Fulbright Journey (part 2) September 2010

-Menjadi Kandidat-

“Congratulations!  I am extremely pleased to inform you that you have been officially nominated as a principal candidate for a Fulbright scholarship to pursue study for a Master’s degree in the United States commencing with the Fall 2011 academic term. ….

 

Please accept my personal congratulations for your selection as a new Fulbright grantee representing the Republic of Indonesia. “

 

Yeaaaay! Kalau sudah tahap ini bahagia sudah boleh dirasakan, sekitar bulan September biasanya pengumuman siapa yang sudah menjadi kandidat penerima beasiswa Master/PhD dikirimkan ke email masing-masing aplikan  –beserta sejumlah dokumen-dokumeny yang harus SEGERA dikirimkan–. Apa itu kandidat? Apakah kalau sudah berarti sudah pasti mendapatkan beasiswa Fulbright ini? Jika sudah terpilih menjadi kandidat menurut saya sudah separuh jalan dilewati. Hampir sebagian besar kandidat akan menerima beasiswa ini.  Kemungkinan untuk tidak jadi mendapatkan beasiswa biasanya terjadi jika kandidat tidak berhasil lolos masuk ke satu pun universitas di USA. Ada dua jenis kandidat : Principal Candidate dan Secondary Candidate. Kandidat cadangan (secondary) biasanya bisa menjadi kandidat utama jika ada kandidat utama yang mundur atau kandidat utama tidak lolos masuk ke universitas di Amerikanya. Apakah ada yang mundur? Di angkatan saya setau saya ada beberapa yang mundur karena beberapa alasan. Alasan-alasan utamanya biasanya mendapat  beasiswa lain atau urusan pekerjaan.

 

“What you need to submit by September x is the on-line application and the draft of the Study Objective and Personal Statement in Word format.  You may send the supporting documents such as letters of reference afterwards.  However, it would be better if all documents are received as soon as possible.”

 

Setelah berbahagia  selama beberapa menit, saya sudah langsung stress untuk memenuhi semua persyaratan dokumen yang dibutuhkan. Tenggang waktunya kalau saya tidak salah adalah dua minggu. Apalagi kalau sudah bekerja “seven to five” setiap hari seperti saya dulu, akan cukup kelimpungan memenuhi semua dokumen-dokumen yang diperlukan. Tiga surat referensi (harus mencari satu referensi tambahan karena tahapan saringan I hanya meminta dua), satu halaman personal statement, satu halaman study objectives, writing example, terjemahan diploma certificate, dll. Tiga poin pertama dokumen diatas menurut saya (lagi) adalah poin penting karena akan dipakai seterusnya sebagai dokumen-dokumen untuk aplikasi ke universitas yang kita daftar. Personal Statement dan Study objectives merupakan hal yang sangat penting untuk Graduate level study karena menunjukkan gambaran secara umum seperti apa ketertarikan kita pada ilmu yang spesifik dan pihak universitas bisa menerka-nerka seperti apa personalitas kita. Berita baiknya pihak AMINEF akan mengoreksi dua dokumen di atas. Setelah kita mengirimkannya ke AMINEF, AMINEF akan meneruskannya ke IIE (organisasi yang mengurus beasiswa Fulbright di Amerika) dan mengembalikannya ke kita dengan tambahan koreksi-koreksi yang harus dipenuhi. Jika ada teman foreigner (yang berpendidikan jangan yang asal. Heheh) , tidak ada salahnya untuk meminta saran dan koreksi dari mereka sebelum mengirimkan dokumen-dokumen kita ke AMINEF. Terutama untuk orang-orang yang tidak pernah belajar di luar negeri dengan bahasa perantara Inggris, terkadang tulisan kita “terlalu Indonesia” dan tidak menarik. Writing example adalah dokumen yang paling melelahkan untuk dibuat. Kita harus mengirimkan satu contoh paper berisi 10-15 halaman sebagai contoh tulisan/ riset yang kita punya. Terutama untuk S1, mahasiswa jarang membuat paper riset biasanya. Saya mengakalinya dengan menggunakan skripsi saya dan meng-compress-nya menjadi 12 halaman riset (baca : cut and paste, edit sedikit, minta bantuan google translate :p). Cukup melelahkan apalagi (sekali lagi) kalau status kita full time worker di perusahaan manapun.

