Zion dan Hitam

Sabtu, pukul 21.04 waktu Lembah dunia lama,

“Plak plak plak plak” suara langkah kaki Zion. “Lembah ini luas sekali, aku masih belum ketemu ujungnya. Hah.” pikir Zion. Zion terus berjalan di tempat aneh itu. Orang dahulu menyebutya lembah dunia lama. Entah apa artinya, mungkin ada lembah dunia baru. Lembah ini cukup aneh, ada sebuah jalan setapak panjang bagian kiri lembah. Ada pepohanan cukup rimbun di sebelah kiri dan kanan jalan itu. Namun setelah berjalan lama, Zion baru menyadari bahwa lembah itu tidak hanya didiami pepohonan itu. Pernah suatu kali tiba-tiba semua pepohonan hilang, digantikan hamparan padang rumput luas. Lembah yang aneh, normalnya sebuah ekosistem tipenya unik antara padang pasir, lembah, hutan, padang rumput, dsb. Tapi sekali lagi lembah dunia lama cukup aneh, sudah bukan barang aneh ketika dalam satu langkah kaki tiupan angin arid padang pasir akan berubah menjadi bongkahan es dari langit. Untungnya ada jalan setapak ini yang membuat Zion tahu kemana dia harus meneruskan perjalanannya.

“Haus sekali”. Dari awal Zion memang tidak cocok dengan perjalanan ini. Cuaca yang terus berubah ditambah staminanya yang lemah, lebih lagi Zion membutuhkan asupan air yang cukup banyak. “Aku harus mencari sumber air, persediaan sudah menipis.”. Tak jauh dari jalan setapak tampak ada setelapak awan hitam. “Mungkin itu awan hujan! Lebih baik aku kesana”. Zion pun berjalan keluar dari jalan setapak, mengejar setelapak awan hitam.

Zion berjalan semakin mendekati tempat itu. Udara terasa semakin dingin, bau hujan sudah mulai bisa dihirup Zion. Zion terus berjalan, hingga sampai di sebuah tempat teduh di bawah naungan setelapak awan hitam. Di bawah awan hitam itu ada kolam besar namun kering. “Sial! Buat apa aku jauh2 kesini”, keluh Zion. “Don Don!” sebuah suara tiba-tiba terdengar. Zion melihat sekelilingnya, dan dia tidak menemukan siapapun. “Don dondon! Siapa kamu?” suara itu kembali terdengar. Zion pun ketakutan, “Ziiii…ooon, kamu siapa?” sahut Zion “ Dondon Don don! Aku adalah aku, kamu bisa panggil aku Hitam ” suara itu menjawab. “Hitam? Apa kamu jahat? Kamu ini apa?” tanya Zion. “Aku ini Hitam. Don Dondon. Aku diatasmu! Ada urusan apa kamu kemari?”. Zion pun melongok ke atas, dan melihat bahwa ternyata setelapak awan hitam diatasnya bisa berbicara. Awan ini cukup unik, ada dua mata normal seperti manusia, namun ada satu mata tambahan di bawah kedua mata itu. Anehnya mata ketiga ini tidak bisa berkedip layaknya mata normal. Cukup lucu melihat paduan awan yang berupa zat gas dengan zat padat, ketiga mata, hidung, dan mulut yang dipunyai si Hitam tampak tidak melekat dengan luwes diatas wajah (tubuh) awannya.

“Maaf Hitam. Aku hanya mau mencari air. Aku pikir daerah ini akan ada sumber airnya, karena aku melihatmu dari kejauhan. Pikirku, kamu adalah awan hujan.” Kata Zion.

“Don don don dondon don don! Ahahhaha. Sudah kutebak kamu kesini mencari air. Sering sekali aku menemukan makhluk seperti kamu  yang mengganggu tidurku. Biasanya mereka kehausan, dan tampak kepayahan. Don don dodon! Kadang aku bingung, betapa lemahnya makhluk seperti kalian, tidak bisa hidup tanpa air. Anehnya aku yang tidak butuh air justru diciptakan dapat menghasilkan air. Sungguh kasihan kalian. Sini aku kasih air cuma-cuma. Tunggu sebentar.” Lalu, Hitam pun melakukan ritualnya. Ketiga matanya ternyata bisa berpindah tempat dari letak semulanya, membuat komposisi segitga layaknya lambang Pharaoh Mesir. Ketiga mata tersebut terus berputar, dan diiringi suara Hitam. “Don dodon Don! Don dodon don! Don Don Dodon!”. Hitam terus menggelegar dengan suaranya hingga tiba-tiba satu dua tetes air mula jatuh diatas kepala Zion. Diambilnya sebuah kulit kayu melengkung dari daerah itu untuk menadah air yang jatuh. Zion pun meneguk habis air yang diberikan si Hitam.

