Mao Tse Tung atau Soekarno

I just got a Chinese Visa – aka surat ijin masuk and tinggal sementara di China.

Pertama kali ke China tahun 97 dulu. Kakek dari nyokap ajakin kesana untuk ngelihat kampung halamannya kakek buyut gw. Nyokap gw memang masih bisa disebut dari keluarga “totok” karena dia masih generasi ketiga keturunan China yang tinggal di Indo. Sedangkan papa udah “babah”, udah ga tau generasi ke berapa dia di Indo. Malah gw curiga kalau pasti udah terjadi kawin campur dari jalur keturunan papa. Karena kalau dilihat dari bentuk fisik papa, kayaknya dia ga 100 persen mongoloid walau namanya masih Liem Eng Tiong. haha.

Ngomongin tentang keturunan Cina, Indonesia lagi rame ngomongin Jakarta Election. Dimana salah satu cawagubnya merupakan orang Indonesia keturunan Cina. Sayang sekali karena isu rasis dihembuskan dimana2. Kejadian yang paling rame ketika  Rhoma Irama memberikan kotbah, yang intinya bilang “Jangan berikan Jakarta pada orang Cina”. Hahahah
Sedih juga, karena kita yang notabene orang Indonesia ini masih dianggap orang luar. Coba kata Cina di kalimat “Jangan berikan Jakarta pada orang Cina” diganti dengan suku lain. Seperti “Jangan berikan Jakarta pada orang Jawa”, “Jangan berikan Jakarta pada orang Batak”, or “Jangan berikan Jakarta pada orang Minang”. Terasa ganjil kan? Tapi propaganda kalimat “Jangan berikan Jakarta pada orang Cina” masih laku untuk dijual.

Mungkin karena orang Jawa, Batak dan Minang dianggap orang Indonesia 100%. Sedangkan orang Indo keturunan Cina kadang masih dianggap orang asing. Padahal yah, kalau gw disini ditanya “kamu orang apa?”. Ya gw bilang “I am Indonesian”. Ga ada identitas lain.

Gw pun jauh lebih Indonesia daripada Cina. Bekerja bareng 2 orang Cina daratan selama summer ini, gw semakin ngerasa kalau gw sangat Indonesia, dan gw dikit banget mirip2nya ama orang2 dari Cina daratan ini. Tapi sedihnya, di Indonesia sendiri masih aja kadang gw diragukan ke-Indonesia-an gw.

Emank kalau gw bukan Indonesia, gw orang apa donk? Kalau kesetiaan gw bukan buat Indonesia sekarang, trus ke siapa donk? Ke negaranya Mao Tse Tung sana? Gw ga pernah baca buku merahnya Mao Tse Tung. Kalau pancasilanya Soekarno gw masih inget. Padahal sila ke-4 nya panjang gt. :p

Mungkin orang Indonesia yang keturunan China lebih cinta tanah asal nenek moyangnya. Padahal..

Orang buat masuk ke negaranya aja gw harus apply Visa….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s