 

Di tahap ini ada proses yang cukup penting juga yaitu mengisi form data diri dan pilihan universitas. Keduanya akan dipakai IIE untuk memberikan saran kepada kita universitas mana yang sebaiknya kita daftar nantinya. Bagian ini selain menarik juga cukup melelahkan. Bayangkan, selain dokumen-dokumen di atas yang harus SEGERA diselesaikan, kita juga harus rajin-rajin browsing di Internet mencari universitas-universitas yang nantinya cocok dengan tujuan belajar kita (dan tujuan jalan-jalan :p). Orang Indonesia biasanya hanya mengenal kampus-kampus Ivy Leagues atau Public Ivies seperti Harvard, MIT, Stanford, Penn State, Columbia Uni, U Penn, dsb. Masalahnya tidak segampang itu untuk masuk ke universitas-universitas ini so saya akan buat sesi khusus mengenai saran saya dalam memilih universitas-universitas di Amerika bagi kandidat Fulbright.

 

-bersambung-

8 thoughts on “Fulbright Journey (part 2) September 2010

  1. kalau memang keduanya sama2 berguna menunjukkan minat kita thd studi, lalu apa perbedaan mendasar dr personal statement dan study objective?

    bisa diberi contohnya..?
    (maaf kebanyakan tanya,hehehe)

  2. Study objectives -> what you want to study, three key reasons why you want to study those areas, your future objectives and how your study plan will help you achieve them.

    Personal statement -> give the reviewers more background about who you are as a person can be as education background, practical experience in your field of interest., special interests, career plans, etc.

  3. Bro, tulisannya mantab nih, bikin semangat para pencari beasiswa!!
    Tapi saya mau tanya, pengumuman fulbright grantee ini bulan september yah? Bisa tau gak kira2 tanggal berapa yah mas? (date di email nya kira2 kapan agar saya bisa prediksi, hehehe) soalnya, saya ada tawaran beasiswa lain yang sudah pasti, yang kurang lebih bulan september sudah harus berangkat.😀 such a dilemma mau daftar atau tidak.. :]

  4. saya selalu bertanya-benrtanya seperti apa proses seleksi Fulbright dan apa-apa saja yang harus disiapkan..akhirnya terjawab dengan membaca artikel di blog ini.. Thanks mas Yoel buat sharing pengalamannya. Tahun ini sy mencoba melamar beasiswa Fulbright program master dan yang akan saya pelajari adalah TESOL. Sy pelamar dari wilayah Indonesia Timur, tepatnya dari Kupang NTT. awalnya sy sedikit pesimis dengan peluang karena sy bukan lulusan dari Jawa tapi karena termotivasi dengan tulisan2 mas Panji sy akhirnya memberanikan diri untuk melamar dgn persiapan yg cukup lama. Sy mau tanya berkaitan dengan proses tahap ke2, setelah lolos wawancara. Saya bc salah satu syaratnya adalah GRE dan IBT TOEFL, karena untuk melamar universitas di Amrik,hasil dari 2 test ini sangat menentukan. Apa mas punya tips khusus untuk sukses belajar GRE? sy sempat download e-book GRE ETS dan sy lihat kalau testnya cukup menantang.

    saya sudah bertekad mau lolos wawancara ataupun tdk saya akan tetap belajar dan mempersiapkan aplikasi saya lebih baik lagi..

    sekali lagi terima kasih untuk infonya..sngat memotivasi sy untuk mempersipakan diri sebaik-baiknya!

    sukses selalu…🙂

    • tipsnya ya banyak2 latihan untung yg soal2 mat . and apalin vocab2 yang untuk verbalnya sih. hehe. pake flash card yang banyak ditemui di internet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s