“Terima kasih Hitam! Don don! Hahahahha” teriak Zion mencoba mengalahkan kerasnya suara hujan. “Don don dodon don! Hahahha. Tak apa. Aku bisa memberikan air sebanyak yang kamu mau. ”. Setelah cukup segar, kelelahan mulai menghampiri Zion. Ia mencari tempat yang cukup teduh di dekat kolam yang mulai terisi sebagian itu dan mulai tertidur. Malam pun menyelimuti lembah dunia lama. “Don don dodon! Hahahahhahahhaha” di dalam mimpi Zion dia mendengar suara tawa bahagia seseorang.

Minggu, pukul 09.04 waktu Lembah dunia lama, Oase Hitam

Keesokan harinya, ketika sinar matahari mulai menembus badan Hitam Zion mulai terbangun dari tidurnya. “Dododon! Don! Morning Zion!” sapa Hitam. “Hmm….heeei…dimana aku?” masih separuh sadar Zion menyahut. “Don don don! Tentu saja di Oase Hitam! Tempat dimana ada air berlimpah! Hahhahahahha” jawab Hitam. “Hmm. Iya. Baru ingat. Bicara tentang air aku jadi haus.” Zion berjalan menuju kolam yang kemarin sudah terisi separuh, namun tidak didapatinya air disana, seiotapun tidak. “Dimana airnya Hitam? Bukannya kemarin masih separuh?” “Don don don! Hahahha. Mungkin ada makhluk lain yang meminumnya selagi kamu tidur. Tak masalah. Hitam punya banyak air buat kamu! Hahahha. Don don don!”

Hitam pun mengulangi ritual sama yang dpernah dilihat Zion sehari sebelumnya. Segitiga-segitiga yang sama dan bebunyian yang sama. Hujan gerimis tampaknya beritme yang sama dengan bebunyian Hitam. Kolam di tengah oase kembali terisi, dan Zionpun bisa minum dari kolam itu. “Hah! Terima kasih Hitam, kini saatnya aku melanjutkan perjalanan” sambil mengambil air secukupnya dari kolam Zion pamit ke Hitam. “Don don don! Kamu mau kemana Zion? Kenapa tak tinggal disini?” sahut Hitam. “Maaf Hitam, aku harus melanjutkan perjalanan untuk keluar dari lembah ini, ada rumah ayahku di depan sana. Sudah lama aku tak bertemu dia.” Jawab Zion. “Don don! Tapi setidaknya beristirahatlah disini, barang satu dua hari. Temani Hitam. Di sini sepi sekali. Don! Kita bisa bermain main di sini. Dodon!” rayu Hitam. “Tak bisa Hitam. Aku berterima kasih buat airmu, tapi aku harus melanjutkan perjalanan. Ayahku menunggu.” jawab Zion. “Don dodon! Ternyata kamu tidak ada bedanya dengan makhluk-makhluk lainnya. Kamu hanya mau airku! Setelah itu pergi meninggalkan Hitam! DON DODON!” Hitam mulai marah. “Maaf hitam. Tapi aku harus melanjutkan perjalananku.” “DON! Satu hari lagi saja Zion! Hitam sendiri disini.” rayu hitam lagi. Hanyut dengan rayuan Hitam, Zion pun memutuskan untuk tinggal satu hari lagi. “Satu hari tak apa lah. Ayah bisa menunggu.”.

Seharian itu Zion benar-benar diperlakukan bak raja oleh Hitam. Ternyata Hitam tidak hanya bisa menghasilkan air pelepas dahaga. Terkadang dengan bebunyian dan ritual yang berbeda, Hitam bisa menghasilkan 7 macam air yang ajaib. Ada air yang berwarna hijau, yang terasa manis dan sangat enak. Hitampun menjelaskan keajaiban masing-masing air itu “Don! Air ini namanya Gula, kamu tidak akan pernah kelaparan ketika meminum air ini.”. Ada juga Luxuria, air ini berwarna merah muda. “Dodon! Don! Air ini selalu dicari oleh banyak orang, Zion.” cerita Hitam. “Begitu kamu meminumnya, kamu akan mengalami ekstasi yang tidak pernah kamu rasakan sebelumnya.” lanjut Hitam. Air yang ketiga, dinamai Hitam Avaritia, “Kalau air yang berwarna ungu ini bisa memberikan karisma dan kuasa manipulasi buat hidupmu, Zion. Banyak raja-raja dunia lama ke tempatku hanya untuk meminta air ini. Kekuasaan, status, dan kedudukan akan mudah didapat ketika kamu mendapatkan karisma dan manipulasi.” cerita Hitam.

