Traveling Budak Instagram

IMG_7565

Gaya traveling kita pasti berubah-ubah terus seiring perjalanan waktu. Traveling terakhir gw kemarin somehow bikin gw berpikir tentang gaya traveling gw. Dan sembari menulis ini, gw mau kilas balik gaya2 terakhir traveling gw beberapa tahun terakhir.

Lahir – 2005. Traveler ikut tour YAB.

Gw termasuk orang yang lumayan telat buat bisa menikmati traveling. Anak-anak zaman sekarang udah melancong backpacking kemana-mana even mereka masih SMP atau SMA. Sementara gw, sampai tahun 2005 masih traveling ikut tour yayasan ayah bunda hingga SMA akhir alias ngikut aja kemana bokap nyokap ajak jalan-jalan. Uniknya gw lumayan amaze gimana gw (kita) bisa survive padahal bonyok ga bisa bahasa Inggris. Pengalaman paling ga terlupakan, pernah di liburan sekolah panjang gw sekeluarga liburan ke China, lumayan lama selama 3 minggu. Gw masih SD waktu itu dan selama 3 minggu kita kebiasaan ngomongin orang di depan orangnya langsung, secara mereka ga ngerti bahasa Indonesia. Kebiasaan ini berlanjut hingga ketika kita terbang kembali ke Jakarta dengan naik Garuda. Di sebelah kakak gw ada bapak2 yang kita omongin tentang gimana cara makannya yang lumayan jorok. Tanpa sadar kalau kita sudah di zona Indonesia (pesawat Garuda). Si Bapak dengan cool-nya setelah kita omongin, menyapa kakak gw “Dari Indonesia yah?”. Malu abis lah dua anak SD yang sok abis dari luar negeri ini. :p

2005-2010. Traveler Lonely Planet.

Zaman ini tahun-tahun masa kuliah gw + pekerjaan pertama gw.  Karena racun bukunya Supernova Akar (Dewi Lestari), gw mulai sok2an pengen jalan-jalan (bacpacking) sendiri ke luar negeri. Uniknya masa-masa ini lonely planet udah kaya buku sakti gitu. Gw selalu siap2 beli buku ini setiap mau jalan-jalan. Jadi kemana-mana bawa buku yang biasanya beratnya minta ampun ini (dan harganya ga masuk akal mahalnya). Keliling Malaysia atau Thailand aja juga bawa lonely planet edisi Asia Tenggara yang harus ditenteng kemana-mana. Jadi kemana-mana keliatan kalau turis norak & newbie abis. :p  Walau makin kesini gw mulai pikir buku ini lumayan overated and ga praktis. Tapi ya mungkin zaman itu smart phone belon banyak, jadi masih kudu bawa peta kemana2, which is in that case lonely planet book become very handy. Long live Lonely Planet!

2011-2012. Traveler Obsesi + Kere.

Obsesinya ya buat ngelilingi AS. Padahal yah AS tuh kan gede abis, alhasil ya gw jadi tipikal turis Asia yang ke kota2 terkenal di AS aja. Boston, New York, LA, Chicago, SF, DC, Seattle, Portland, ujung-ujungnya ke situ aja. Masa2 ini gw kembali jadi student + stipend yang super terbatas, jadi jalan2nya lumayan super kere. Dari DC ke Boston naik bus super murah bersama kaum marginal lainnya. Tidur di hostel di SF dan masak sendiri tiap malem. Semua demi obsesi ngelilingi Paman Sam. Waktu itu juga gw masih pakai blackberry curve yang super lemot itu. I don’t know how I can survive navigating the cities with that dumb phone. O ya, zaman ini masih zaman BBM. Jadi setiap ke kota baru langsung ganti profile picture di BBM buat pamer. Huahahah. Yes I was (and maybe still) that cheap and ghetto….

2013-2014. Traveler Tajir + Impulsif.

Gw merasa cukup tajir (versi gw) selama waktu ini karena earn money in SGD and spent the money in other Asia countries *congkak*. Jadinya bikin gw ga frugal waktu jalan2 dan lumayan impulsif dalam membuat keputusan buat jalan2. Rekor paling impulsif adalah ketika buat jalan2 ke Kamboja yang dimana gw plan, beli2 tiket pesawat, cari2 temen jalan, dan book2 hotel cuman 4 hari sebelum terbang. Rekor lain yang mirip adalah ketika mau ke Pulau Komodo, cuman seminggu sebelum terbang. Mungkin gw ga terlalu enjoy juga tinggal di Singapore, jadi tiap weekend pengennya pergi. Dan Changi Airport yang salah satu hub penerbangan besar di Asia lumayan mendukung ke-impulsifan gw. Karena kemana-mana jadi gampang. Pengalaman traveling paling berkesan gw ada dimasa ini yaitu ketika ke Jepang!!! Until now ga ada yang ngalahin satisfaction gw selama di Jepang.

2014-2015. Traveler Checklist + Budak Instagram.

2014 gw pindah Eropa dan somehow gaya traveling gw jadi traveler checklist. Maksudnya selama jalan-jalan kaya ngisi checklist aja. Selama di Paris, jalan ke Louvre..checked!..Arc de Triomphe…checked!..Eiffel…checked!…Notre Dame..checked!…Versailles…checked! Which is not really good. Kesannya cuman bisa lihat monumen2 tua ini dan bilang ke orang “I have been there”. Selain itu gw lumayan jadi budak instagram. Kemana-mana pengen dapet foto keren buat akun instagram gw. *sigh* Jadi malah obsesi cuman ambil angle photo terbaik daripada belajar hal baru dari tempat baru. Somehow gw jadi sadar kalau udah ga terlalu sehat gaya jalan-jalan gw.

What’s next?

Gw mulai berpikir waktu jalan-jalan terakhir kemarin, and momen dimana gw bener-bener enjoy. Dan mungkin ini jawabannya: gw selalu enjoy ketika gw ketemu temen baru, touch base dengan temen lama, atau explore kota destinasi itu dengan local people. Di momen2 itu gw jalan-jalan checklist juga, berusaha cari foto instagram juga, tapi intensitas dan prioritasnya ga setinggi kalau gw ga ada temen orang lokal di sana. Di waktu2 itu gw biasanya bisa lebih enjoy duduk di cafe lama atau sekedar duduk di taman menikmati kota asing itu. Yang susah adalah buat cari temen lokal di tempat baru. Harusnya gw bisa coba pake couch sourfing tapi somehow masih ga terlalu nyaman.

Next week gw bakal seminggu di London buat keperluan conference. Kali ini gw pengen coba buat ga jadi traveling checklist + budak instagram. Pengennya low key traveling and meeting friends. So I contacted some of my friends and set up some dinner plans. Hopefully I can have a healthier traveling style.

So, if you are by any chance in London from May 17th-25th and haven’t met me in person, let’s grab a coffee!

And how is your traveling style?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s