2 bulan di Singapore

Tanggal 4 Agustus ini bakal bikin gw tepat dua bulan di Singapore. Ternyata baru 2 bulan, padahal gw rasanya uda lamaaa banget disini. Hahaha. Mungkin karena rutinitasnya lebih monoton, kerja – weekend play hard – kerja lagi – dst. So apa kabarnya Singapore? Berikut 10 hal yang gw rasain dan pikir tentang Singapore.

1. Negara super kecil

710 km2 buat satu negara. Gila ga. Jakarta aja (jakarta doank lo bukan daerah2 suburban di sekitarnya) luasnya lebih gede 740.3 km2. Seattle kotanya doank aja sekitar 360 km2. Seattle doank. bukan King County. Sangking kecilnya gw jadi ngerasa terkungkung, Bahkan ada temen yang suka naik sepeda and dia bilang kalau dia mau ngiterin pulau singapore, dia cuman butuh waktu sekitar 5 jam. Bayangin aja, ngeputerin keliling sebuah negara dalam satu hari. Sounds really cool and it really describes on how small is this country

2. Public transportation SUPER bagus

Kalau yang ini jangan ditanya. MRT systemnya maknyus banget. Mau kemanapun bisa. Memang cukup padat jumlah penumpangnya waktu jam2 pulang kantor. Tapi masih ga sepadat pengalaman gw di  Beijing. Untuk urusan public transportation ini negara Singa ini oke banget lah. gw kasih empat jempol gw.

3. MRT station and mall

Kalau di Jakarta, sebagian besar hidup orang dihabisin di jalan karena macet. Kalau di Singapore, sebagian besar hidup orang dihabisin di tempat kerja, MRT station, and mall. Sungguh! Hidup gw bener2 cuman berputar di 3 tempat itu. Makan dimana? Mall. Ketemuan dimana? Mall. Jalan-jalan ama temen dimana? Mall. Apalagi itu di Orchard road, 5th avenue-nya New York aja kalah I think. Satu jalan sederetan isinya mall semua.

4. Good food. Titik.

Oh yeah. Gw ga berani nimbang. Hopefully gara2 jalan terus, berat gw ga terlalu naik. Food is really good here and relatively cheap. You can grab a really good lunch with only 3 bucks in a hawker centre. Lumayan surga buat gw since I don’t need to cook anymore. Haha

4. Multi ras dan etnis

Chinese. Indian. Singaporean. Malaysian, Filipino. Bangladesh, Pakistan. Indonesia. Hampir semua negara Asia gampang ditemuin di Singapore. Bule2 kaukasian juga ada dimana-mana. Walaupun tentu saja ras Chinese paling banyak ditemui disini. Antar orang Indo juga suka ngomongin orang negara lain. Pake kode2 kalau ngomongin di depan mereka. OI -> orang India. OF -> orang filipina. dst which I think much better than kode2 orang Indo di US (bawang -> orang India, madura -> orang meksiko, daratan -> chinese, hahahha)

5. Singlish yah? Can can!

Oh yeah. The infamous Singlish is everywhere! I just learned the meaning of “ta pau” 2 weeks ago which mean “to go”. It is so funny. Kadang bahasanya dicampur2. COba lihat ini -> “Iced Tea kosong Si”  itu kalau gw ga salah artinya es teh (iced tea) ga pake gula (kosong) tapi pake condensed milk (Si).  atau “Kopi Si Peng” -> Kopi dingin (si) pake susu (Peng). Keren lah campur2 bahasanya. Haha

6. people (unfortunately) are not that nice

Oh how I miss kehangatan orang US. People do not smile very often here. They don’t ask you how are you doing. And when you ask them “how are you doing?”, they will stare at you thinking that you are just a weird hobo. Sometime people are rude too. Beberapa kali gw temuin petugas2 jaga toko yang super rude.

