Me and strangers #part1

Me and strangers.

Lagi galau. Perlu menulis. Tema kali ini Me and stangers. I hope I enjoy this time of writing, and for you who give ur time to read it, I hope u enjoy it also.

Di tulisan ini gw akan coba menceritakan beberapa pengalaman gw dengan ‘stranger’. Namun sebelum itu gw akan beri sedikit intro.

Gw mulai kenal permainan RPG (Role Playing Game) ketika masih SD. Game RPG yang pertama kali gw mainkan (dan tamatkan! ) adalah Legend of Legaia, gw mainkan di console Play Station. Lalu apa hubungannya antara RPG dengan stranger? Setelah gw berpikir, tampaknya gw mendapatkan benang merah antara kesukaan gw untuk bertemu dengan strangers dan RPG. Jadi untuk yang belum tahu apa itu RPG, RPG ini adalah salah satu genre (jenis) game dimana biasanya. Yang cukup unik di dalam game2 seperti ini, biasanya kita akan bermain dengan lebih dari satu tokoh. Tentu ada tokoh utama (yang biasanya cowok), namun di perjalanan nantinya tokoh utama ini akan bertemu dengan tokoh-tokoh lain dan terkadang merekrut mereka untuk menjadi bagian tim kita. Tokoh-tokoh ini biasanya mempunyai karakter dan kemampuan yang unik sehingga memperbesar kekuatan tim.

Lalu hubungannya apa antara RPG dan strangers? Ahahhahah. Gw cukup terobsesi dengan game-game ini, sehingga mungkin secara tidak sadar yang terobsesi untuk melakukan petualangan di dunia ini (heyeeeh!). Akakaka. Efek tidak langsung lainnya, gw suka ‘kepo’ kalau melihat orang asing. Mungkin di benak alam tidak sadar gw, ada pengaruh game-game RPG itu. Setiap kali bertemu orang asing yang cukup menarik mungkin di benak alam sadar gw ada pikiran “hmm. Mungkin ni orang punya kekuatan magic api, harus direkrut masuk team nih!”,“hmm, jangan-jangan ini orang yang pegang kunci dungeon buat masuk istana berikutnya, harus diajak ngobrol kayaknya”, “dari tampangnya orang ini cukup kuat, jangan-jangan dia salah satu orang yang kita cari, jangan-jangan dia punya kekuatan berubah jadi naga”. Akakakkak Mungkin itu yang terjadi di alam bawah sadar gw, nah di dunia nyata, gejala yang keliatan, gw jadi ga malu-malu untuk berkenalan dengan orang asing, kadang ada untung and ruginya juga. Akakakka.

Tulisan kali ini, gw akan coba ceritakan beberapa pengalaman gw bertemu orang asing, beberapa gw masih ingat namanya, beberapa lagi jelas sudah lupa. Namanya aja stranger. Hehehe.

Stranger 1 : Satu Opa-opa and dua oma-oma dari Kanada.

Bali, somewhen in 2006

Setelah berkenalan dengan tiga orang berumur lanjut ini gw dapat topi dengan tulisan kanada di atasnya. Lumayan! Modal ngobrol beberapa menit. Heheheh. Jadi ceritanya gw lagi di bali sendirian (Ya! Sendirian. Mungkin ini salah satu efek RPG juga, pengen jalan2 sendiri, akakkaka), nah di sana gw mengkontak temen gw untuk menemani jalan-jalan. Masalahnya dia ada kuliah juga jadi ga bisa full time temenin gw. Nah ada di satu waktu gw ditinggal di pantai yang namanya gw lupa. Pokoknya pantai yang ada banyak hotelnya, four season, hilton (sudah berubah yang ini kayaknya), dsb. Jadi pantai ini ada di belakang hotel-hotel itu, semacam pantai pribadi buat penghuni hotel. Karena memang ga ada tujuan, gw jalan-jalan menyusuri pantai itu dan di satu titik gw duduk di kursi pantai punya salah satu hotel.

