Surga di Negeri Sendiri

Awalnya gw cuman rencana buat jalan-jalan ke Lombok. Tapi tiba-tiba gw berpikir : kenapa ga sekalian Komodo? Dan akhirnya gw segera riset di Internet tentang gimana jalan-jalan ke Komodo dan juga cari temen jalan. Ketika satu temen jalan didapet, langsung gw cancel tiket Lombok – Jakarta yang sudah gw beli sebelumnya dan menggantinya ama tiket Lombok – Denpasar – Labuan Bajo. Ternyata ini adalah salah satu keputusan paling bagus yang pernah gw ambil tahun ini. Mengelilingi kepulauan Komodo menjadi salah satu pengalaman yang unik dan berkesan banget buat gw. Berhasil meyakinkan gw akan klaim orang-orang bahwa pemandangan surga ada di Indonesia bagian Timur.

Labuan Bajo dari atas

Labuan Bajo dari atas

Perjalanan dimulai di Labuan Bajo. Dengan menumpang pesawat baling-baling dari Denpasar, gw and satu temen gw sampai di Bandara Komodo di Labuan Bajo. Labuan Bajo adalah kota pelabuhan kecil di NTB, yang menjadi berkembang tentu saja karena arus turis dari dalam dan luar negeri. Begitu sampai di Labuan Bajo kami segera mencari operator untuk perjalanan kami mengelilingi kepulauan Komodo. Dengan berbekal riset dari Internet kita dapat satu operator yang akan berangkat mengelilingi kepulauan Komodo untuk satu malam di hari berikutnya. Setelah itu kami tinggal mencari kamar untuk bermalam, dan cukup mudah untuk mendapatkannya. Dengan harga 400ribu per malam, kita udah dapat kamar AC dengan pemandangan laut yang super wow.

Dermaga Labuan Bajo

Dermaga Labuan Bajo

 

Keesokan harinya, pagi-pagi benar kami berjalan ke pelabuhan sambil membawa alat snorkeling yang telah kami sewa sebelumnya. Di pelabuhan kami bertemu dengan kapal yang akan membawa kami mengelilingi surga Komodo. Kita bener2 ga ada pikiran tentang bentuk kapalnya akan seperti apa. Dan temen gw pun lumayan kaget karena bentuk kapalnya emank rada ala kadarnya. Hahaha.

Deck tempat kita tidur

Deck tempat kita tidur

Di kapal kayu itu kita akan menginap satu malam dan menghabiskan dua hari untuk mengelilingi kepulauan komodo. Ada satu kapten dan dua kru kapal yang bakal memandu 7 orang turis : ada sepasang suami istri umur paruh baya dari Ceko, satu pria Jerman, satu pria Italia, satu cewek Italia yang bekerja di Singapore, dan tentu saja kita berdua. Memang jumlah turis asing memang lebih banyak dari luar negeri. Ketika gw baca statistiknya jumlah turis asing tahun 2012 ada sekitar 40ribuan sedangkan turis lokal hanya 6ribuan. Sungguh sayang.

Kita berdua kebagian tidur di atas kapal. Bukan balkon yang indah, tapi lebih seperti atap kapal yang diberi peneduh dan dua kasur di atasnya. Bener2 gila! Tapi masalah kenyamanan mulai tidak terlalu mengganggu ketika kapal mulai meninggalkan labuan bajo. Sambil duduk di deck kapal itu, gw liat pemandangan yang edan epicnya. Beneran. Super keren.

Pink Beach di Pulau Komodo

Pink Beach di Pulau Komodo

Perhentian pertama adalah Pulau Rinca. Di pulau ini kita trekking sebentar untuk melihat komodo. Sayangnya semua komodo yang kita lihat sedang berbaring malas-malasan. Jadi rasanya kurang greget. Dari pulau Rinca lalu kita melanjutkan perjalanan ke Pink beach. Pantai ini terkenal dengan warna pasir pinknya karena serpihan2 koral. Pantainya bersih banget dan pasirnya pun lembut. Airnya pun jernih banget, jadi kita pada sibuk snorkeling. Pink beach ini berada di Pulau Komodo, jadi katanya komodo suka mengunjungi pantai ini juga. Pantai keren dengan suasana thriller karena kalau lagi berjemur sewaktu2 bisa ada naga yang say hello. :p

Dari pink beach kita bertolak ke spot terakhir di hari itu yaitu Pulau Kalong. Dinamai pulau Kalong ya karena ada ratusan kalong (kelelawar) yang tinggal di pulau itu. Ketika hari mulai sore, kita lihat kalong-kalong ini bermigrasi. Suara mereka keras dan gw ga akan takjub kalau salah satu dari kita tiba-tiba jadi Batman. :p

Sunset di Pulau Kalong

Sunset di Pulau Kalong

 

Setelah sunset yang super fabulous gorgeous kerenous, malam itu kapal melempar jangkar di dekat pulau Kalong ini. Setelah makan malam, kita habiskan buat mengobrol. Gw lumayan amazed ama pengalaman turis-turis asing lainnya. Si orang Jerman sudah mengelilingi dunia mulai dari Korea Utara hingga Mongolia. Si cewek Italia habis ngelakuin trip 2 minggu di lembah Bileam Papua. Dan si pasangan dari Ceko habis ngelakuin trip ke lembah Bileam Papua, lalu ke Toraja Sulawesi, dan akhirnya menjelajahi pulau Komodo sebelum mereka kembali ke Ceko. Semuanya mengaminkan kalau alam Indonesia ga ada duanya. Gw pun sempet malu, karena masak gw yang orang indonesia malah belum sempet menjelajahi tempat2 yang udah mereka datangi. Si cewek Italia itu juga seorang PhD pengajar fashion design di sekolah disain di Singapore. Dia mengemukakan sebuah statement yang lumayan unik yaitu “I never see a great fashion designer who does not like to travel. We need to travel to gain inspiration by meeting new people, indulging in new cultures, and seeing new things.”

Pulau Komodo

Pulau Komodo

Pagi hari keesokan harinya kapal segera mengangkat jangkar dan bertolak ke destinasi berikutnya yaitu Pulau Komodo. Di pulau ini kembali kita trekking dan thanks God kita akhirnya bisa menyaksikan 2 komodo yang lagi jalan. It was super coool!!! Beneran kelihatan wibawanya. Hahahha. Tapi kita ga boleh deket-deket karena mereka cukup berbahaya. Temen gw bahkan sempet diteriakin ama pemandunya “Mau putus kakinya yah mas?” ketika dia lari-lari di deket komodonya. Hahahah. Hasrat melihat naga di pulau aslinya sudah terpenuhi, kita akhirnya menutup perjalanan ke dua spot snorkeling yaitu manta ray (konon ada banyak manta disini sayang kita ga liat satupun) dan pulau bidadari.

Crystal Clear

Crystal Clear

Dua hari satu malam mengeliling komodo beneran sebuah pengalaman yang amazing buat gw. Di perjalanan itu gw liat air yang super jernih sampai bisa lihat terumbu karang dari atas kapal. Gw lihat lumba-lumba yang melompat-lompat di samping kapal. Gw liat tiga cumi-cumi ukuran jumbo yang tiba-tiba nongol di samping badan kapal. Gw bisa lihat gimana massivenya kadal terbesar di dunia. Gw liat sunset dan sunrise yang mungkin yang paling cantik yang pernah gw liat. Dan tentu saja pemandangan pulau, pantai dan perairan di sekitar kepulauan komodo ini kaya sebuah sample akan indahnya surga nanti. For sure, our Creator is super creative.

 

Surga di Tanah Sendiri

Surga di Tanah Sendiri

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s