RT. Sekarang namanya sudah bukan nyoblos lagi mas, tapi nyontreng, capresnya ga mau dicoblos. Hahahahaa
Yoel : Hahahahahha, emank tunggu kode gimana pak?
Kumbang : Ya nanti dikasi tau dari pak RT harus milih siapa?
Yoel : Oh gitu pak, kalo pemilu yg kemaren emank nyoblos sapa pak?
Kumbang : “partai biru pacitan” mas
Yoel : Kenapa pak? Bukannya solo banyak PD*P ya pak?
Kumbang : Wah itu juga dpt kode dr RT
Yoel : Loh emank gmn caranya pak?
Kumbang : Ya di RT saya sudah ditentuin siapa nyoblos siapa, diarahin keempat partai mas, Partai kambing jantan,Biru pacitant, putih sorban,sama kuning karya. Ya yang ngasih paling banyak dikasi suara paling banyak. Sudah diatur semua, kita tinggal ikut.
Yoel : oo, gt pak. Emank dikasi brp pak?
Kumbang: 20rb mas seorang. Jadi kalau sekeluarga yang bisa milih 5 orang ya untung mas, bisa dpt 100rb
Yoel: wah itung2 buat nambah2 ya pak
Kumbang: Iya mas, lumayan

Nb : nama partai sengaja diplesetkan -dirahasiakan- drpd sya dituntut kena UU ITE,akaka)

Pyuh! Yah mau bilang apa lagi. Mau protes juga gimana. Orang memank banyak ‘wong cilik’ yang buat makan aja mikir mana dipikirin idealisme demokratis. So ayo anak muda, pilpres nanti jangan sampai golput. Tetap optimis untuk Indonesia!! Lebih baik berpartisipasi drpd pikiran kritis tapi hanya bs terus mengutuk negaranya sendiri!

Btw : pada pilih siapa neh? hehehehhehe

Pyuh..setelah berpikir selama beberapa hari akhirnya saya mengambil keputusan.

Yup! I will try to become teacher for this year. Hehe. Ga tau taon2 ke depannya. Tapi gw tanda tangan kontrak buat satu tahun ajar.

Jadi ceritanya, dari seorang teman gw diajak untuk meng-apply menjadi guru di sebuah sekolah di bandung. Nama sekolahnya Cahaya Bangsa Classical School (www.cahayabangsa.org)sebuah sekolah national plus di bilangan kota baru parahyangan Bandung. Pertamanya cukup banyak pertimbangan yang ada di benak gw. Yang cukup membuat bingung antara mengambil kesempatan ini atau melepasnya.

Suara yang menolak biasanya dikarenakan oleh alasan-alasan berikut :

  1. Mengapa harus  menjadi guru?

Ha8x, yup! Mengapa harus menjadi guru, kan masih banyak profesi lain yang bisa diambil, yang bisa lebih menguntungkan dari segi profit maupun pengalaman dan proud.

2. Ngapain susah2 kuliah di Informatika ITB tapi jadi guru? Ga mau ke perusahaan keren-multinasional-dengan-tunjangan-gede?

Even salah seorang yang saya temui di sekolah tersebut menanyakan hal ini. “Kamu serius mau jadi guru? Bukannya orang ITB biasanya masuk chevon, astra, freeport, dsb, dll, dst, etc” Huaaaaaaaaaaaaaaa.saya bingung kalo jawab ini. Iya seh kadang gw pikir kalo beberapa bulan lagi gw berbincang ama temen gw “Hei pa kabar el kerja dimana skrg?” “Di sekolah..hehe.jadi guru, lu dimana?” “Di microsoft gw, tau si X ga? Dia kerja di IBM Singapore lo.gajinya udah 7 koma, gila ga..” — gw harus jawab apa? Akakkakaka

3. Tugas akhir kan belon selesai? Bisa ga bagi waktu ntar kalo udah kerja full time?

Nyokap seh yang bilang ini, katanya ayo selesain TA-nya dulu,mengingat TA gw baru setengah jalan n masih harus sidang.