Nah, di sebelah gw ada opa-opa lagi tiduran, iseng-iseng gw ajak ngobrol deh dia (mungkin-mungkin dia kakek-kakek jelmaan siluman kura-kura yang mau kasih kekuatan ajaib buat gw! Akakkaka). Dari obrolan sana-sini akhirnya gw tahu kalau dia bersama istri dan adik istrinya sedang liburan di Bali. Opa ini sudah pensiun dari kerjaannya di Kanada, gw lupa kerjaannya apa, antara polisi atau pemadam kebakaran. Kata dia liburan di Bali enak banget, semuanya murah, jadi tahun ini dia ajak adik iparnya. Tak lama berselang istri dan adik iparnya datang, dan mengobrol lah kita berempat. Kejadian lucu ketika ada penjual sarung bali lewat di depan kita, and si adik ipar opa ini kayaknya tertarik gt. Jadi dengan sok pahlawan gw panggil tu penjual sarung and tawarin sarungnya. Hehehe. Gw lupa dpt harga berapa yang pasti mereka cukup bahagia lah. Kalau diingat2 harusnya gw ga usah tawar tuh sarung, masak lebih belain opa-opa tajir dari kanada drpd penjual sarung Indonesia. Heheheh

Waktu terus berlalu, sampai akhirnya temen gw jemput di depan lobby salah satu hotel. Sebelyum berpisah dia kasih alamat email ke gw dan bilang untuk tetep kontak .Sebagai hadiah perpisahan si opa ini kasih topi ke gw. Lumayan lah dapat topi. walau sebenernya gw sangka itu topi beneran dari siluman kura-kura yang berisi kekuatan terbang, tapi setelah gw pakai nothing happen. Jadi sangking kecewa gw ga bales emailnya ketika bbrpa pekan berikutnya dia kirim email. ( I want the flying caps!) Akakkakakak

Stranger 2 : Pemuda Prancis lagi kerja praktek di Jakarta

Jakarta, July 2008

Kali ini kejadian berawal di dalam busway di rute Harmoni- Setiabudi kalau ga salah. Dua sahabat kampus gw, Hendro dan Ivan, sedang kerja praktek di Jakarta bersama-sama gw. So hari itu kalau ga salah kami habis jalan-jalan puterin Jakarta, melepas kepenatan di ujung pekan. Di perjalanan pulang, kami naik busway untuk menuju rumah kostan tempat kita bertiga menginap, dan cerita bermula ketika gw melihat pemuda bule sedang membaca peta jakarta. Insting gila gw mulai keluar, mungkin waktu itu di benak bwh sadar gw ada pikiran “Ini orang lagi pegang peta perjalanan, jangan-jangan kita punya tujuan sama untuk mengalahkan naga dan membebaskan sang putri, gw harus tau orang ini punya kekuatan apa, kalau dia sworder (ahli pedang) bakal gw rekrut!” Akakakka. Akhirnya gw putar otak bagaimana memulai pembiacaraan dengan calon-sworder-team-gw ini.

Me : “is that a map of Jakarta”
calon-sworder-team-gw : “Yes”
Me : “Can I see it”
calon-sworder-team-gw : “Of course”

Dari pembicaraan singkat itu akhirnya kita berbincang, dan gw kenalin juga si Hendro dan Ivan ama calon-sworder-team-gw ini. Obrol sini obrol sana, akhirnya kita tahu kalau dia senasib ama kita, lagi kerja praktek di Jakarta. Bahkan rumah kostannya deket ama rumah kost kita, di Setiabudi. Bedanya rumah kost dia usut punya usut adalah rumah kost yang pernah kita lihat juga, cuman ga jadi disana karena terlalu mahal. Akakakaka. Usut punya usut lagi, ternyata dia lagi cari flash disk dan nanya ke kita dimana tempat beli paling bagus. So gw nanya ke dia gimana kalo kita temenin dia cari flash disk (mungkin ini misi tersembunyi yang dia pakai buat uji gw! Lu pikir gw ga tau? Lu harus masuk team gw sworder!”). Jadi kita anterin dia cari flash disk di salah satu mall deket Atma Jaya sana dan setelah itu kita pulang bareng-bareng lagi. Merasa senasip sepenanggungan kita tukaran alamat email dan berjanji buat main bersama bareng lagi.

