Fulbright Journey (part 6 -terakhir) Juni- September 2011

-Administrasi Kampus, Housing, Aplikasi Visa, dan Gateaway Orientation-

Tahapan ini sudah lebih santai. Status grantee sudah didapat, universitas sudah didapat, kejelasan cost-sharing (kalau ada) sudah didapat. Yang perlu dilakukan hanyalah mengurus administrasi kampus dan mencari tempat tinggal. Administrasi kampus  berupa pendaftaran untuk semester Fall yang biasanya diisi dengan memilih kelas yang ingin kita ambil. Tempat tinggal juga harus mulai dicari bisa on-campus atau off-campus. Kalau ada teman atau kontak PERMIAS di kota yang dituju, urusan ini akan jauh lebih mudah. Jika tidak ada sekali lagi Google is the hero for your life.

Segera setelah DS2019 sudah ditangan AMINEF maka AMINEF akan mendaftarkan grantee untuk wawancara visa di kedubes Amerika. Tinggal lakukan sesuai prosedur makan visa akan segera di tangan.

Setelah visa ditangan, grantee sudah bisa bernafas lega (sementara). Hanya tinggal menunggu waktu sampai terbang menuju Land of Dreams. Grantee biasanya tidak akan langsung ke kampus yang dituju tapi diwajibkan untuk menghadiri Pre-Academic Course atau Gateaway Orientation di kota yang berbeda. Jika nilai TOEFL grantee tidak terlalu bagus makan akan diatur oleh IIE untuk mendapatkan kursus Inggris intensif di Amerika (Pre-Academic Course). Waktunya beragam mulai dari 6 bulan hingga 2 minggu. Umumnya hanya 2 minggu. Jika nilai TOEFL anda sudah cukup bagus maka grantee hanya akan wajib menghadiri Gateway orientation selama 5 hari, semacam seminar orientasi bagi para penerima beasiswa Fulbright dari seluruh dunia.

Sebelum berangkat biasanya para grantee sudah resign dari pekerjaan sebelumnya atau mengambil sabbathical leave dari kampus. Seperti saya contohnya sudah resmi pengangguran sejak bulan Juli sehingga banyak waktu untuk persiapan (dan keliling Indonesia tercinta tentunya). Keringat satu tahun perjalanan mulai dari penyerahan aplikasi sampai mendapatkan visa terbayar sudah ketika kaki menjejakkan di tanahnya Obama (gratis. :p). Saya berdoa buat siapapun kandidat yang sedang membaca tulisan saya sampai part ini untuk tetap semangat! Perjalanannya panjang dan melelahkan untuk sampai mendapatkan secarik kertas yang ditempel di paspor hijau kita but I think it is worth it. Very worth it. Good luck for you!

PS : Semua tulisan diatas dari part 1-6 murni berdasarkan pengalaman penulis sebagai Fulbright Grantee pada tahun 2011 , bukan merupakan prediksi untuk proses beasiswa Fulbright di tahun-tahun berikutnya, dan bukanlah informasi yang formal dari AMINEF/Fulbright.

 

20 thoughts on “Fulbright Journey (part 6 -terakhir) Juni- September 2011

  1. Inspiratif! thanks ms sudah sharing pengalamannya…
    Yang mau saya tanyakan, apakah mungkin lulusan Univ. Swasta bisa mendapatkan beasiswa Fulbright?

  2. Surat terakhir yang akan didapat dari AMINEF dan yang paling ditunggu-tunggu adalah:

    “..We would like to inform you that we have secured your visa and international flight to U.S. Please find your international flight itinerary to US below..”

    Email ini sekaligus tanda bahwa “urusan anda dengan AMINEF sudah selesai, saat-nya berurusan dengan IIE” hahahaha..

    Thanks Yoel! gwe selalu merekomendasikan blog ini buat temen-temen yang bertanya soal proses seleksi beasiswa Fulbright, sekaligus bacaan buat gwe biar tetap SEMANGAT belajar di negeri orang yang jauuh..

