12 Hal Random tentang Negeri Singa

Cats everywhere

Cobain main ke any apartement subsidi dari pemerintah (HDB), dalam beberapa langkah bakal nongol seekor kucing mengeong-ngeong minta makan. This is so weird but I realized that there are LOTS of cats in Singapore. Gw ga tau darimana mereka asalnya, tapi setiap blok HDB kayanya bakal ada kumpulan mafia kucing. Penghuni HDP ada aja yang setia ngasih makan mereka. But for me, I found it still very weird. Dalam beberapa tahun ke depan gw bisa ramal kalau populasi kucing di Singapore bakal lebih banyak dari populasi balita. Karena pasangan pada males punya anak and kucing-kucing terus beranak-pinak. :p

Wartegnya Singapore

Singapore juga punya warteg (warung tegal), namanya mixed food stall. Hampir di semua hawker center (food court ga pake AC) atau food court di mall selalu ada food stall ini. Pengunjung bisa memilih nasi plus lauk yang sudah siap saji. Paling hemat kalau mau makan murah kenyang dan banyak tinggal pilih 2 veggies + 1 meat. Total harga bisa cuman 2.5$. Walaupun kebersihan makanan2 ini patut dipertanyakan.

Overhype about strict rule in Singapore

For sure Singapore law enforcement is much better than Indo’s. But banyak yang over hype. Hampir setiap hari gw liat orang jaywalking (menyebrang ga di zebra cross) – termasuk gw J and ngerokok di tempat umum. Yang memang jarang sih liat orang buat sampah sembarangan.

Elderly workers

Kalau ke food court di mall2, bakal sering nemuin opa-opa or oma-oma yang jadi petugas kebersihan atau penjaga stall. Banyak dari mereka yang sudah tua banget and bungkuk jalannya. Pemerintah Singapore kayanya cukup mengkampanyenkan orang2 tua ini untuk tetap bekerja. Denger2, perusahaan yang memperkerjakan mereka juga bakal dapat tax deduction. Di satu sisi baik, para manula ini ga nganggur dirumah and dapat penghasilan. Tapi tetep aja, gw ga bisa ngebayangin kalau nenek gw harus bersihin meja dan mengumpulkan bekas alat-alat makan orang umum. So sad. L

Tamil Language

Orang Singapura terbagi menjadi 4 ras besar: Chinese, Melayu, Indian, dan White. Karena itu hampir di semua public information di tuliskan dalam multi language. Nah dulu gw pikir kalau salah satu tulisan itu adalah Bahasa Hindi (India), ternyata gw salah. Tulisan/Bahasa yang dipakai untuk informasi umum itu adalah Bahasa Tamil, salah satu suku di India selatan. Alasannya tentu saja karena populasi terbesar orang India adalah dari suku ini.

Taxi

Menurut gw cari taxi di Singapore kaya cari trotoar di Indonesia. Susahnya minta ampun. Pilihannya cuman dua: nunggu berpanas2 di bawah terik matahari selama puluhan menit buat nungguin taxi lewat dengan warna ijo di papan atasnya. Atau antri puluhan menit juga di taxi stand yang panjang antriannya ngalahin  antrian operasi pasar di Indonesia.

Minggu Ceria

Hari minggu adalah hari libur untuk asisten rumah tangga dan pekerja konstruksi di Singapore. Jadi jangan kaget kalau di hari ini bakal lihat banyak gerombolan asisten rumah tangga di taman2, Lucky Plaza, atau tempat2 gathering lainnya. Kebanyakan asisten rumah tangga ini berasal dari Filipana dan kebanyakan pekerja konstruksi berasal dari Asia Selatan (Bangladesh, Sri Lanka, Pakistan, India). Menurut gw Indonesia harus meniru praktek bagus ini. Asisten rumah tangga juga butuh break. Satu hari dalam seminggu cukup making sense. Atau pilihan lainnya, asisten rumah tangga bisa mendapatkan uang lembur tambahan kalau mereka bekerja di hari minggu.

COE

COE adalah sertifikat untuk memakai mobil di Singapura. COE ini yang bikin punya mobil di Singapore harganya minta ampun. Buat mobil kecil COE sekitar 50ribu S$ dan 75ribuan buat mobil sedang, intinya harga COE progresif terhadap harga mobil. COE juga cuman berlaku selama 10 tahun. Makanya mobil bukanlah alat transportasi utama di Singapore. Mobil lebih sebagai alat untuk menunjukkan prestise dan gengsi.

Tuition nation

DI MRT station, di jalan-jalan bakal sering ditemui iklan buat pelajaran ekstra (les / tuition). Padahal sistem pendidikan di Singapore sudah terkenal kasih beban berat ke anak-anaknya. Ditambah dengan “tren les” ini, bisa dipastikan murid Singapore makin ga punya kehidupan lagi. Habis pulang dari sekolah, mereka masih harus ikut les lagi. Demi memenuhi hasrat Kiasu orang tuanya….

Gerakan Menjadi Orang Menyenangkan

Orang Singapore terkenal individualis, kiasu, and ga peduli ama orang lain. Karena itu pemerintah Singapura sampai bikin gerakan “Singapore Kindness Movement”. Intinya bikin orang-orang buat bisa lebih nice lagi. Gw pikir Indonesia juga butuh yang kaya gini. Supaya kita latihan dengan hal-hal yang basic kaya nahan pintu kalau di belakang kita ada orang, ga nyerobot antrian, bukain pintu buat orang lain, and murah bilang terima kasih.

Antrian di Bubble Tea Stall

Satu hal yang gw masih kurang paham : antrian di Bubble Tea stall yang ga pernah sepi. Mau itu Gong Cha, Koi Café, Sweet Talk, just name it..pasti selalu rame ama orang antri. Ada apa gerangan dengan bubble2 ini???

Terakhir…Auntie or Uncle Ninja…

Kalau lagi nunggu di MRT station, semua orang tau kalau kita kudu antri berdiri di kiri atau kanan pintu. Jadi nanti orang-orang yang mau keluar dari kereta, ga terhalangi jalannya. Most of the time orang2 akan antri dengan tertib. But….kadang-kadang…selalu aja ada uncle-uncle or auntie-auntie yang tau2 berdiri tepat lurus di depan pintu kereta. I called them the auntie or uncle ninjas. Hahahahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s