Fulbright Journey (part 3) September 2010

-Tips Memilih Universitas di Amerika-

Tahapan pemilihan Universitas adalah seperti ini. Pada bulan September di form (online) pilihan Universitas kita akan menuliskan 3 universitas pilihan utama dan list universitas-universitas yang kita tertarik lainnya (jumlahnya tidak dibatasi). Berdasarkan pilihan ini, dan data akademis kita (GRE, TOEFL, study objectives, dsb), IIE akan mengirimkan proposal yang berisi daftar empat universitas yang mereka sarankan untuk kita daftarkan.

Ada beberapa aspek penting dalam memilih universitas di Amerika.  Tidak seperti di Indonesia dimana “hampir” semua Universitas unggulan ada di Pulau Jawa dan “major player” dari field tertentu mudah untuk dicari, memilih Universitas di Amerika cukup rumit (menurut saya?). Jumlah universitas yang SANGAT banyak, daerah yang SANGAT besar, budaya universitas yang berbeda dengan universitas di Indonesia, dan beragamnya harga tuition fee dan beasiswa dari kampus  merupakan factor-faktor penyebab rumitnya memilih universitas. Salah memilih Universitas mana yang ingin kita didaftarkan (hanya 4 universitas yang akan didaftarkan oleh Fulbright untuk tahap Master dan 6 (atau 5) univeristas untuk tahap PhD) bisa membuat kita kehilangan beasiswa ini atau berakhir di Universitas kelas dua “abal-abal” di Amerika. Sebagai contoh jika ada seorang kandidat memilih untuk didaftarkan di Harvard, MIT, Stanford, dan Penn State kalau nilai GRE dia pas-pasan dan tidak mempunya rekam jejak riset/ International paper yang bagus saya pastikan dia akan kehilangan kesempatan untuk belajar di Amerika pada angkatan tahun itu

Jika Anda adalah kandidat untuk program Master misalkan, konstelasi yang menurut saya paling cocok adalah : 1 Dream-University, 2 Good-Universities, dan 1 Safe-University. Dream University bisa diambil dari Universitas-Universitas impian semua orang (baca : mahal-susah masuknya-ekslusif) seperti Harvard, MIT, UT, dll. Good University adalah Universitas-universitas yang cukup bagus namun tingkat kompetitif untuk masuknya tidak seberat kampus-kampus Ivy Leagues atau Public Ivies. Safe University adalah semacam Universitas cadangan jika-jika Anda apes tahun itu dan tidak lolos di tiga universitas lainnya. Jangan sampai Anda tambah apes dengan kehilangan beasiswa Fulbright juga. Hehehe. Jadi gpp lah, terkadang univesitas Kelas dua di Amerika (Safe-Uni) masih lebih baik dr Uni di Indonesia dan ASEAN (masih bisa bangga bilang sekolah di Amerika :p). Untuk program Doktor bisa dimodifikasi sendiri (2 Dream, 3 Good, 1 Safe, dsb)

Nah masalahnya bagaimana memilih 4 Universitas di atas. Beberapa poin diabawah bisa sedikit membantu mengkerucutkan pilihan-pilihan Universitas.

  1. University Rank

Ada banyak situs yang menyediakan ranking universitas di Amerika seperti Usnews . QS, dll. Googling aja “University Rank in USA”. 10 Ranking teratas biasanya diisi kampus-kampus yang harus-super-kaya-atau-super-jenius-atau-punya-koneksi-super untuk bisa lolos seleksi. University Rank ini bisa dicustom sesuai dengan field kita misalkan di US news ada pilihan-pilihan seperti  “University Rank in Computer Science”, “University Rank in MBA program” , dsb.  Cara paling gampang : pilih satu dari 10 Uni teratas untuk pilihan Dream-University, pilih dua dari rank 11-80 untuk Good-Universities, dan pilih satu dari rank 80 ke bawah untuk Safe-University. Sebenarnya rank universitas adalah poin paling gampang untuk menentukan Universitas pilihan namun karena ini tentang belajar di level Graduate ada poin-poin penting yang menurut saya harus lebih diperhatikan yaitu poin berikutnya.

