Rokok dan Alkohol

Tumbuh besar di keluarga yang anti rokok, gw selalu kurang sreg ama orang yang ngerokok. Bahkan lebih parahnya, gw sering denger dari Gereja atau keluarga kalau ngerokok itu dosa. “

Sampai akhirnya di US gw ketemu dengan satu temen gereja yang ngerokok. Dia salah satu pemimpin di gereja, dan pernah memimpin gw juga. Kontan, persepsi gw tentang rokok agak berubah. Melihat karakter si orang ini, gw jadi belajar buat ga men-judge orang dari rokok yang dihisapnya.

Gw pun memberanikan diri untuk bertanya ke salah satu deacon (pemimpin gereja di bawah pendeta) di gereja. Tentang boleh atau tidaknya merokok. Dan dia jawab kalau buat dia ngerokok itu ga dosa. Sah-sah aja. “It is just stupid for me” kata dia. Dia pikir itu pilihan seseorang untuk merokok, bukan masalah dosa atau ga. Tapi tentang apa keputusan itu bertanggung jawab buat diri dia atau ga. Selama rokok ga menggantikan posisi Tuhan dan ga addicted, ya gapapa. Walaupun masalahnya jarang buat ga addicted setelah terbiasa untuk merokok.

Rokok memang hal sensitif di gereja. Sebagian orang memakain ayat “Tubuh kita adalah bait Allah”, sebagai senjata untuk menyatakan bahwa rokok itu dosa. Tapi jika ini benar, tentu saja makan chiki, kripik maicih, dan makanan2 lainnya yang mengandung msg juga dosa juga. Minum kopi, ga olahraga, tidur larut malam, dan kebanyakan menghirup udara Jakarta bisa dikategorikan dosa juga.

Suatu waktu gw diajak Adam and Dan, temen kuliah buat ngehisap cerutu. Ya gw coba-cobain aja. Dan I think pengalaman itu  cukup liberating for me. Karena gw belajar buat ga melihat sesuatu dari kacamata hitam-putih, bahwa semua yang merokok itu dosa.

Cerita dengan minuman alcohol juga hampir mirip. Kebiasaan minum alcohol sangat jarang di keluarga gw. Dan ntah kenapa image orang yang minum alcohol lumayan jelek banget di Indo.

Tapi di US, minum minuman ber-alcohol seperti beer, wine, and cocktail jadi ajang bersosialiasi. Minum alcohol bukan suatu hal yang wah, hampir sama kaya ke warung-nasi-kucing di Solo. Dan ga ada hubungannya antara minum alcohol dengan karakter lu. Gw punya banyak temen, yang setiap kali ngumpul dia suka banget minum beer. Tapi ya orangnya baik2 aja.

Karena pengalaman2 itu pandangan gw akan rokok dan alkohol berubah. Tentang dua hal itu, gw merasa menang. Alcohol dan rokok menjadi sesuatu yang tidak menakutkan lagi. Gw ga parno ama mereka. Suatu hal yang penting, karena ketika gw parno ama mereka sebenernya gw ada dibawah kendali dua barang itu. Manusia harusnya tidak perlu dijajah oleh benda mati, baik itu alcohol maupun rokok.

Ketika gw parno ttg alcohol dan rokok, ketika gw punya streotipe yang buruk ttg orang yang make alcohol dan rokok, sebenernya membuat gw ga beda jauhnya ama orang2 yang parno ama konspirasi-Yahudi-dan-Amerika-dan-antek-anteknya.Tapi goblok juga ketika gw udah terbuka ama dua hal ini terus gw menjadi budak mereka karena terlalu addicted.

Gw masih ga suka asap rokok dan masih ga suka merokok. Tapi pandangan gw tentang rokok berubah. Pandangan gw tentang orang yang merokok juga berubah. Minum dua gelas wine udah bikin muka gw merah. Minum pumpkin beer yang keras gw juga masih ga terlalu suka. Tapi pandangan gw tentang minuman beralkohol dan orang yang minum alcohol telah jauh berubah. Aktivitas yang berhubungan dengan dua benda itu tidak serta merta mendefinisikan identitas seseorang. Eventhough it may explain about them.

