What I noticed from China

Beijing trip (Sept 10th – Sept 20th) part 1

Yihaa! Akhirnya ketemu wordpress lagi. Tanpa perlu VPN ataupun proxy. Hehe. Sepuluh hari gw di Beijing, dan sepuluh hari juga harus bergaul dengan the Great Fire Wallnya. Amit2 deh kalau tinggal disana, harus pake VPN terus.

I ‘plan’ to write some writing about this trip. Dari 10 hari itu 3 harinya gw “kerja” ama si professor. SIapin presentasi, presentasi, dll. Tapi sisanya jalan2. ahhaha. Si professor juga cuman 3 hari itu aja di Beijing, jadi sisanya kita (6 orang US students) diserahin ke Tsinghua students buat ditemenin jalan2. Fun banget, bener2 enjoy liburan gw kali ini. hahah

So without further a do,I will start with my general view about Beijing (or China). Of course, tulisan ini sangat generalisir dan stereotipikal karena ya gw cuman 10 hari disana, di Beijing pula.

China udah cukup maju.

Sebelum gw ke Beijing, gw ga expect banyak tentang negara ini. Karena dari bayangan gw yang pernah ke sana sekitar 13 tahun yang lalu, China ga banyak bedanya dengan Indonesia. Tapi trip kali ini mengubah semuanya. Mungkin karena gw perginya ke pusat pemerintahan juga sih, jd kaya ke US tapi cuman liat kota2 besarnya tanpa melihat kota2 kecilnya. Jadi mungkin penilaian gw bisa ga objektif.

Teringat dengan beberapa tulisannya Dahlan Iskan, yang dia pernah bilang kalau setiap kali dia mau cari inspirasi maka dia prefer buat pergi ke China daripada ke Eropa/US. Mungkin ada benarnya karena kondisi orang China dan orang Indo lebih mirip dibanding dengan orang Eropa. Sama2 populasi padat, budaya ga tertib Asia, dll. Tapi mostly China (Beijing) bisa menangani ini.

Beberapa kemajuan dia bisa dilihat dari public servicenya. Subway-nya handy banget buat kemana-mana. Walau kalau rush hour harus empet2an ama orang banyak.  Jalanan lebar and sedikit macet. Dari salah satu Tsinghua student gw dapet info kalau sistem buat dapet licence mobil/motor mereka cukup ribet. Membuat orang untuk susah mendapatkannya karena terlalu mahal. Jadi untuk ring2 pusat kota hanya mobil/motor dengan plat khusus yang bisa melalui daerah ini. Dan harga plat ini cukup mahal. Efeknya I saw tons of people were using bicycles. Jalanan and pemandangan cukup bersih. gw pikir bakal kumuh kaya Jakarta karena sama2 menampung jutaan orang. Tapi ntah kenapa bisa survive itu kota walau dipadati kurang lebih 25 jt manusia. Salut for this case.

Aman + Cukup ramah + nyaman untuk turis

Secara umum gw merasa aman banget jalan2 di Beijing. Beda ketika gw jalan2 ke South East Asian countries. Dan setelah gw nanya2 violent crime disana emank jarang banget. Mungkin itu salah satu penyebab gw liat banyaaaak banget turis asing disana. Jauh lebih banyak daripada kalau gw ke kota tuanya Jakarta. Asli. Bule dimana2. Padahal yah orang Chinanya dikit banget yang bisa ngomong Inggris, tp si bule2 ini pada nekat. Mungkin karena emank negaranya cukup nyaman and aman untuk turis.

Spot2 untuk jalan2 pun cukup banyak. Ada Hutong area yang mirip Khaosan roadnya Thailand. Bedanya daerah ini lebih ga ghetto aja dibanding Khaosan road yang tiap satu blok lu bakal didatengi scammers. Ada tempat2 bersejarah kaya Temple of Heaven, Forbidden City, Summer Palace, Tianamen Square, atau the Great Wall. Mau ke gedung2 modern dengan arsitektur keren ada Bird Nest Stadium, Olympic Park, CCTV tower, etc. Mau belanja barang2 bermerek and Wangfujing area yang mirip kaya Paris Van Javanya Bandung (dengan besar 20 kali lipatnya tapi).

Orang ngeludah + Toilet Super

Ini yang jorok. Suka liat orang ngeludah dimana. Plus public toilet2 super ajib itu. Haha baunya yang ga masuk akal sih. Ditambah konfigurasinya suka aneh2. Ada yang toilet jongkok tapi ga pake pintu. Jadi gw yang masuk juga kaget aja, liat ada homo sapiens pada jongkok smua sambil do their business. Pemandangan super melebihi liat jasadnya Chairman Mao. Haha. walaupun ga pernah ngadepin toilet2 yang super kaya yang diceritaiin ama Trinity (naked traveler) di bukunya sih. Kayanya dia explore ke kota2 yang lebih kecil dari Beijing.

No English + Loud voice

Even orang hotelnya kaga bisa ngomong Inggris!!! gw ga tau gimana bisa survive disana tanpa orang2 lokal yang jd host kita. Beneran. Parah. Buat pesen bubble tea aja gw bisa spend 5 menit buat pake bahasa tarzan. Ga salah makanya gw liat ekspat2 disana akhirnya pada bisa ngomong Chinese. mau gimana lagi. Kalau ga, ga bakal survive. Disana gw beberapa hari main ama temennya Alexis, namanya Liz ekspat dari US yang kerja disana. Beberapa kali waktu dinner dia bawa temen2nya juga. Unik aja, liatin those white guys pada ngomong Mandarin. Sementara gw yang orang Indo-Chinese ini cuman bisa ngomong “tue tue tue tue” (Okay, okay, okay), atau “pu tong” (I dont understand). Hahhaha. Ciri khas orang Chinese juga mereka super loud kalau ngomong. Udah kaya teriak2 and marah2 aja lah. Apalagi kalau di handphone. Heran gw. Padahal kaga marah2 juga. emank dari orok mereka sound system-nya seinhesser smua kali yah.

Biaya hidup hampir sama ama biaya hidup middle class di Jakarta

Kecuali biaya sewa tempat tinggal yang lebih mahal, transportasi + makan di Beijing kayaknya hampir sama ama di Jakarta. Naik subway sekali jalan 2 yuan (skitar 3ribu rupiah). Sekali makan bisa antara 50 – 80 yuan rata (75rb -120 rb). Biaya makan lumayan mahal sih. Tapi mungkin karena kita diajaknya makan ke tempat yang enak2 terus. Waktu gw nanya ke salah satu student, ttg brp duit yang dia spend (tanpa sewa dorm) tiap bulannya dia jawab sekitar 2000 yaung (3 jutaan). So mirip2 biaya hidup mahasiswa di Bandung/Jakarta lah. Makanya orang Indo suka pada travel ke China, mungkin karena biaya yang murah ini.

-to be continue- (kalau niat)

One thought on “What I noticed from China

  1. loud voice, eta pisan, haha. kayaknya di mana-mana mereka selalu terdengar “ribut” deh. katanya gampang banget ngebedain rombongan turis jepang n cina. kalau yg anteng brarti jepang, kalau ribut berarti cina. haha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s