2. Program Jurusan –rekam jejak universitas di ranah ilmu yang ingin kita pelajari – kecocokan dengan dosen pembimbin

Program Jurusan

Mengenai ini cukup jelas tidak semua Universitas menyediakan program jurusan yang kita ingini. Ada program yang hanya menyediakan coursework program atau program yang hanya menyediakan PhD untuk graduate program (tanpa Master). Jumlah jurusan di Amerika juga cukup banyak dan spesifik. Di computer science misalkan, di Indonesia biasanya hanya ada dua atau tiga jurusan yang berhubungan dengan field ini : Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Ilmu Komputer. Di Amerika? Jumlahnya bisa menjadi belasan : Computer Science, Human Computer Interaction, Artificial Intelligent, Game Development, Information System, Information and Communication Technology, dst. Internet adalah kawan utama untuk hal ini, cukup melelahkan untuk membaca smua informasi yang ada di setiap kampus universitas tapi tidak ada cara lain drpd kita memilih kucing dari dalam karung.

rekam jejak universitas di ranah ilmu yang ingin kita

Pertanyaan utamanya adalah : Apakah Universitas yang kita daftar merupakan ‘major player’ di ranah ilmu yang kita pelajari. Cara paling gampang adalah dengan melihat di situs-situs konferensi International. Kampus mana yang paling ajeg bisa nangkring namanya di list paper-paper. Paper masih merupakan variable paling mudah digunakan untuk menentukan kualitas sebuah kampus. Banyak paper berkualitas (lolos organisasi international) yang dikeluarkan dari dosen-dosen di Universitas X = Universitas X adalah kampus berkualitas. So selamat ber-browsing ria/

kecocokan dengan calon dosen pembimbing

Di tahap graduate, dosen pembimbing sangat besar perannya. Di tahap seleksi, ia bisa membantu kita untuk lolos seleksi dan nantinya bisa menjadi dosen pembimbing. Sebuah kampus yang baik belum tentu mempunyai dosen pembimbing yang bisa menjadi supervisor untuk riset yang akan kita lakukan. Kesesuain topic riset kita dengan kualifikasi dosen cukup penting dalam hal ini. Jika di satu Universitas ada satu dosen yang sangat bagus di bidang yang akan Anda pelajari walaupun ranking Universitas itu kurang bagus menurut saya variable dosen harus lebih berat bobotnya disbanding dengan variable ranking kampus. Karena nantinya Anda akan “kawin” dengan si dosen pembimbing ini untuk menelurkan karya2 ilimiah dan bukan “kawin” dengan ranking univeristasnya. :p Setelah mendapatkan sejumlah nama “calon-calon pengantin” ini segera email mereka. Katakan maksud Anda (jenis riset ) dan minta Ia menjadi dosen pembimbing Anda dan lihat apakah dia cukup tertarik. Jika cukup tertarik biasanya sang calon akan membalas email Anda dan menyuruh untuk mendaftar di Universitas yang bersangkutan. Basa-basi kadang penting seperti menanyakan riset apa saja yang sedang dilakukan si dosen dan apakah Anda bisa bergabung di riset itu untuk tahun ajaran mendatang.

3. Tuition Fee + beasiswa dari kampus

Yap! Tuition Fee ternyata cukup penting walau Anda mendapatkan beasiswa Fulbright. (Konon katanya) sejak masa resesi Amerika beasiswa Fulbright tidak semuanya “full” lagi. Hehehe. Jadi harus pintar-pintar memilih Universitas. Fulbright sendiri sebenarnya ‘hanya’ menyediakan sekitar 30.000-35000$ per tahun. Uang tersebut harus cukup untuk biaya kuliah plus biaya hidup. Sedangkan rata-rata biaya sekolah + biaya hidup per tahun di Amerika sekitar 45000$. Itupun rata-rata, jika belajar di universitas swasta-mahal-bagus seperti Harvard atau tinggal di New York untuk belajar di Columbia total expensenya bisa melebihi angka 60000$ pertahun. Sebaliknya jika belajar di bagian selatan Amerika atau mid-west dan di universitas negeri yang murah biaya total setahun bisa ‘hanya’ 30000$. Lalu apakah penerima beasiswa harus menanggung biaya kekerangannya? Jawabannya Iya dan Tidak. Iya, karena keuntungan dengan mendapat beasiswa ini, IIE akan melakukan negosiasi ‘cost sharing’ dengan pihak Universitas setelah kandidat resmi diterima di Universitas tertentu. Intinya IIE akan mencari semua beasiswa lain yang memungkinkan yang disediakan oleh kampus sehingga budget “30.500/35000$” itu bisa cukup membiayai semua keperluan belajar di Amerika. Jadi berita bahagianya ketika mendapat beasiswa Fulbright sebenernya kita hampir pasti mendapatkan beasiswa dari kampus tempat kita akan belajar.