Hitam terus memperkenalkan air-air ajaibnya satu persatu pada Zion, keempat air lainnya dinamainya Acedia, Ira, Invidia , dan Superbia. Masing-masing dengan warna khusus dan keajaibannya. Acedia bisa membuat manusia bertahan hidup sendiri, tanpa bantuan dan kasih dari orang lain. Ira berarti kekuasaan yang dominan, barangsiapa meminumnya bisa mengeluarkan kekuatan yang membunuh lawan-lawan politiknya, hanya dengan amarah yang diarahkan ke seseorang Ira akan membunuh orang itu. Invidia cukup unik, air ini berwarna perak dan tidak bisa diminum. Namun ketika Zion bertanya pada Hitam mengapa air ini bisa dianggap ajaib, Hitam menjawab “Invidia sangat berharga, orang dari dunia lama akan mau mati untuk mendapatkan ini. Air ini sangat langka dan jumlahnya tinggal sedikit di dunia lama. Kalau kamu tahu di bagian timur dunia lama ada suku Sam yang mempunyai banyak Unta. Unta-unta itu hanya bisa meminum air ini dan jumlahnya semakin menipis di dunia lama. Untuk itu siapapun yang mendapatkan air ini akan menjadi kaya raya, Zion” Hitam mencoba untuk menjelaskan. Yang terakhir Superbia, berwarna keemasan dan  menghasilkan kepercayaan penuh akan kemampuan dan kuasa diri sendiri yang membuat manusia selalu berhasil akan apa yang direncanakannya.

“Wah, kamu sangat ajaib Hitam! Semua air-airmu membuatku penuh! Ahahahha! Don don don! Hahahahha Terima kasih Hitam!” . Zion begitu bahagia atas semua keajaiban yang dialaminya hari tiu. Puluhan hari yang melelahkan dalam perjalanan di lembah dunia lama tentu tidak bisa dibandingkan dengan semua kemewahan itu. Hari mulai malam dan Zion pun tertidur pada hari itu.

Senin, pukul 06.04 waktu Lembah dunia lama, Oase Hitam

“Zion! Bangun!! Don don dodon! Kamu pasti lapar! Saatnya aku memberikan Avaritia buat kamu. Don!” Hitam pun kembali melakukan ritual untuk menurunkan air ajaibnya. Sembari masih setengah sadar, Zion terbangun karena hujan air ajaib itu, dan ia pun meminum Avaritia. Keajaiban yang sama masih terjadi, seketika itu jadi Zion seperti memakan makanan yang paling enak dan mahal di seantero dunia lama. Sungguh lezat!. “terima kasih Hitam!” kata Zion. “Tak apa, ayo kita bermain lagi hari ini! Don don!” jawab Hitam. “ahhaha. Tak bisa Hitam, aku sudah bilang kepada kamu kan, kalau aku harus ke tempat ayahku. Aku harus pergi pagi ini” kata Zion. “DON DON DON! Setelah semua yang Hitam lakukan buat Zion. Kamu tidak bisa pergi begitu saja Zion. Kamu benar-benar makhluk tidak tahu terima kasih. DON! Kenapa kamu membiarkan Hitam tinggal sendiri. Tinggal lah disini bersama Hitam. Aku akan memberikan semua keajaiban yang manusia cari. Ayahmu masih bisa menunggu barang satu dua hari. Hitam marah!” kata Hitam. Zion pun mulai berubah pikir lagi, satu dua hari ayahnya maih bisa menunggu pikirnya. Hitam sudah begitu baik buat Zion dan air-air ajaib itu sangat menyenangkan.  Zion pun tinggal sehari lagi, dan meminum air-air ajaib itu.Superbia, Avaritia, Luxuria, Invidia, Gula, Acedia, dan Ira.