Mungkin kalau ga salah minggu berikutnya, gw dan Hendro and dua temen KP gw yang lainnya akhirnya pergi bareng bule ini lagi. Kita berenang di Pondok Indah Mall (kalau ga salah. Ehehhe). Setelah itu kita ga ketemu lagi, karena dia udah habis masa internnya and so do I. Untuk ukuran bule prancis bahasa Inggrisnya lumayan bagus , jadi kita bisa berkomunikasi dengan baik, gwngnya ternyata dia ga jago main pedang sama sekali. Jadi kesimpulan gw, peta yang gw lihat waktu itu bener-bener peta Jakarta, bukan peta perjalanan menuju Isengard seperti yang gw kira. Kecewa.

Stranger 3 : Ibu-Ibu berdarah India lagi mau ketemu keponakannya

Sunga Petani, Malaysia. Juli 2010

Berawal dari kejeniusan kita berempat (Robby, Dephe, Hansel, and gw), kita terdampar di sebuah kita kecil namanya Sungai Petani. Ceritanya kita lagi perjalanan backpacking pseudo-backpacking (pseudo : semu, palsu) di Malaysia and Singapore, dan kita lagi perjalanan dari Kuala Lumpur ke Penang. Namun tidak dinyana-nyana kita salah turun di salah satu terminal bis dan terdampar di sebuah kota di ujung utara malaysia. Mungkin kalau kita belum reserve hotel di Penang, kayaknya kita bakal ubah perjalanan jadi ke Thailand, sudah agak deket soalnya. Hehehhe. Untungnya kita segera sadar dan tibalah kita di kota kecil bernama Sungai Petani. Dari situ kita cari bis ke arah Penang, dan sambil ketawa-ketiwi menertawakan kejeniusan kita, kita duduk manis di dalam bis sambil melihat keadaan sekitar. Waktu itu di sebelah gw duduk Ibu-ibu berdarah India, dan darah RPG gw mulai menggelegak waktu itu. Mungkin-mungkin dia juga salah satu calon team gw, mungkin-mungkin dia bisa jadi alchemist (jago bikin ramuan) di team gw. Akakka. Ga sih. Sebenernya gw pengen nanya-nanya kira-kira di Penang kalo cuman satu malem satu hari enaknya kemana aja. Jadilah gw tanya-tanya dia.

Me : “Are you local?”
Calon-alchemist-team-gw : “yes” (dengan logat india)
Me : “Can I ask some questions?” (Padahal ini udah pertanyaan kedua. Ekekkeke)
Calon-alchemist-team-gw : “With pleasure”

Akhirnya gw serap habis-habis ilmu Calon-alchemist-team-gw ini, dia kasih berbagai macam rekomendasi tempat buat dikunjungi, makanan enak, dsb. Yang lucunya dengan jujur dia bilang kalo dia bingung lihat ada empat orang jenius kaya kita di kita Sungai Petani itu. Dia bingung kita lagi ngapain disana. Akakkaka. Setelah kasih tahu rute trem dia bilang kalau keponakannya tinggal di Penang dan dia tanya gw gimana kalo dia minta bantuan keponakannya buat antar-antar kita. Gw sih agak bingung antara iyain ato ga, takutnya ditipu lagi. Akakka. Tapi setelah percakapan selanjutnya ketahuan kalo dia tulus mau bantu kita. Katanya begitu lihat kita jadi ingat anaknya yang lagi kuliah sendirian di Kuala Lumpur. Akakkaka. Segitu suramnya muka kita. Jadi dia telponin ponakannya buat jemput kita di terminal feri di Penang tapi ternyata keponakannya lagi sibuk, jadi ga bisa anter-anter kita. Tapi kita tetep bareng-bareng ditemenin dia sampe menyeberang pake feri ke Pulau Penangnya. Lumayan lucu, ketika dia ketemu adiknya, dia kenalin kita ama adiknya. Dari raut muka adiknya kelihatan kalo adiknya cukup bingung lihat kita. Adiknya juga berdarah India (ya iyalah) cuman uniknya di pakai hijab, mungkin ini pertama kalinya gw lihat secara langsung orang India yang agamanya Islam. O ya selama di perjalanan gw serap juga ilmu dia mengenai suku India. Akakka. Jadi dia cerita banyak tentang jenis-jenis suku india. Ternyata suku India tu ga cuman satu tapi banyak, cuman kalo di sederhanain bisa jadi tiga. Salah satunya suku India yang suka main di film-film india itu. Lucu, heheheh. Akhirnya kita berpisah di terminal Ferry di Penang, dia ga kasih kode apa-apa ke gw yang nunjukkin dia mau gabung ke tema gw, jadilah gw bertahan dengan tiga kawan jenius seperjalanan waktu itu. (Padahal kalau ada satu alchemist yang jago bikin ramuan, bakal lebih murah deh cost perjalanan kita. Ehhehe. And gw mau minta dibikinin ramuan-anti-dibully-ama-anak-sendiri akakakka)