  3. Wow. Luar biasa. Terima kasih banyak mas (atau pak?) Yoel atas semua ceritanya. Kebetulan saya salah satu applicant program beasiswa Fulbright (Master’s Degree) tahun ini, dan baru sore tadi dapat e-mail undangan interview dari AMINEF, yang rencananya akan diselenggarakan di Yogyakarta, Senin 12 September nanti (kebetulan lagi, saya juga berdomisili di Solo).
    So apparently my battle is just about to begin! I’m so nervous and excited at the same time. :-s
    Again, thank you very much for taking your time to share this wonderful experience. Saya ijin bookmark, ya, blognya.🙂

  4. Tulisannya sangat bermanfaat nih *acung jempol*
    jadi motivasi juga bari para pemburu beasiswa😀

    Mau nanya donk bung Yoel… biasanya kan beasiswa fulbright diutamakan diberikan kepada kalangan akademisi (dosen2 dan peneliti), bagaimana jika saya masih fresh graduate yah bung? rencanya sih akhir tahun ini saya lulus s1 dan nanti april 2012 mau coba daftar fulbright master degree

    berdasarkan pengalaman bung tahun lalu bagaimana? apakah memang kebanyakan para dosen2 gitu? atau bahkan ada yang fresh graduate atau bekerja di perusahaan?

    oh ya, kalo boleh tau, ambil kuliah apa disana?😀

  5. Yoel! udah nyampe tanah obama aja. jadi inget pas taun lalu gagal bareng di depkominfo. turns out the reality is a lot better now, doesnt it? ;))
    congrats yaaaaa.. sukses dan lancaar kuliahnyaaaa😀

  6. Bung Yoel, mau nanya2 lagi nih.. Kemaren saya ambil iBT toefl. baru saja dapet email dari ets.org, katanya saya dapet 84, padahal targetnya mau minimal 100😥

    saat ini sih saya ambil iBT hanya sbg syarat untuk lulus S1 dari univ saya. saya punya rencana maret tahun depan untuk apply fulbright master degree…😀

    kira2 nilai segitu jadi ganjalan gak yah buat mengejar fulbright?
    rata2 univ di us sana butuh score minimal berapa sih buat s2 di computer science?

    • gpp. batas minimal aminef kan 80. nanti kalo sudah jadi kandidat jg disuruh ambil tes lagi. baru dikejar 100.

      beda2 kayaknya tiap uni, antara 80-100. 100 lah biar aman. hehehe

  7. Waaaah, baru baca part 1-6 *telat banget* :p Panjang banget ya prosesnya. Maret-April 2010 mulai daftar, September 2011 mulai kuliahnya ya *CMIIW* Moga sukses di sana Yoel. Keren banget lah bisa kuliah di Amerika😉

  8. Yoeeeeeeel… Pandhawa pertama yg menginjakkan kaki di tanah Obama..😀 Iya nih sama kaya reisha, baru baca jug wonderful journeynya.. Keren! Sukses ya di sana, El! Pokoknya kabar2in kalo balik ke Indo…🙂

  9. Thank you for sharing. i find your blog extremely helpful. bener2 ngasih gambaran sebenernya harus ngapain aja siy, mau coba tahun 2013. tnyata prosesnya lebih dari 1,5thn, saya kira berangkat tahun itu juga. kalo boleh tau tahun 2011 berapakah rata-rata living allowance yang diberikan oleh fulbright (saya mengerti ini tergantung wilayah), tetapi saya akan membawa anak saya yang berusia 3thn, memungkinkan kah mengambil master dengan membawa anak saja? apakah living allowance-nya cukup. apalagi saya baca, mungkin sekali scholarship grantee harus membayar shortfall biayanya. TIA

    • Kayaknya stipendnya antara 1100-ish sampai 1800-ish. Kalau dari cerita2 yg bawa keluarga, dgn stipend seperti itu tampaknya agak mepet kala membawa keluarga. Biasanya mereka mencar support tambahan (dar kampus tmot mreka bekerja di indo, dsb)

  10. Tulisan yang sangat berkualitas, I am selected for interview in Surabaya…bit nervous but after I read your blog, I get stress hahahaha😀 I am joking, it very helpful for me. It’s mean I have to preparing since now. And I realized one thing “bisa menembus America untuk sekolah, itu adalah prestasi besar”
    Wish me luck. Salute🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s