Huaaaaaaaaaa…cukup bingung saya mendengar suara2 itu. Tapi akhirnya gw ambil kesempatan buat jadi guru itu.. heheh.. dengan beberapa pertimbangan berikut

  1. Dari dulu gw pengen jadi guru!!!

Hahahhaha..masak kesempatan udah di depan mata gw tolak. Terserah apa kata orang but for this time I know that I will pay the price for that heart.

2. Gw masih mau ngelanjutin S2

Jarang ada perusahaan yang menyediakan kontrak kerja kurang dari satu tahun. Terutama perusahaan2 keren-multinasional-dengan-tunjangan-gede itu. Biasanya minimal 2 tahun. Secara  gw masih pengen ngelanjutin S2, takutnya kalo gw terikat kontrak n udah tergiur dengan gajinya, bisa2 ga ada niatan buat nglanjutin S2 lagi, sesuai dengan amanah dari bonyok. Setahun di bandung ini bakal gw pakai buat sambil kerja sambil apply2 beasiswa n siapin segala macam persyaratannya.

3. I can improve my english in the school!

Yup, I must teach in English! And maaaan! That is hard for me! Grammar, writing, and reading in English is easy for me but not in speaking. My javanese accent and my style of speaking (that is very fast-even in Indonesian) make my speaking skill in English bad. FYI, waktu demo teaching gw kacau abis. Akakkaka.. I’m too confident for my communication skill. Tapi ketika medianya harus bahasa Inggris, gw udah kaya anak sma disuruh presentasi-very bad! (gw menyebut y axis sebagai ‘ye axis’ bukan ‘wai axis’..akakkaka). Hahahha.but thanx to God for His Grace I could pass the demo teaching class. C’mon el! Harus banyak belajar ngomong lebih pelan lagi. ehhehe

4. It will be a great experience for me!

Become tecaher!! Gee!!! They will call me Mr. Yoel! Isn’t that cool? Gyahhahahhah

Yup I believe hat God will show me many things for this new world.

Yep. Jadi mulai tgl 21 Juli ini gw bakal mulai ke sekolah itu. Gw bakal ngajar matematika, and mungkin komputer skill buat anak kelas 11 and 12. Senin ampe Jumat jam 7.00-15.45. Kecuali hari Kamis, hehehe. Kepseknya baek bgt, gw dikasi off buat harI Kamis buat ngerjain TA gw. Hehehhehe

Hari Rabu kmrn udah ngukur seragam and sebagai PR gw dikasi 6 buku yang harus gw baca2 waktu liburan. Wow! Very thick books but i think it will be interesting 4 me. Hehehhehe

Buku2 yummy!

Buku2 yummy!

Yaaaah..begitulah kabar gw hari2 ini. Baru bisa nulis, karena tadi akhirnya gw seminar TA juga! Gee! Masih ada monster pra-sidang and sidang yan harus gw lewatin!! Semangaaaaaaaat el!!!

Takut

Jangan dekati aku

Jangan dekati aku

Aku takut padamu

Kutakut Kutakut kutakut

Ku tak dikuasai rasa takut tapi aku takut

Kasihmu menakutkanku

Sekitar setahunan yang lalu,di depang panggung ratusan orang anak muda berkumpul, mungkin sampai lebih dari 1000 orang lebih kalo tidak salah. Dentuman musik dan cahaya lighting yang berputar-putar memenuhi isi ruangan itu, membuat kita tidak mengenal siapa orang di barisan belakang kita. Waktu itu pikiran saya sangat padat, mengatur 70 orang pemimpin anak muda dari berbagai daerah cukup membuat saya mati kutu. Tapi ada satu kejadian yang tidak pernah saya lupakan waktu itu.

Waktu itu saya sedang berjalan menuju back stage, entah apa yang ingin saya lakukan. Yang saya masih ingat saya melewati ruang make up, ruang barang, dan akhirnya sampai di back stage. Inilah awal kejadian itu, seorang sosok saya temui di tempat itu. Seorang sosok yang orang bilang ke saya “bertampang-sangar-tapi-berhati-lembut”, orang ini sedang berjalan keluar.