7. Expensive books and clothes

Gw pikir barang2 di singapore dulu lebih murah. Karena orang Indo pada kesini buat belanja. Gw cukup surprise, krn kecuali makan and transportasi gw temuin kalau semua barang consumer goods di sinin lebih mahal dibandingin di US. Merk2 yang di US udah kaya merk murah kaya H&M atau GAP, harganya termasuk mahal disini. Apalagi kaya Abercrombie and Fitch, I saw many people wearing this brand here. PAdahal harganya bisa lebih mahal 30%an dr harga barang yg sama di US. Cukup kecewa gw kenapa gw dulu gw ga shopping spree di US sebelon gw pindah sini. Harga buku juga relative mahal. Mungkin karena ga ada competitor seperti amazon. Hidup di 3 negara, makin bikin gw liat how ga adilnya dunia ini. Somehow memang penjajahan dalam bentuk tidak fisik memang terjadi. Bayangin aja baju GAP yang sama yang made in Indonesia, dijual dengan harga 300ribu di Indonesia yang fresh graduatenya gajinya 3 jutaan, 330 ribu di SIngapore yang average fresh graduatenya gajinya 25 jutaan, dan 150 ribu di US yang average fresh graduatenya gajinya 60 jutaan.

8. (Very) Expensive cars and housing

Oh yeah. Buat dua hal ini Singapore ga ada yang ngalahin. Buat menekan jumlah mobil yang beredar di kota super kecil ini, pemerintah kasih tax mobil yang ajubile jumlahnya. Misalin mobil hrga 75k sgd, berapa jumlah pajaknya? 107 ribu!!!! gila ga. Bayar taxnya jauh lebih mahal dari harga mobilnya. Selain itu itu tax cuman buat sepuluh tahun pemakaian doank. And harus bayar lagi nantinya.

Housing juga super expensive. Mostly orang tinggal di apartemen subsidized dari pemerintah (baca: rumah susun tapi bagusan dikit). Ga ngebayangin kalau punya anak-anak and harus tinggal di apartemen seumur hidup. Stress ga sih?

9. Kiasuwan dan Kiasuwati

Pernah ada survey buat foreigner yg tinggal di singapore dan singaporeans. Pertanyaannya sama, tentang apa karakter utama orang Singapore. Jawabannya sama: Kiasu. Kiasu maksudnya ga mau kalah. Berbagai macam streotipe sifat jelek juga sering ditembakin ke orang Singapore: ga sopan, ga friendly, ga toleran, individualis, dsb. Sampe2 pemerintahnya bikin kampanye supaya sifat2 orang Singapore bisa lebih friendly, lebih sopan, dsb

10. Vibrant City

Sebenernya kota ini ga terlalu jelek juga. It is quite vibrant. You can do almost everything here (of course if you have money). Pertunjukkan seni keren dan konstan di MBS and Esplanade. Mau main kasino bisa ke MBS (lagi) atau Sentosa resorts. Mau ke theme park bisa ke Universal studio. Mau liat binatang bisa ke Singapore Zoo, Sea Aquarium, dsb. Mau cari makanan bisa  cuman spend 6 dollar di Katong Laksa yang ngalahin Gordon Ramsay. Atau mau makan di restoran2 Michelin stars yang aquanya aja 30$ juga ada. Cuman punya 20$ bisa minum wine di wine bar yang agak pinggir kota. Atau mau buka satu meja di Level 33 yang ngabisin 20rb sgd juga bisa. Mau kerja jadi waiter yang gajinya 1500 sgd/bulan bisa. Mau jadi banker yang gajinya 150rb sgd/bulan juga banyak. It is definitely a vibrant city. And I know that I should explore this city more.

3 thoughts on “2 bulan di Singapore

  1. Tx bgt utk overview ya. Boleh gak sy tanya lebih mendalam ttg cara bs bekerja disana. Apa harus punya permanent residence ya? Tau cara mudah mendapatkannya kah?
    Lalu kl cari kerja, bagusnya mlalui apa? Jobstreet, dsb atau via agent?
    Mohon dibantu. Terima kasih sebelum dan sesudahnya.

    Salam,
    Rahel Revina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s