Hari berganti hari siklus yang sama terjadi antara Hitam dan Zion. Seharian diperlakukan bak raja oleh Hitam, dan keesokan paginya ia luluh untuk tetap tinggal di oase Hitam. Hingga suatu kali Zion merasakan suatu keanehan di tubuhnya.

“Hitam, kenapa aku mulai merasakan sakit yang di sekujur tubuhku. Apakah aku sakit?” kata Zion. “Ah, tidak apa-apa Zion. DON! Itu mungkin perasaanmu saja. Ini kuberi Luxuria agar kamu merasa lega.” jawab Hitam. Luxuria membuat hati Zion bahagia luar biasa dan melupakan kesakitan itu, Namun hari berganti hari, bulan berganti bulan Zion merasa semakin banyak keanehan dari tubuhnya. Ia mulai susah melihat di pagi hari, susah mendengar dan merasakan sekitarnya hingga Hitam harus terus memberikan air ajaibnya untuk membuat Zion tersadar.Keanehan yang lain,  Zion pun mulai sering bermimpi buruk, di mimpinya dia berkenalan dengan makhluk-makhluk aneh. Makhluk-makhluk ini tampak seperti Hitam namun mempunyai warna yang lain. Zion pun mulai bersahabat dengan makhluk-makhluk ini walaupun hanya di dalam mimpinya. Ada tujuh awan dengan aneka ragam warna yang bergantian mengunjunginya setiap malam. Dikenalnya Mammon, awan berwarna ungu persis seperti warna air Avaritia. Ada juga awan berwarna perak, awan ini mengenalkan diri dengan nama Leviathan, perawakannya besar dan menggelegar. Lima awan lainnya berturut-turut bernama Asmodeus, Beelzebub, Amon, Belphego, dan Luciel.

“Hitam! Kenapa aku bermimpi aneh sekali yah akhir-akhir bulan ini. Aku berkenalan dengan awan-awan aneh yang bisa berbicara juga seperti kamu.” Kata Zion suatu kali. “Don don don! Hahahaha. Itu hanya mimpi Zion. Sejak kapan kamu peduli dengan mimpi.” Jawab Hitam. “Tapi Hitam, awan-awan ini tidak baik seperti kamu. Kadang mereka baik kadang mereka bisa sangat jahat sekali. Mereka tidak sungkan-sungkan melukai tubuhku. Sebagai contih Luciel..maksud aku awan berwarna keemasan suka berulangkali melukai mataku. Walau ini hanya mimpi, tapi aku cukup terganggu Hitam.” Kata Zion. “hahahhaa. DON! Tenang saja Zion. Yang penting kamu tidak apa-apakan. Ini aku beri Ira ke kamu lagi., sudah siang kan”

Hari ke-89 di Oase Hitam pukul 01.04 waktu Lembah dunia lama,

“Zion..zion..” sebuah suara terdengar. “Iya.” Jawab Zion.

“Zion..zion.. Ini ayahmu.”. Zion pun terbangun dari mimpinya. “Ayah? Ayah? Ayah? Iya aku harus ke tempat ayah. Kenapa aku masih disini” pikir Zion.

“DON DON DON! Ada apa Zion? Kenapa kamu terbangun di pagi buta ini?” Hitam pun terbangun.

“Hitam. Aku lupa. Aku harus ke tempat ayahku. Kenapa kamu tidak mengingatkanku?” kata Zion

“DODON! Kenapa kamu harus ke tempat ayahmu. Disini Hitam sendiri, kamu bisa menemani Hitam. Semua kebutuhanmu pun aku penuhi.” Ujar Hitam.

“Tidak bisa Hitam. Zion sudah terlalu lama tinggal disini. Aku harus ke tempat ayah. Malam ini aku bermimpin tentang ayahku.” Kata Zion

Zion dan Hitam pun terlibat dalam perbincangan yang hebat. Hitam bersikukuh merayu Zion untuk tetap tinggal menemani Zion, namun kali ini entah ada kekuatan apa dalam diri Zion yang membuatnya untuk berkeputusan meninggalkan Hitam.

“DON DON DODON! Kali ini kamu sudah keterlaluan Zion! Pergi sana ke tempat ayahmu jika memang itu kemauaanmu. Aku tidak akan peduli lagi padamu” hardik Hitam.

“Maaf Hitam, tapi kali ini aku benar-benar harus pergi ke tempat ayahku,”  jawab Zion.