Yang membuat saya cukup kaget adalah orang ini sedang menangis. Selama ini saya jarang melihatnya menangis. Mungkin pernah satu dua kali sebelumnya, tapi tangisan kali ini tampak berbeda. Biasanya dia tidak menangis dengan begitu lepas, tapi kali ini saya melihatnya menangis dengan lepas. Sontak saya menghampirinya, “kenapa kak?” kata saya. Dia tak menjawab, dan terus menangis.

Jujur waktu itu, saya suka mendengar tangisannya, lepas, otentik, dan bebas. Namun saya bertambah bingung, karena dia terus menangis. Karena bingung harus berrbuat apa, tak terasa saya pun ikut menangis. Tidak selepas orang ini, tapi saya ikut menangis. Ntah kenapa.

Saya memegang pundaknya dan terus bertanya, “kenapa kak?”, “ada masalah apa?”. “kaka ada konflik dengan siapa?”. Tapi tetap tak dijawab dan dia terus menangis. Sampai di suatu titik sambil tetap menangis dia berkata “Anak-anak hebat”. “anak-anak hebat banget” “Kakak punya hutang banyak dengan mereka” “Kakak punya hutang banyak” . Beberapa kali dia terus mengulang kata-kata itu, sambil tetap menangis.

Entah berapa menit lagi saya bersama orang itu, sampai akhirnya datang bung Be*ny. Gitarisnya Ello ini mungkin emlihat kita dari kejauhan. Tidak ingin menggangu percapakapan mereka, saya pun segera beranjak dari tempat itu, selain karena masih banyak yang harus saya lakukan juga. Saya pergi, tapi ingatan tentang peristiwa itu tidak pernah hilang dari benak saya.

Akhir-akhir ini ntah kenapa kejadian itu terbayang lagi di benak saya. Beberapa analisis di pikiran saya mencoba untuk menjadi jawaban atas apa yang terjadi waktu itu. Mungkin rentetan acara yang sangat padat membuat orang tersebut kelelahan. Mungkin orang ini baru saja berkonflik dengan pemimpinnya. Mungkin dia sangat terharu dengan penundukkan diri orang-orang di bawahnya.  Atau mungkin..mungkin yang lain.. Menurut Anda, kira-kira apa yang telah terjadi di hati orang ini?

Apapun itu, inti dari tulisan saya sebenarnya ingin mendeskripsikan orang yang telah banyak menginspirasi saya. Banyak orang yang telah menginvestasikan hidupnya bagi kita. Terkadang kita bingung untuk mebalasnya. Menulis mungkin bisa dijadikan alternatif, karena tulisan biasanya keluar dari hati yang paling dalam.  Let’s hear my story about this man.

Dominan intim rasul gembala inspirasional persuaderlembut keras teguh bervisi fokus excellent

Kata kata yang bisa sedikit menggambarkan orang ini. Gabungan karakter dominan intim membuat orang ini tegas dalam memimpin dan bisa mempengaruhi orang banyak. Kekuatannya terletak di hatinya. Hati yang teguh namun penuh belas kasihan. Hati yang kuat namun sebenarnya rapuh dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan. Aumannya seperti singa ketika dia berdiri di mimbar, namun terkadang saya percaya dia tak ayalnya seperti seekor domba di dekapan gembalanya.  Saya suka gambaran Petrus untuknya, suatu batu karang yang kokoh, dimana Tuhan meletakkan pondasi atas gerejanya. Namun lihatlah perangai Petrus, orang yang sangat intim!

Dia rasul! Jelas dari manuver jalan pikirannya. Tak lama lagi kota Bandung tampaknya tidak cukup untuk menahan kebaran sayap-sayap visinya. Tapi dia gembala juga! Setiap kali bertemu dengan orang, tidak enggan dia untuk memeluk. Dia cukup tahu pentingnya sebuah sentuhan. Dalam keadaan apapun dia pintar untuk menyembunyikan emosinya karena dia ingin selalu memberikan yang terbaik bagi orang lain. Tidak jarang saya melihat dia berbicara di depan banyak orang dengan berapi-api walau tidak sulit bagi sebagian orang, untuk mengenali bahwa ia sedang tidak terlalu fit.

