Mempelai Lelaki, Si Pelacur, dan Mempelai Wanita

Cerita ini gw tulis waktu kuliah Pemrograman berorientasi Objek. Di sebelah hendro, dosen lagi ngomong sesuatu yang gw ga ngerti. Putus asa, gw coret2 catetan gw..n dibuatlah cerita ini. Gw post lagi, karena…….

mungkin gw lagi jauh dari mempelai lelaki…tapi….i will win! I promise!

Seorang penebang kayu melanggar peraturan dari kota Anugerah.
Ia mencuri makanan raja dari meja makan sang penguasa kota.
Iapun dihukum , semua keturunannya ditakdirkan untuk menjadi budak.
Hidup di dalam kebusukan dan kematian dibawah kuasa sekumpulan golongan,
orang menyebut golongan tersebut para Pelacur.

.

Salah satu keturunan dari si penebang kayu ini adalah seorang gadis , Mati namanya.
Sepert keturunan si penebang kayu lainnya ,
Mati ditakdirkan menjadi budak sejak dari kelahirannya.
Hidup di bawah perbudakan sampai kematiannya.

.

Suatu ketika ada seorang pangeran , Hidup namanya , berjalan melewati kota Taurat.
Kota Taurat adalah kota tempat para budak hidup.
Melihat seorang gadis kecil hidup menderita di dalam perbudakan , luluhlah hatinya.
Dalam kecintaannya yang dalam atas gadis ini sang pangeran rela meletakkan semua kehormatannya , hidup bersama para budak.
Di dalam peraturan kerajaan Anugerah seorang pangeran boleh menggantikan hukuman sang budak.
Sehingga sang budak bisa bebas dari perbudakannya.

.

Selama 30 tahun sang pangeran menjadi budak di kota Taurat.
Hingga Kerajaan Anugerah menilai sang Pangeran telah cukup dalam menggantikan hukuman Mati , sang gadis.

.

Pangeran Hidup mengajak Mati untuk hidup di dalam kerajaan Anugerah.
Sang gadis pun menerima ajakan sang pangeran dengan sukacita.
Penduduk kerajaan Anugerah menyambut kembali kedatangan sang pangeran dan sang gadis.
Semua penduduk bersukacita , menunggu tanggal pernikahan Pangeran Hidup dan Mati.
Penduduk kerajaan menyebut sang pangeran sebagai Mempelai lelaki.
Dan Mati sebagai mempelai perempuan.

.

Menurut peraturan Kerajaan , pernikahan baru boleh diadakan setelah melwati waktu 1 tahun pertunangan.
Waktu dimana mempelai lelaki dan mempelai perempuan mempererat keintiman diantara mereka.

.

Sang mempelai perempuan pun hidup bahagia di dalam lindungan mempelai lelaki.
Kerajaan Anugerah menjadi tempat yang sangat indah bagi keintiman mereka berdua.
Hingga suatu saat…

.

Kebodohan dilakukan oleh sang mempelai wanita.
Di dalam kesendiriannya , ia pergi ke luar kerajaan Anugerah.
Di sana ia melihat seorang pria yang elok parasnya.
Pria ini mulai menggoda sang mempelai wanita , dengan segala tipu dayanya.

.

Melupakan akan segala kasih sayang , pengorbanan dan pengharapan sang mempelai pria ,
sang mempelai wanitapun jatuh dalam jerat sang pria.
Sang pria ternyata berasal dari kaum Pelacur, golongan yang memperbudak para budak di kota Taurat,
kota tempat kelahiran sang mempelai wanita.

.

Berita atas pelacuran sang mempelai wanita dan sang Pelacur mulai tersebar luas.
Sang mempelai lelakipun mulai mendengar berita tersebut.
Di dalam kesedihannya ia masuk dalam kamarnya , menunggu kedatangan sang mempelai wanita.

.

Sang mempelai wanita semakin terbujuk oleh sang pelacur.
Hingga Ia tinggal di kota Taurat bersama sang pelacur.
Sang pelacur mulai menarik sang mempelai dari kesadarannya.
Dari kesadarannya akan rencana pernikahannya.
Dari kesadarannya akan hidup dalam pelacuran,yang dialaminya saat itu.

.

Sang mempelai wanita pun kembali dijadikan budak di kota Taurat.
Disiksa hingga sang mempelai wanita hidup dalam kebusukan dan pelacuran.

.

Sang mempelai lelaki masih terduduk , menunggu di depan pintu kerajaan Anugerah.
Di dalam ketidakberdayaannya , karena peraturan Kerajaan Anugerah melarangnya untuk masuk lagi ke kota Taurat.
Di dalam kerinduannya , menunggu sang mempelai wanita kembali ke sisinya.
Di dalam kesedihannya , mengingat setiap keintiman bersama sang mempelai wanita, yang pernah dialaminya dahulu.

.

Mempelai wanita duduk di sudut kota Taurat dengan luka perbudakan disekujur tubuhnya.
Si pelacur telah memperbudak dan menyiksanya.
Terbersit pikirannya untuk kembali ke Kerajaan Anugerah.
Tapi perasaan malu dan rantai di kakinya mengikatnya untuk tetap tinggal di kota Taurat.

.

“Sampai kapan dia akan tetap tinggal bersama sang pelacur itu?” pikir sang mempelai lelaki.

.

“Yang perlu dilakukannya hanyalah berlari kembali ke Kerajaan anugerah.
Mengakui setiap pelacurannya di depan majelis kota.
Dalam kerendahannya bersujud di hadapan keluarga Kerajaan.
Menerima setiap hukuman yang harus diterimanya atas setiap perbuatannya.
Bersimpuh dibawah kakiku.
Dan menerima kasih karunia yang melimpah…” di dalam benaknya ,sang mempelai lelaki berpikir.

2 thoughts on “Mempelai Lelaki, Si Pelacur, dan Mempelai Wanita

  1. “Gw post lagi, karena…….
    mungkin gw lagi jauh dari mempelai lelaki…tapi….i will win! I promise!” >>>>> jadi sama yang mana, el??? ^^
    –damai ah, damaiii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s