Trus gimana tentang Ganja? Ya dipikir sendiri. In some regions it is legal to use it. However, daging manusia lemah dan kita harus tau batas-batasnya. Setiap pribadi harus bertanggungjawab dengan keputusannya sendiri. Kalau tau gampang banget addicted ama rokok atau alcohol ya jangan main api.

Kesimpulan dari tulisan gw ini, benda mati ataupun streotipe tentang benda mati ataupun pandangan tentang orang yg memakai benda mati tidak boleh menjajah manusia yang bebas.

5 thoughts on “Rokok dan Alkohol

  1. Kalo tentang pornografi kamu punya pandangan juga, apakah hal itu dosa? Kemudian, punya istri dua, dosa juga nggak? Selanjutnya, selingkuh dosa atau nggak?

    • jika tidak keberatan saya ingin share tentang pandangan saya tentang dosa dengan pornografi, poligami, mungkin rokok dan ganja.

      tanggapan ini adalah share saya sebagai orang yang percaya kepada Tuhan dan ingin menyenangkan hati – Nya.

      saya tidak akan menghakimi seseorang berdosa atau tidak jika melakukan hal – hal yang disebutkan di atas, karena saya manusia yang bisa salah jadi biarlah Tuhan yang menjadi hakim.

      tapi saya belajar tentang Tuhan dan kekristenan, yang saya dapatkan adalah bahwa Tuhan yang saya sembah tidak suka dengan pornografi karena termasuk zinah, poligami, rokok dan ganja juga tidak Ia sukai karena berdasarkan penelitian bisa merusak kesehatan dan tak berguna.

      jadi untuk menyenangkan hati – Nya saya tidak akan melakukan apa yang Ia tidak suka.

      lagi pula semua hal itu tidak akan mendekatkan saya dengan Tuhan jadi saya menjauhinya.

      sekali lagi ini hanya pendapat saya, no offense, dan mungkin pemikiran saya kuno, tapi ya memang begitu adanya.

      terimakasih

  2. well, rokok, minuman keras, pornografi, dan semua hal yang bisa kita lakukan dalam hidup, paulus bilang tidak ada yang haram (paulus bisa jadi saja berbicara atas dasar pengetahuan dan penganalannya atas tuhan) tapi tidak semuanya berguna. dan dalam konsep iman kristen yang saya pahami (meskipun sepanjang hidup saya hingga saat ini dan bahkan ke depan, saya masih berjuang untuk terus melakukan kehendak tuhan), jika kita tahu apa yang baik dan kita tidak melakukannya, maka kita berdosa (Yakobus 4:17). sedangkan rokok dan ganja jelas2 banyak mendatangkan keburukan bagi kesehatan (kalaupun ada kebaikannya, saya rasa banyak sumber alam lain yang bisa menggantikan fungsinya), lalu minuman keras (saya rasa wine tidak termasuk di dalamnya, karena wine sejatinya anggur, mirip2 tape lah, yang lewat proses fermentasi, dan juga beda dgn kandungan alkohol sintetis pada minuman keras lain). so, why use/do something that bring no benefit to our health?

  3. Masalahnya mostly org itu ketagihan dg rokok karena efek penenangnya yg katanya bisa bikin tambah konsentrasi dan kata teman saya bisa meringankan pikiran dr masalah. Ada banyak cara benar untuk merilekskan pikiran without that poison, be wise. Utk rokok ketahuilah org ga kenal Tuhan aja tau itu buruk bagi yg aktif apalagi yg pasif. Dan OMG soo LOL km tau gereja di US itu menjamur mulai dari yg bener smp yg meragukan dan kamu percaya dg pemikiran mereka karena org2 itu berlabel gereja?? Disana aja ada gereja yg bersedia mendampingi pernikahan gay, you are so simple minded.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s