Masturbasi Politik

Jakarta Pseudo-Slum

1538822_10152755246064167_5375375847451810085_n

Jakarta, 14 April 2014

Hari itu gw nemenin temen gw belanja bahan perlengkapan untuk thesis-nya di daerah Glodok. Gw ga inget nama pertokoannya, tapi pengalaman mengunjungi tempat ini bikin gw lumayan speechless.

Yang bikin gw termenung adalah lingkungan kerja daerah pertokoan ini. Bayangkan ada sebuah kompleks dengan kios-kios kecil yang berjajar di sebuah basement. Di basement ini toko-toko bercampur dengan ratusan motor yang terparkir di sana. Mobil-mobil juga berlalu lalang untuk mencari tempat parkir. Yang lebih parah lagi, gw berasumsi kalau ventilasi basement ini cukup buruk karena sejak gw masuk ke basement ini, bau tidak nyaman menusuk hidung gw. To make it worse, toko2 ini menjual bahan2 perlengkapan bangunan. Jadinya orang2 memotong material2 yang akan dibeli pengunjung on the spot. Alhasill partikel2 hasil gesekan dan pemotongan ini pasti menyebar juga di udara yang sudah cukup pengap itu.

Kombo terakhir adalah asap rokok. Tiga dari lima orang yang gw liat disana lagi ngrokok. Jualan sambil ngrokok. Duduk sambil ngrokok. Motong nilon sambil ngrokok. Ngobrol sambil ngrokok.

Co2 dari asap kendaraan plus partikel sisa pemotongan material plus asap rokok plus ventilasi udara yang buruk sungguh membuat basement ini jadi seperti kamar asap beracunnya kamp konsentrasi Nazi, walaupun KW2. Gw ga ngebayangin gimana kesehatan paru2 orang2 yang kerja di basement ini 5-10 tahun mendatang.

Gw pernah nonton film dokumenter tentang slum di India. Ternyata untuk lihat slum di Jakarta, ga perlu ke perkampungan2 kumuh di Jakarta. Tepat di tengah kota, di samping mall2 yang jualan jam tag Panera dan tas Hermes ada orang2 yang berjudi dengan kesehatan paru2nya setiap hari. Untuk menghasilkan uang yang mungkin2 nantinya akan habis dipakai untuk pengobatan juga. Lingkaran setan.

Sementara itu. Di dunia paralel lainnya, di hari sebelum gw mengunjungi ‘slum’ ini, gw ditraktir makan2 enak ama temen yang habis ketrima di Uni of Texas, Austin. Lima orang cowok naik dua mobil makan hasil olahan ikan Salmon yang harus diimpor dari Asia Timur nun jauh disana. Makan2 enak sambil ngomongin isu politik di Indonesia.

Memang berbincang isu politik dan sosial lainnya lebih nyaman daripada bersentuhan dengan kehidupan orang-orang asli yang terpengaruh oleh kebijakan2 politik dan sosial tersebut. Masturbasi politik. Dunia (Indonesia) memang tidak adil…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s