Berita buruknya? Sekali lagi karena resesi, mencari funding dari kampus bukan urusan mudah lagi. Pihak IIE terkadang kesulitan untuk mencari dana tambahan untuk masing-masing kandidat. Jika hal ini terjadi maka biasanya aka nada shortfall (kekurangan) yang harus ditanggung penerima beasiswa. Besarnya beragam dari 500$ per tahun hingga 17000$ per tahun (ini jumlah terbesar yang saya tahu dari angkatan saya). Tapi tidak banyak yang mengalami shortfall ini, mungkin 3 dari 10 orang perbandingannya.

Nah  apa hubungannya dengan pemilihan kampus. Tentu saja sangat berpengaruh. Jika memilih Columbia University (Kampus mahal plus tinggal di New York), total expensenya mungkin sekitar 60.000$ setahun. Otomatis IIE harus SANGAT bekerja keras untuk mencari talangan sebesar 30.000$ per tahun dari pihak kampus. Sebaliknya memilih universitas yang ada di kota dengan biaya hidup rendah (baca : desa) dan kampus dengan uang sekolah yang murah akan memperbesar kemungkinan kandidat untuk bisa mendapat beasiswa full (baca : tanpa keluar uang sepeser pun) tanpa usaha IIE untuk negosiasi dengan pihak kampus untuk keperluan ‘cost-sharing’. Jadi saran saya pilih kombinasi yang tidak menakutkan seperti “kampus mahal-tinggal di desa”, “kampus murah- tinggal di California atau Pantai Timur”, “kampus mahal – banyak tersedia beasiswa”, “tinggal di New York – sudah mendapatkan respon positif dari calon dosen pembimbing di kampus yang bersangkutan”. Pilihan kampus dengan kombinasi yang tidak menakutkan ini akan sangat membantu di kemudian hari, karena nantinya kita lah yang akan menentukan  tawaran kampus mana yang akan diambil. Bayangkan jika at the end kita diterima di empat universitas tapi semuanya ada shortfall. Cukup pusing juga.

4. Faktor-faktor pendukung lain

Faktor-faktor pendukung sangat banyak seperti : Cuaca, preference tinggal di kota besar atau kota kecil (desa), tempat tinggal  saudara/teman/pacar/pasangan hidup yang sudah terlebih dahulu belajar di USA, basecamp paling strategis untuk jalan-jalan keliling Amerika (kalau ini saya! :p), etc. Ada banyak mitos-mitos yang saya sendiri tidak tahu kebenarannya seperti daerah Selatan kurang bersahabat untuk orang asing karena mereka jarang mendapatkan International Exposure atau daerah tertentu sangat rasis dan sulit mendapatkan makanan yang halal (bagi yang beragama Islam). Saran saya lebih baik bertanya pada Permias di kota tempat Unversitas itu ada, sumber informasi yang lebih terpercaya dibandingkan dengan mitos-mitos ini. Karena namanya juga mitos : mungkin bisa benar mungkin bisa juga salah. Wikipedia juga sumber yang cukup terpercaya untuk mengetahui gambaran umum tentang kota-kota di Amerika. Saya cukup rajin browsing situs itu ketika memilih-milih kampus. Karena jangan sampai kita habiskan 2/5/7 tahun di kota yang jorok-super dingin-kanan kiri ladang Jagung smua- ga ada nasi &sambal karena jumlah orang Asia sangat sedikit. Heheheh. Salah-salah bisa syuting Chain Saw Massacre lagi. Hehehhehe

Side story : Waktu PDO saya bertemu dengan orang Amerika yang menceritakan pengalamannya bertemu salah satu penerima beasiswa dan akan belajar di daerah North Dakota. Ketika ditanya bagaimana kira-kira rasanya tinggal disana. Orang asing ini hanya bisa menjawab “Good Luck!”. Akakkakaka

