Krisis Seperempat Hidup yang Telat

Disclaimer: Random and ga penting!

Today is my birthday, my first birthday in this land of Beers and Sausages. Uniknya hari-hari menjelang hari ulang tahun, I experience a swinging mood. Sebenernya ga terlalu sadar sampai salah satu colleague di kantor nanya “What’s wrong with you, Yoel?” Hahahha.

What’s wrong with you, Yoel?

Orang sering kira gw orangnya stabil. Walau kenyataannya, gw lebih sering labilnya.🙂 Setelah ditanyain ama koleg tersebut, gw mulai mikir juga. “What’s wrong with me?” Dan gw sampai pada kesimpulan sementara, kalau gw lagi ngalamin krisis seperempat hidup yang telat datengnya. Hahahaha.

Krisis

Dibilang krisis seperempat hidup juga kurang tepat sebenernya. Karena sebenernya gw inget beberapa masa di hidup gw dimana gw kaya gini: moody and labil. Yang gw inget banget di sekitar semester pertama tahun 2011. Waktu itu gw masih jadi guru SMA dan sering curhat ama temen deket guru gw tentang how confuse I am. Nah gw menemukan benang merah yang sama tentang kedua masa ini yaitu tentang mimpi.

Mimpi

Orang suka punya mimpi yang banyak dan detail. Gw sebaliknya, dari kecil ga terlalu tahu pengen ngelakuin apa dalam hidup ini. Suka random aja. Ada satu masa gw pengen S2 di luar negeri. Or ada satu masa lain gw pengen buka usaha sendiri. Nah masa-masa krisis (baca: galau) yang gw alami biasanya setelah satu mimpi gw terpenuhi. Semester pertama tahun 2011, gw ngerasa galau karena masa itu adalah masa-masa menunggu sebelum gw berangkat sekolah S2 ke Seattle. Jadi hidup seperti kehilangan arah. Karena kompas waktu-waktu itu ya pengen sekolah S2. Dan setelah mimpi itu tercapai, alam bawah sadar gw mulai kebingungan karena merasa tidak punya arah. Begitu juga dengan masa sekarang, dari dulu gw pengen banget keliling Eropa. Dan setelah pindah ke Jerman, mimpi itu jadi tercapai. Kompas gw hilang lagi.

So What’s Next?

Solusi paling gampang buat krisis gw ya dengan mencari mimpi baru. But so far, I haven’t got one. Sebagian orang bilang kalau ini saatnya gw buat mikir jodoh. But somehow I don’t have the feeling to go to that direction. Dan kalaupun akhirnya gw nglakuin itu, gw merasa kalau triggernya lebih karena perasaan tidak secure karena teman2 sebaya gw udah mulai menikah dan berkeluarga.

So What’s Next, Yoel?

Honestly I don’t know. But I will try to embrace my life and be thankful for every daylights, midnights, laughter, strife, and cups of coffee that I taste. Oh I also like the following words

Birthday Remainder Note for Myself

Vanity of vanities! All is vanity. What has been is what will be,  and what has been done is what will be done,  and there is nothing new under the sun.

Happy Birthday to Me. 13.10.2014

Last thing, these are some words that my German friends wrote for me today. Thank you guys!

Alles Gute zum Geburtstag, lieber Yoel!

Wir wirschen dir ein wunderbares neues Lebensjahr

Liebe Grüße,

Lucie, Leo, Silke, Daria, Bernhard

3 thoughts on “Krisis Seperempat Hidup yang Telat

  1. Hai Joel,

    Nemu blog ini karena baca post Kristennya yang bombastis. Jadi baca post post yang lainnya juga.

    I like the way you write! And I enjoy the way you think.🙂

    Keep writing ya! Germany sound asik bangeeeett!

  2. Sepertinya bukan saya saja yang menikmati membaca penggalan kisah-kisahmu. Dari satu kisah beranjak ke kisah lain…not bad, Yoel😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s