Dia bisa menyeimbangkan love and punishment. Tidak sembarang orang bisa mendapat kehormatan untuk bisa diberi ‘hajaran’ dan ‘kemarahan’ darinya. Mungkin dia berpikir “tak pantas aku marah sebelum membangun hubungan yang intim”.

Dia sangat tangguh dalam membangun hubungan. Tampaknya asam garam dalam hitungan tahun membuatnya cukup pintar dalam membaca situasi, memberi apresiasi, mengenali kapan bicara kapan mendengar, memberi afirmasi, dan memberi respon yang benar. Ketika di depan orang dia bisa menjadi orang yang  sangat inspirasional dan bisa menyampaikan visinya. Dalam dirinya, manipulasi dan dominansi terkadang susah dibedakan dengan garis inspirasi dan pengaruh. Tapi tak apa menurut saya, selama masih dalam batas yang wajar.

Bagaimana dengan kelemahannya? Biasanya cukup sulit untuk mengenal kerapuhan seorang pemimpin. Padahal percayalah! disana lah mustika seorang pemimpin, engkau bisa belajar banyak hal dari sana. “For my grace is sufficient for me” kata Tuhan pada Paulus suatu kali, ingin menunjukkan keintimannya ke dalam setiap lubang-lubang yang haus akan kasih karunia (baca : kelemahan). Tidak banyak mustikanya yang berhasil saya ekstraksi. Yang paling menonjol mungkin ketakutannnya akan rasa tertolak. “Waktu itu kakak merasa bahwa semua mendesak kakak, Pemimpin mendesak, Rekan sekerja tampak menekan, Kakak juga merasa anak-anak menekan kakak” statement-statement senada lainnya pernah saya dengar. Jelas menampilkan lubang-lubang kehausannya akan kasih karunia. Sungguh membuatnya menjadi pemimpin yang berdarah daging dan berjalan bersentuhan dengan tanah.

Bagaimana dengan visinya? Visinya untuk menjadi bapa bagi generasi muda, anak-anak yang ditolak keluarganya, remaja yang diperkosa, kaum homoseksual dan lesbian, pecandu narkotik dan pornografi, singkatnya generasi muda yang hancur. Hingga ini ntah berapa ratus orang yang berhasil dia kenalkan dengan Tuhan, ratusan lainnya dikenalkan dengan potensi dan visi di dalamnya yang belum tersentuh. Bom waktu dia tanamkan di hati banyak orang. Inilah hal yang sangat menarik dari hidup orang ini.

Jika ibarat dia adalah seorang Pattimura. Jika saya menjadi penulis biografinya suatu saat ini, mungkin di dalam biografinya tidak banyak tertulis tentang Pattimura ini. Tapi  didalam biografinya pasti akan berisi ratusan kesaksian dan komentar Pattimura-Pattimura muda yang berhasil dia bangkitkan. Pattimura ini telah mendedikasikan hidupnya dengan sangat efektif. Tidak banyak KKR yang dibuat oleh Yesus,hanya tertulis sekitar 30an mukjizat yang dibuatnya dan dicatat oleh Alkitab. Tapi dia punya Yesus-yesus muda yang mengubah dunia. 12 orang yang diatas darah mereka gereja mula-mula dibangun. Tombak di perut Thomas dan salib terbalik Petrus lah yang justru menperlihatkan kejeniusan hidup Yesus. Tampaknya Pattimura ini telah berada pada jalur yang sama dengan Yesus. Hidupnya penuh dengan intensi untuk melatuh pattimura-pattimura muda dengan benang merah yang sama.

