Kehabisan topik

I should say that I really enjoy writing. Once I get one topic in my mind, I can quickly jump to my desk and start writing. But most of the cases, everytime I have a mood to write, I don’t have any topic to write. Stuck.

Any idea on interesting topics that you think I can write, anyone? *crowdsourcing mode on :p

6 thoughts on “Kehabisan topik

  1. Hi Yoel, Louisa here.

    Hari2 ini gue lagi belajar about the 56 minorities in China, which turned out to be very interesting. Gue ada dvdnya, 8 keping. Sayang ga ada subtitlenya, jadi ya pengetahuan gue masih setengah2 dg mandarin gue yang masih setengah2 juga hahaha. Terus ini ya gue abis browsing2 liat artikel soal itu. It just comes across my mind that we can actually make a comparative study between Indonesia & China regarding its pluralism & richness of cultures, tribes, and languages.

    Itu sih yg ada di benak gue. Hahaha. Sorry if it doesn’t help…. i reckon that your area of expertise is in IT, eh? wkwkwkwkwk. Or maybe you can make a system or an app related to the idea above :p

  2. Yoel, coba deh tulis soal fenomena ketua & Wakil ketua DPR kita yg secara “tidak sengaja” menghadiri kampanye/bursa pencalonan Donald Trump sbg capres AS. lagi santer tuh di media massa….

  3. Hi Yoel, ini ide lagi tentang apa yg bisa kamu tulis hahaha (lagi banjir ide, dan mumpung masih crowdsourcing masih dibuka wkwkwkwkwk).

    Hari2 ini kan lagi santer isu ribuan immigrant yang masuk ke Europe tuh. Pendapat negara2 EU sendiri terbelah, ada yang menolak & mendukung, terutama Prancis & Jerman. I am really interested to know more about those who welcome the refugees, especially Germany. Aku sendiri berpikiran realis & pragmatis & lebih setuju dg mereka yang menolak. I agree that welcoming & helping those refugees are very good & humane thing to do, yet from realist perspective, masuknya para pengungsi secara massive bisa mengganggu tatanan Eropa, dalam segi ekonomi, politik, & sosbud. Seperti misalnya nanti menggeser nilai2 Kristiani Eropa, membebani perekonomian Eropa, asimilasi dan/atau akulturasi budaya, hingga issu teroris seperti ISIS yang sengaja menyusup/menyamar di tengah2 migran tersebut. Menurutku alasan negara2 Eropa yang menolak ini lebih mudah diterima daripada yang setuju (walaupun aku salut juga dengan yang setuju, mereka sudah terlalu baiiiik menurutku).

    Nah, karena kamu tinggal di Jerman & berinteraksi langsung dg masyarakat Jerman, mungkin kamu bisa ulas ini: bagaimana sih pendapat mereka sendiri tentang masuknya para pengungsi ini. Apakah mereka merasa terancam? Apakah mereka welcome? Dsb. Apalagi Nurenberg kan di daerah Bavaria sana deket Munich yang jadi pintu masuk pengungsi ya (kalau gak salah). Of course you can include other aspects that you deem interesting or important.

    Just my another 2 cents🙂

    Cheers,
    Louisa.

    • Thanks Louisa for your ideas. Will think about it if I feel i have the capability to write it. About refugees, I more on the side that support it. Kakek/nenek buyut gw juga dulu pasti pengungsi dari Cina sana. Kalau misalkan kemudian orang Indonesia menolak karena takut bahwa orang Cina akan merusak budaya mereka, membebani perekonomian Indonesia, dan asimilasi yang susah, mungkin gw sekarang ga lahir karena mereka diusir dari Indonesia. Heheh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s