Stranger 4 : Pemuda Cina dari Malaka
Bus KL-Penang, Malaysia. Juli 2010

Masih di perjalanan empat Jenius di Malaysia, kali ini kita lagi di perjalanan menuju Malaka dari Kuala Lumpur. Kita semua kecapekan kayaknya (emank pernah ga?) jadi Dephe and Robby sudah tidur di sebelah kiri gw. Hansel yang sebelah kanan gw juga kecapekan cuman ga bisa tidur karena bisnya kurang oke kayaknya, jadi dia tidur-tidur ayam. Di bis gw pake buat baca buku Lonely Planet buat tentuin mau ngapain aja di Malaka. Tapi drpada buku di tangan gw kayaknya gw harus melakukan cara yanglebih oke buat cari info. Hehehe.Kebetulan di depan gw ada pemuda Cina yang duduk sendirian, jadilah iseng-iseng gw tanya-tanya dia.

Setelah percakapan yang cukup lama, gw tahu kalo dia bener-bener backpacker (ga kaya kita. Kakakka), dia lagi habis perjalanan 4 hari puterin beberapa kota di Malaysia. Bawaaanya dikit banget (Ga kaya kita. akakak). Dari dia info yang gw dapet sangat lengkap. Top markotop lah! Karena ternayat dia lahir and kerja di Malaka. Ehehhe. Even info yang dia kasih lebih lengkap dari lonely planet yang gw baca. Dengan mental ga punya malu, gw memberanikan diri pinjem telpon dia, mau buat telpon hotelnya. Jadi hotel yang dari malaka ini mau ngejemput kita, cmn kita ga punya nomer malaysia, hehehe. Kalo pun kita punya no malaysia, gw juga ga tau kita lagi dimana and bakal berhenti dimana. So pemuda dari malaka ini membereskan semuanya, dia telpon hotelnya, bilang kita lagi dimana, berapa menit lagi sampai terminal bis, dan tentuin kita bakal ketemuan dimana. Sesampainya di terminal bis, orang ini anterin gw beli tiket ke Singapore buat keesokan harinya, takut kehabisan. Dan kita berpisah, ga lupa gw minta alamat imelnya. Sampai saat ini gw ga tau apa dia salah satu tokoh yang harus gw rekrut, krn waktu itu gw terlalu capek buat mikirin dia siapa. Tapi oneday kalo memang dia salah satu anggota team gw buat ke Isengard gw bakal kontek imelnya! Mungkin dia cukup cocok jadi spy (mata-mata), karena dia kurus dan bawa payung kemana-mana (loh?).

Baru cerita 4 kejadian tapi udah cukup panjang, takutnya yang baca bosen juga. Jadi gw tutup di cerita keempat aja. Kalo ada waktu gw ceritain stranger-stranger yang lain. Some of them become a really best friend of me until now (or family maybe) and rest of them just become a memories

3 thoughts on “Me and strangers #part1

  1. huahhahahahahhahahahhah…… i used to like u playing RPG game… may be that’s why i like to watch people having a conversation but don’t like to start the conversation…..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s