Tak sabar hati ini ingin melihat Indonesia beberapa tahun mendatang. Ketika bom-bom waktu yang ia tanamkan di banyak orang secara simultan dan sporadis meledak di banyak tempat.  Menghancurkan setiap tembok dan memberi udara segar pada orang-orang yang terkungkung di dalamnya.

Tak sabar..tak sabar..tak sabar…

tik tok tik tok tik tok.. do you hear the clock?

Diceritakan oleh seseorang sembari terkadang menangis, terkadang tertawa… akakkaka. Bangga bgt ada org2 ky gni disekitar gw. Even cmn hal yg kecil, tapi they don’t live for “me, myself, and I”. Even ga memecahkan masalah tapi memberi sedikit cercah harapan kalo masih ada kasih di dunia ini.

“Tiba-tiba digerakin pergi kesana ko…”

“Trus salah gw juga seh , gw janji ama diri gw sendiri kalo ntar ada siapa gt disana gw bakal ngelakuin sesuatu. Akhirnya gw liat ada orang cowok pake baju item gt ko,ya ud gw uda lega ga ada apa2 berarti. Tapi ternyata dibelakangnya ada ibu2 udah tua pemulung gt ko”

“Akhirnya gw masuk lagi ke Mc D ko beliin makan buat dia..”
“Dia seneng bgt ko, gw jadi temenin dia di trotoar gt…”
“Dia pegang2 hidung gw ko…”
“Omongannya ga nyambung ko…hahahha..dia ga tau pake bahasa apa gt..sunda atau jawa..gw ga ngerti ko”
“Gw nanya dia sekeluarga ama siapa, dia bilang dua, trus ada kata2 ‘lanang’, apa seh ko arti lanang?”
“Dia nempel2 gw gitu ko, pegang2 tangan gw, hahahaha trus kaya ga mau gw tinggalin“
“Dia ajak gw ke rumahnya ko..”
“Dia minta foto gw ko..hahahah..tapi gw cmn punya pas foto, masa gw kasih..hahahha…”
“Tau gt tadi gw foto bareng yah ko…ahhaha”
“Ada org yang lewat ditrotoar liatin gw terus ko..lama bgt..hahhahaha”

Love is the answer – Chris Tomlin

Sang Kokoh (I luv to find this word!) biasanya diperumpamakan sebagai Singa Yehuda ataupun Anak Domba. Hal yang cukup menarik ini menimbulkan suatu perumpamaan di benak saya. Let’s hear my story!

Di dalam diri setiap orang selalu ada dua sosok, yaitu singa dan anak domba. Singa menggambarkan kedewasaan seseorang. Seorang sosok yang agresif dan pengambil keputusan. Seorang sosok yang dewasa dan empunya inisiatif. Sebaliknya ada sosok anak domba, sebuah esensi tentang kebutuhan dasar seseorang akan dukungan, peneguhan, dan pemeliharaan. Sebuah sosok yang haus akan afirmasi, kasih sayang, dan pengakuan. Kedewasaan rohani seseorang ditentukan ketika ia mampu membiarkan anak domba dan singa berbaring bersama.

Jika kita hanya mendengarkan suara singa dengan pasti lama kelamaan kita akan menjadi lelah dan kehabisan tenaga. Sebaliknya jika embikan anak domba yang dominan kita dengarkan maka kita akan menjadi korban kebutuhan kita yang terkadang tidak pernah habis akan perhatian orang lain. Seni dalam kekristenan adalah ketika kita bisa mengakui dan menerima keduanya sekaligus. Bertindak dengan tegas tanpa menyangkal kebutuhan kita.Menyadari dan meminta kebutuhan akan pemeliharaan tanpa harus mengingkari bakat kita dalam menawarkan kepemimpinan.

