Panah Asaf – Kaledoskop Raja

Posting kali ini gw dedikasikan buat sebuah band yang lagu2nya menemani gw selama di depan ipad/computer ngerjain tugas or baca paper. Thank you!


Semua berawal waktu pertama kalinya gw mengunjungi Gereja Mars Hill di University District area. Jadi Mars Hill itu semacam megachurch (controversial) yang tiap minggu, para jemaatnya berkumpul tersebar di beberapa area di Seattle (tidak berkumpul di satu gedung gereja super gede layaknya megachurch2 di daerah Selatan US). Nah atas rekomendasi seseorang, gw coba deh dateng ke gereja ini di masa-masa awal gw masih mencari gereja local.

.
Waktu pertama kali masuk gedung gerejanya, gw merasa agak asing karena mungkin bentuk gerejanya yang super kuno. Gw pun naik ke balkon karena waktu itu lantai satu cukup penuh karena gw agak mepet datangnya. Band pun mulai memimpin praise and worship. Anehnyat tidak satupun lagu2nya yang akrab di telinga gw. Berbeda dengan gereja The City (gerejanya Judah Smith) yang gw kunjungin minggu sebelumnya. Lagu2nya masih tidak awam karena mereka menyanyikan lagu2 CCM dari Hillsong, Planetshakers, Chris Tomlin, dsb.

.
Tapi somehow, gw cukup nyaman menyanyikannya. Untuk kategori musik, gereja gw yang lama bids dibilang cukup keras dan kontemporer. Gimana dengan musik gereja ini? Mereka bermain dengan lebih keras! haha. Komposisi band yang memimpin pujiannya cukup unik, selain ada instrumen yang biasa dipakai di musik kontemporer gereja (gitar, bass, drum, keyboard) ada tambahan trumpet, trombone, cello, dan biola.

.
Gw ga sadar kalau itu awal dari jatuh cinta gw ama musiknya King’s Kaleidoscope.

Yap. Beberapa minggu setelahnya gw baru tahu kalau nama band yang mimpin P&W waktu itu adalah King’s Kaleidoscope. Mereka mengakui dirinya as an indie rock worship band tapi anehnya semua lagu-lagunya adalah lagu hymne yang diaransemen ulang. And akhirnya gw baru tau kenapa ga ada satupun lagu-lagu mereka yang gw tau, lahir dan tumbuh besar di gereja yang menggunakan lagu kontemporer, gw jarang banget nyanyi lagu hymne.

.
Tapi kesan kuno dan usang jauh dari lagu-lagu mereka karena mereka mengaransemen ulang semua lagu-lagu hymne itu. Buat kuping gw yang tuli-musik ini, gw cukup bisa enjoy. Plus ga bisa dipungkiri kalau lirik lagu-lagu yang berumur ratusan tahun ini memang bagus –makanya mereka bertahan sampai sekarang.


CD pertama yang gw punya judulnya “Sin”. Ada tujuh lagu disana and my favourite song from that album is “How deep the fathers love for me”. Entah kenapa ga bosen-bosen denger lagu itu. Recommended!

.
Dulunya King’s Kaledoiscope adalah band resmi Mars Hill di U District, tapi sekarang Mars Hill Ballard (Mars Hill cabang lain)berhasil “menculik” mereka. Bummer! Kadang-kadang aja mereka main ke gereja di U District and I am always super excited kalau mereka lagi main. Haha. Walau kadang efeknya susah buat focus ke Tuhannya and ga focus ke bandnya. Hahaha.


Sejak dari album Sin, kayaknya banyak personel band yang ditambah/diganti karena kalau dilihat di cover CD Sin cuman ada tujuh orang disana. Padahal sejak dari pertama kali gw liat mereka kayaknya jumlah personelnya lebih dari itu. Sekarang ada dua belas orang yang resmi jadi anggota band itu walau terkadang ga semuanya main bareng-bareng. Si cewek-cantik-yang-suka-ganti2-main-biola-and-piano-itu misalnya, suka jarang tampil. Hahahah.Yang gw sempet kenalan cuman si pemain bas, namanya Eric. Karena sesama penggemar makanan asia di rimba Seattle ini, nyambung aja kalau ngomong. Dia juga orang bule kedua yang gw ketemu disini and tau makanan Indo.

.

Tapi tebak siapa favorit gw? Si pemain Cello! Hahah. Kalau dari foto yang paling atas, dia cewek-dengan-ukuran-badan-yang-agak-lebih-dari-biasanya yang berdiri paling kanan. Entah kenapa asik banget liatin dia main cellonya, super serius and super ekspresif. Apalagi di sela-sela bandnya main si cewek ini suka masuk dengan teriakan2 vocalnya. Hahah. Weird but cukup menarik.

Tepat hari ini, band ini ngeluarin album barunya. Judulnya Asaph’s Arrow. Gw langsung beli online. Ga mahal, karena sistemnya donasi dengan minimal 3$. Tapi ga ada lagu yang baru di album ini, semuanya hampir lagu-lagu yang biasa mereka nyanyiin di gereja. Bahkan beberapa lagu hanya diaransemen ulang dari album sebelumnya (Sin). Tapi namanya udah jatuh cinta, seharian ini gw dengerin lagu2nya berulang-ulang. My favourite? Jesus paid it all! Haha.

.
So buat yang mau mencoba denger lagu2 himne yang enak didenger (menurut gw), silahkan dicek di http://marshill.bandcamp.com/album/asaphs-arrows buat album barunya (“Asaph’s Arrows) and http://marshill.bandcamp.com/album/sin buat album sebelumnya (“Sin”).

.

Ini video wawancara worship leadnya di beberapa adegan nampak bandnya sedang memimpin worship. Dia paling suka “nyeker” kalau di depan. entah kenapa. haha


PS : Photos are taken from the following sites :

http://marshill.com/music/albums/sin ; http://marshill.com/music ;
http://theresurgence.com/pages/kings-kaleidoscope-sin ;
http://marshill.com/2011/10/06/the-musician;
http://cameroncowles.com/blog/musicians/kings-kaleidoscope;

2 thoughts on “Panah Asaf – Kaledoskop Raja

  1. I love this BAND!!! They are rock!!
    Hahahaha… mungkin krn emang gw pencinta lagu2 lama yg evergreen gitu deh ya, sampe lagu worship pun evergreen style (baca: hymn).

    Hm, nyonyo punya sukaan baruuuu…. *nyengir*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s