Kesimpulannya dari empat poin diatas (yang beranak-cucu) selamat meramu pilihan Universitas yang akan Anda daftar. Fulbright akan membiayai semua biaya aplikasi (4 untuk master dan 5/6 untuk PhD) di luar itu kita bisa mendaftar sendiri jika dana berlebih. Keuntungan mendaftar sendiri tentu saja kemungkinan di terima di Universitas-Universitas “sombong” ini makin tinggi. Total biaya apply ke satu universitas biasanya berkisar antara (150-200$) untuk biaya pengiriman dokumen ke Amerika, biaya pesan nilai GRE dan TOEFL tambahan serta biaya aplikasi.

So jika sampai tahap ini selamat ‘meramu’ pilihan universitas Anda. Cukup menarik walau melelahkan. Selesai kah perjuangan? Nope. It was just started indeed.

-bersambung-

18 thoughts on “Fulbright Journey (part 3) September 2010

  1. mas, saya sangat ingin melanjutkan studi ke Amerika…. kalo boleh tau, apakah bisa mengambil jurusan lain yang berbeda dari jurusan S1 di Indonesia??? apakah ada peluang untuk mendapatkan beasiswa fullbright ini???

    • bisa aja mba. bbrp ada yang gt. s1 comp science, s2nya applied social psychology. Asal sekarangnya lebih banya bergelut di ilmu yang ingin dipelajari saja dan pny alasan kuat.

  2. mas, tulisannya inspired.. berarti satu tahun perjalanan untuk aply😥.
    saya berencana ambil economics/yg berkaitan dengan economics. mula browsing2 & memperdalam toefl..

  3. Terima kasih banyak, Pak. Tulisan ada sangat bermanfaat bagi saya. Sekarang saya masih duduk di kelas 12, saya ingin sekali melanjutkan study ke UCLA dgn jurusan dentistry. Apakah sebaiknya saya terlebih dahulu kuliah di Indonesia atau setelah graduate dari high school, saya apply beasiswa untuk kesana? Dan berapa lama waktu yg Bpk perlukan untuk proses apply hingga penerimaan beasiswa tersebut? Terima kasih sebelumnya.

    • kayaknya ga ada beasiswa buat S1 deh. Adanya cuman exchange student untuk satu/2 semester aja. Coba lihat di aminef.or.id. Lengkap koq informasinya.

  4. Sangat menarik, mas Yoel. Keep writing. Variasi pengalaman selama proses penerimaan beasiswa Fulbright memang berbeda masing-masing applicant. Ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Apa saja itu? Yuk, baca lagi tulisan mas Yoel.🙂

  5. selamat siang menjelang sore…
    saya mau nanya. sebulan yg lalu saya ikut seleksi wawancara program fulbright di surabaya. katanya beberapa minggu lagi akan diumumkan hasilnya. sampai saat ini saya belum menerima email konfirmasi apakah saya diterima atau tidak menjadi kandidat untuk melakukan proses seleksi selanjutnya. padahal rekan saya yg mengambil program S3 (saya S2) sudah mendapat konfirmasi bahwa dia lolos seleksi selanjutnya. yang mau saya tanyakan, apakah semua peserta wawancara akan mendapat email konfirmasi hasil wawancaranya ataukah cuma peserta yang lolos saja?
    terima kasih atas tanggapannya.

  6. ka saya mau tanya, kalo misalnya kita bukan dari universitas ternama di indonesia bisa gak ikut daftar beasiswa fulbright? makasih🙂

  7. Mas, untuk menghubungi dosen pembimbing, apakah kita harus hubungi beliau (dosen pembimbing) dulu?
    Kira-kira berapa persentase peran dosen pembimbing menentukan keterima fulbright atau tidak?
    Matue suwun..🙂

  8. Dear Mas Yoel,
    Saya Fulbright principal candidate untuk academic year 2014.
    Sekarang lagi bingung milih-milih universitas, mau tanya mas yoel sendiri pilih universitas apa dan di kota mana yah? Apakah ada shortfall? Kalau boleh tau, dari 4 universitas yang diajukan, mana saja yang dapet LoA nya? Apakah chance untuk keterima di dream university dan tanpa shortfall sama sekali itu kecil sekali ya mas?

    Thanks,
    Ayu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s