Konflik Budaya

Tuhan dua agama besar dunia di langit-langit yang sama

Tuhan dua agama besar dunia di langit-langit yang sama

Masih inget di benak gw ketika pertama kalinya gw makan di restoran di US (bener-bener pertama kalinya!). Gw makan di restoran Thailand lumayan kece di daerah university district, Seattle. Thai Tom namanya. Makanannya lumayan enak, pedas untuk ukuran makanan di US. Dan ketika gw membayar bersama temen gw, gw dikasih muka cemberut layaknya monyet yang ekornya kejepit pintu oleh pelayan restorannya. Usut punya usut, ternyata gw baru melakukan kesalahan besar ketika makan di restoran di US: ngga ngasih tips! Namanya FOB (fresh off the boat), ya mana gw tau kalau buat lunch, rule of thumbnya gw kudu ngasih minimal 10-20% tips and buat dinner gw ngasih minimal 20% tips. Sejak itu, gw belajar kalau harus ngasih tips setelah makan di restoran demi ga dikasih muka pantat monyet.😀

Kejadian di atas cuman contoh paling sepele dari konflik budaya. Walaupun ga bisa dibilang “budaya” juga karena lebih merupakan kebiasaan. Setelah liburan 2 minggu di Indo, gw lumayan kaget dengan atmosfer dan mood di tim gw. Somehow berasa dingin. Sebutlah si Jerman dan si Cina. Ternyata selama gw di Indonesia, dalam cuman 2 minggu, banyak terjadi “cat fight” di antara si Jerman dan si Cina ini. Gw jadi pusing di tengah-tengah. Karena si Jerman bilang A ke gw dan si Cina bilang B ke gw.

Salah satu pangkal masalahnya menurut gw adalah perbedaan budaya. Si Cina terbiasa dengan budaya “indirect”, ga berani bilang di depan, dan menjaga perasaan orang lain. Sedangkan si Jerman terbiasa dengan budaya “direct”, ga suka diomongin di belakang, dan blak2an. Uniknya baik si Cina maupun si Jerman menyadari perbedaan mendasar ini.

#sesi-curcol-si Cina

Si Cina: “My friend told me that this (the conflict) is because the culture difference between Chinese and German. My friend told me that if I am German, I will go directly to my boss and inform her about what happened from my perspective. Now it is too late since (si Jerman) already went there first”

#sesi-curcol-si-Jerman

Si Jerman: “I feel that she  has double face. In front of me she just say “yes yes yes” but on other days, she will say different thing. When I confronted her why she did not say the same thing she answered “I don’t want to slap him in his face”. I was furious. Maybe this is a Chinese thing (culture). I may not want to work with Chinese people again. It took so much emotion”

Gw: “But I am… I am a Chinese Indonesian. Hahahhaha”

Si Jerman: “No! You are not at all!” *yang Cina gw koq lu ga percaya. Hahahhaha

Untungnya dua hari terakhir keadaan membaik. Gw ajak ngobrol si Cina dan si Jerman separately and hopefully our team’s mood will get better and better.

It is just very challenging to work with people from different cultures. Gw bisa mengerti banget cara pandang si Cina, karena emang gw berasal dari budaya Indonesia yang ga direct dengan power distance yang tinggi. Tapi di sisi lain gw bisa tau banget rasa frustasi si Jerman yang merasa di stab dari belakang karena budaya Cina (Asia) yang cenderung inggih-inggih (ya) di depan tapi ternyata di belakangnya berkata lain.

Gimana yah kalau kerja di Indonesia? Karena budayanya hampir mirip, apakah tetap ada konflik budaya?

3 thoughts on “Konflik Budaya

  1. Ada banget! Karena yg kerja di Indonesia juga tdk hanya org Indonesia. Sedangkan sesama orang Indonesia aja walaupun 1 suku masih bisa beda. Karena dgn ‘budaya’ kita saat dibesarkan oleh ortu dan juga lingkungan pasti sangat mempengaruhi selain drpd budaya suku yg kita miliki.

  2. gw punya colleague org Indo, Mainland China, dan Konsultan tetap dari Singapore. gw simpulkan aja yah.. org China itu terkenal dengan hirarkinya yang tinggi, Singaporean lebih practical but mostly direct approaches lah kyk bule, Indo itu the Drama Queen, ga berani ngmg di depan tp dibelakang ngmgnya jg beda, dan parahnya lagi Drama Queen abizzzz pas ketauan – what a perfect culture we have-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s