Zion segera mengemasi barang-barangnya dan berjalan meninggalkan oase Hitam. Dilihatnya sebuah jalan setapak yang mulai diingatnya di ujung sana. “terima kasih Hitam, aku harus segera ke tempat ayah.”.

“Plak plak plak plak” suara langkah kaki Zion meninggalkan oase Hitam. Namun keanehan mulai menghinggapi Zion lagi, dia tidak bisa melihat apapun didepannya. Kakinya serasa lumpuh dan ulu hatinya kesakitan. “Hitaaaaaam!!! Tolong aku!! Apa ini?” teriak Zion. “Don Don! Hahahah. Akhirnya kamu memanggil aku juga kan? Sekarang apa maumu?” kata Hitam. “Badanku mulai merasa aneh lagi. Sakiiit. Sakit sekali, aku kehausan. Berikan aku airmu.” Sahut Zion. “DON DON DON! Hahahahha. Sudah kubilang kamu tidak bisa hidup tanpaku. Aku akan memberi air-air ajaibku, Asalkan kamu berjanji untuk tetap tinggal bersama aku.” Kata Hitam. “Tidak bisa Hitam! Aku harus ke tempat ayahku.”

“DON DON DODON! Mungkin waktu ini waktu yang tepat untuk memberi tahu semua rahasiaku. Toh kamu sudah terlalu lemah, dan ayahmu yang sinting itu tidak akan bisa menolongmu juga. Hahahah. DON DON DON! Dasar kamu bodoh Zion! Aku mengenal kalau kamu anak si Hidup sejak dari awal aku melihat kamu. Aku tidak bisa lupa ketika melihat hidung menjijikanmu itu yang mengingatkanku akan ayahmu, si Hidup. Dulu aku pernah bekerja dengan ayahmu, namun dia terlalu tolol untuk menerima kecerdasan dan kekuatanku. Takut! Mungkin dia takut akan kepintaran dan kepercayaan diriku. Sehingga dia membuangku ke lembah menjijikkan ini. Rasa dendamku pada ayahmu dan kau, anaknya tidak akan pernah hilang! Untuk itu aku memperdayamu, anak bodoh yang tidak bisa membedakan mana bisa dan madu. Selama ini air yang kau minum adalah racun. Air itu ajaib namun hanya mendatangkan kematian bagimu, Haahahhaha. DON DON DON! Sekarang sudah terbalas semua dendamku. Ayahmu yang tolol itu tidak akan bisa menolongmu lagi. Kamu selalu terperdaya oleh bujuk rayuanku. Dan ketika malam, teman-temanku datang untuk melukai  badanmu sedikit-demi sedikit. Hahahaha. Ya! Aku berbohong. Aku tidak tinggal sendiri. Aku punya tujuh bawahan yang ikut dibuang oleh ayah terkutukmu itu. DON DON! Tapi tidak apa-apa, walau ayahmu yang bodoh itu sampai berani masuk ke daerah kekuasaanku ini hanya untuk memanggilmu, dia tidak punya kuasa apa-apa disini. Kamu milikku sekarang Zion. Hahahhahaha. DON! Mulai sekarang kamu harus melayani ketujuh bawahanku. Kamu harus membayar untuk setiap air yang telah kamu minum. Dan tidak ada seorang pun yang bisa menyelamatkanmu sekarang. Hahahah. Aku dan ketujuh bawahannku akan bersukaria memperbudakmu. Membalas dendam akan perlakuan ayahmu yang bodoh itu! Hahahah DODON!”

Dan Zion pun hidup diperbudak di oase Hitam, setiap malam ia memanggil nama ayahnya. Namun tampaknya semua sudah terlambat.

“Ayah…”

“DON DODON DON DON!”

<to be continue>

3 thoughts on “Zion dan Hitam

  1. hahahha…nice story el…manusiawi bgt😀 ga cm zion tp smua org ngalamin gitu yaahh…interpretasi gw kinda keterikatan..keren el..lu bs mengungkap itu dlm packaging yg unik dan ga membosankan..bnyk jg y air zam zam ny ahahhaha…need si ayah bgt sbnrny ya tiap org..menjerit dlm hatinya tp kinda udah terlanjur basah hahahaha….terdeteksi variabel2nya..
    Hitam: Lucifer
    Ayah/Hidup: TY
    Zion: bs spesifik elu bs human as general..
    hahahah..sotoy ayam!
    request…endingny hepi ending y…zion bangkit dan bisa sampe ke tmpt ayah…ciayo ciayo zion!! 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s