Anak domba menggambarkan natur kita sebagai anak sang Kokoh, keinginan dan kemampuan dikasihi dan diterima sepenuhnya. Singa menggambarkan natur kita juga sebagai seorang perutusan Sang Kokoh yang dituntut akan tanggung jawab dan kedewasaan pribadi. Keduanya tidak saling menghancurkan. Sebaliknya semakin nyaman kita menjadi anak sang Kokoh, mengakui kebutuhan kita, maka kita semakin merdeka untuk menuntut visi kita dan perutusan kita. Vice versa, semakin kita menyadari bahwa kita mempunyai tugas unik yang harus dipenuhi bagi sang Kokoh, semakin terbuka kita untuk mengakui akan kebutuhan-kebutuhan kita.

So bagaimana dengan Anda? Suara mana yang lebih banyak Anda dengar? Banyak orang yang menekan (bahkan tidak mengakui-secara tidak sadar) salah satu sosok dari kedua sosok tersebut. Fenomena ketidakseimbangan kedua hal ini bisa menjadikan natur seseorang rusak. Gambar diri yang tidak utuh dan berbagai macam ekspresi ketidakutuhan yang kronis. Seperti misalnya pada perempuan yang takut membangun hubungan dengan pria, perempuan yang menjadi korban perasaan terus menerus dalam hubungannya dengan orang lain, pria yang keras, pria yang mencari kenyamanan tidak dari sang Kokoh sehingga cenderung menyenangkan orang lain, dan berbagai macam efek lainnya.

Yesaya 11 : 6 mengatakan “Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya”. Suatu hal yang cukup aneh, tapi tertulis. Akhir kata, giringlah mereka berdua hidup berdampingan…

Hari ini cukup lucu. Pasalnya saya menghabiskan 2 jam dipagi ini untuk membersihkan kamar saya. Yang menjadi lucu karena biasanya saya hanya menyapu dan mengepel kamar tanpa merapikan barang2 saya. Alhasil biasanya buku-buku bertebaran di bawah ranjang saya. Yang menjadi lebih lucu, mengapa tiba2 saya membersihkan kamar saya di sabtu-pagi-hari-libur-yang-sebenarnya-cocok-untuk berhedon-ria ?

Alasannya cukup lucu…karena ada orang tua teman saya yang mau bermain ke kost saya. Akakakak.. jadi hanya rasa malu yang menggerakan tindakan bebersih ini.  Malu donk kalo dia melihat ada tumpukan-buku-kertas-dan-buku-dan-kertas-tak-beraturan di kolong ranjang saya. hahahah. Tak papa, ternyata senang juga kalau kamar tertata rapi.

Namun yang menjadi pertanyaan, berapa hari komposisi kamar teratur saya ini akan bertahan? hahahahah. sejarah mengatakan hanya butuh 2-4 hari untuk kembali membentuk komposisi kamar-berantakan-dengan-buku-buku-bertebaran. Ada yang berniat taruhan? akakkaka. Berikut  beberapa snap shot foto kamar saya (sombong dikit boleh donk) hehehe….

img_96341

Mungkin tampak biasa saja, tapi biasanya di bawah ranjang itu ada banyak sekali objek tak beraturan. So sangat kemajuan ketika hanya ada ubin disana. Akakakka

kananSisi kanan, juga tampak biasa saja. Tapi lazimnya akan ada tumpukan buku juga di atas meja itu, dan kalau anda melihat ada bbrp spot kosong di atas rak..it was amazing!!! akakakka  biasanya selalu penuh dngan objek2 tidak jelas. Hehehehe

img_9631Tapi ini hal yang paling saya suka! Akhirnya saya bisa merapikan  buku2 saya juga. Tak tau sampai  kapan susunan itu bertahan, yang pasti tangan ini tidak akan tahan untuk mengacak-acaknya lagi (apalagi kalo mau bok*r.. =p). Saya hanya pilih beberapa (puluh) buku untuk dimasukkan ke rak saya. Sisanya buku-buku yang jarang saya baca berulang-ulang atau sudah selesai menyerap esensinya, saya masukkan semuanya ke dalam kotak dus. So hasil bersih2 saya kali ini menghasilkan 2 plastik besar sampah dan 4 dus penuh isi buku2 dan majalah2 menunggu untuk dikirim balik ke solo. HEheheh

Tulisan Sebelumnya »