Dari soal tanggung jawab sampai Koloni para alpha species…

Genap tiga minggu gw jadi guru di CBCS, cukup excited walo masih harus banyak belajar. Lucu banget ketika masuk dalam suasana yang baru, campuran suasana profesional kerja sebagai guru dan dinamika pergaulan teenagers.
.

Di dalam dunia profesional gw belajar banyak hal baru. Yang paling simpel adalah masalah tanggung jawab. Dulu waktu masih full kuliah kalo pagi hari mata ini susah ngebuka buat kuliah pak Husni jam 7 pagi, then simply gw bisa tinggal bolos kuliah. Dengan pertimbangan kalo gw bisa kejar belajar materinya sendiri, intinya yg penting bisa ngerjain ujian mata kuliah itu nantinya. Waktu ini gw cuman bertanggung jawab ama diri gw sendiri, ama bonyok, and konsekuensi atas kesalahan gw ya ke gw. Kalo gw banyak bolos yah paling absennya banyak, bisa ga nyambung ama yg diomongin dosen, paling banter malangnya dpt nilai jelek buat sebuah mata kuliah. Sekarang? Ga bisa…. akakakka.

.

Berkali2 setiap pagi gw males bgt bangun, pengen tidur lagi. Tapi skrg kondisinya lain, gw ga bisa dengan begitu gampangnya bolos. Mungkin konsekuensi secara fisik yang paling keliatan ya gajinya dipotong, yg mgkn ga tlalu kerasa gimana buat gw saat ini. Tapi konsekuensi moral yg paling ga enak, image dari pekerja yg lain, beban pekerjaan yang dobel keesokan harinya, trus ga lucu juga kan kalo ditanyain murid “where were you yesterday sir?”, “Sleep at my room guys, Couldn’t open my eyes”. Intinya ada sebuah bentuk tanggung jawab lain yang harus diterima ketika kita bekerja. Ada beberapa stake holders yang harus dihadapi mulai dari HRD Department, Head of School, Coordinators, Another teachers, Students, the student’s parents, urself and ur family. They are a long list if u compare it with ur stakeholders list in college. Only three that important, they are : Diri sendiri, orang tua, dan selembar kertas berisi angka IPK.

.

Situasi kedua adalah dinamikan pergaulan anak muda. Karena sejak awal gw tinggal di komunitas youth church so sebenarnya cukup akrab dengan situasi ini. Mungkin yang agak canggung ketika bersama anak 7-9th grade. They are still in junior high school, akakak. Untungnya gw cmn ngajar anak kelas 10 and 11 so lebih nyaman lah buat gw.

Menurut gw cukup asik buat bernostalgia melihat fase ini. Umur-umur segitu identik dengan masa-masa mencari identitas diri. Masa-masa dimana afirmasi, acceptance, dan pandangan orang lain menjadi sebuah hal yang sangat berharga. Entah seperti apa image yang berusaha ditampilkan anak-anak ini, mulai dari cool, cuek, asik, gaul, gaya, diem, introvert, extrovert, etc, gw percaya deep inside their hearts mereka sedang mencari kepenuhan atau keutuhan gambar dirinya.

.

Secara spesifik anak kelas 10 didominasi anak-anak cowok, more than half of them are boys. Menurut fakta secara umum, anak-anak wanita selalu tumbuh lebih dewasa ketimbang para pria, kalo melihat mereka mungkin fakta ini ada dasarnya juga, hehehe. Ketika anak-anak cewek sudah berbincang tentang lawan jenis, how to make urself atractive, anak-anak cowok masih berbincang seputar hobi dan kawan2nya. Tapi mungkin gw cuman prejudis karna belon terlalu deket dengan mereka. Sebenernya cuman ada 8 cowok di kelas 10 ini. 8 cowok dengan 3 “alpha-species”, 3 spesies dominan ini berebut pengaruh dengan sisa anggota koloninya.

.

3 dominan, 2 intim, 2 stabil, 1 cermat. Kombinasi ini cukup lucu karena jumlah orng dominan lebih banyak dibanding yang non-dominan. SO area pertempuran para “alpha species” ini menjadi cukup menegangkan urat saraf (hiperbol! Akakka). Dan kalau gw amati, hasil akhirnya cukup lucu, 2 alpha species bisa berkoloni, saling menjaga perasaan dan daerah kekuasaan layaknya oligarki. 1 alpha species yang tersisa terpaksa bertahan tanpa koloni sambil terus berharap dan membangun benteng pertahanannya. 2 intim jelas mendekat pada para alpha species mencari lahan untuk menyebar pengaruh walau tanpa nafsu memimpin (“asalkan gw hepi apa artinya area kekuasaan”) . Fakta yang lebih menarik 1 cermat dan 1 stabil justru membuat koloninya sendiri walau terkadang siap sedia untuk langsung bergabung dengan koloni yang lebih besar ketika dibutuhkan. 1 stabil yang tersisa masih menunggu waktu yang tepat untuk menancapkan tempat bertumbuhnya, memilih mana tempat plg subur untuk bergantung dan menjadi orang kedua.

.

Sedangkan pada koloni cewek lebih mudah diamati, mereka cmn terdiri 5 org dalam 3 koloni kecil dengan tipikal persahabatan cewek yang intim dan memakai perasaan. Tebakkan gw tipikal mereka 3 dominan dan 2 cermat. Sedih banget, ga ada intim ga ada stabil, akakak. Tapi mgkn krn cewek jadi masih bisa bertahan. Eheheh

.

aaah, gw jadi nulis ga jelas gini, yah lain kali gw coba buat menulis yang lebih menarik and terstruktur.

4 thoughts on “Dari soal tanggung jawab sampai Koloni para alpha species…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s