Ayo Menghakimi*

*dengan syarat dan ketentuan tertentu

10520828_10153324240129167_6724970740542659295_n

Beberapa bulan lalu ketika gw menulis tulisan “12 hal bodoh yang (dulu) gw percaya sebagai orang Kristen” , selain pelabelan yang bilang bahwa gw murtad dan meninggalan Tuhan, banyak sekali komentar yang bilang “Jangan menghakimi.”. Kata-kata ini cukup populer di kalangan orang Kristen. Sayangnya kata-kata ini sering digunakan ketika ada perbuatan dosa yang dilakukan oleh pendeta atau pemimpin Kristen. Seperti menyiratkan bahwa yang berdiri di mimbar mempunyai impunitas dan kita sebagai orang Kristen harus menutup mulut ketika melihatnya, karena “penghakiman adalah milik Tuhan”.

Apakah benar orang Kristen tidak boleh menghakimi? Menurut gw justru sebaliknya. Alkitab justru memerintahkan kita untuk menghakimi (Matius 7:6-16, 1 Korintus 5:9-13, Galatia 1:8-9, 2 Tesalonika 3:14-15, 1 Yohanes 2;3-5) dan Yesus juga memberi contoh tentang bagaimana caranya menghakimi. Walau tentu semuanya dengan *syarat dan ketentuan yang berlaku.

Coba kita lihat di Matius 7:1-16, bagian dimana kita bisa menemukan kata-kata “Jangan menghakimi” (ayat 1). Sayangnya Yesus tidak berhenti di kata-kata ini saja. Dia berkata “Jangan menghakimi” dan justru diikuti dengan klarifikasi tentang syarat untuk menghakimi (ayat 2-5) dan tujuan untuk menghakimi (ayat 6, 15-16).

Kita sebagai orang Kristen memang suka aneh. Bayangkan jika kita benar-benar percaya buta dengan kebodohan ini: bahwa orang Kristen tidak boleh menghakimi. Misalkan saja di tahun 2013, salah seorang pendeta gereja besar di Surabaya dilaporkan ke polisi dengan tuduhan penggelapan dana 4.7 Trilyun rupiah (see here) . Lalu banyak respon paduan suara gerejawi dari jemaat dan orang Kristen yang berkata “Jangan menghakimi! Itu urusan pendetanya dan Tuhan. Yang penting kita melakukan bagian kita.” atau dengan kata lain biarkan saja….

Bukankah ini terlihat sangat bodoh? Bukankah jelas salah satu dari 10 perintah Tuhan adalah “Jangan mencuri”? Dan bukankah jelas bahwa kita sebagai sesama orang Kristen harus saling menjaga akuntabilitas kita secara moral dan spiritual?

Bayangkan skenario terburuk, Jika benar memang pendeta ini menggelapkan uang dan orang Kristen diam dengan mitos bodoh “Jangan menghakimi”, maka pendeta ini akan terus bebas melakukan dosa ini. Uang jemaat akan terus digelapkan dan kita dengan kebanggaan rohani palsu duduk diam hanya karena “penghakiman adalah milik Tuhan”.

Apa ya benar Yesus suruh kita untuk diam saja ketika melihat dosa yang dilakukan sesama orang Kristen? Apa ya benar Yesus bakal bahagia ketika uang yang diberikan secara tulus oleh jemaat digelapkan oleh “hamba Tuhan”?

Jadi menurut gw, kita sebagai orang Kristen memang harus menghakimi. Di ayat lanjutan Matius 7:1 (“Jangan menghakimi), ditulis “Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu” (Matius 7:6). Pertanyaannya: bagaimana kita bisa membedakan yang mana “anjing” dan yang mana “babi” tanpa menghakimi?

Hal yang senada di ayat ke-15 ditulis “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.”. Bagaimana kita bisa membedakan mana yang merupakan nabi palsu tanpa menghakimi?

Ini quote bagus dari Dr. Osborne:

“If we were forbidden to make moral and spiritual judgments, we would have no objective way to distinguish between truth and error. But Jesus told us how to judge precisely because some beliefs are true and some are false, because some actions are right and some are wrong”

Syarat dan Ketentuan yang Berlaku

Berikut yang menurut gw syarat dan ketentuan sebelum kita menghakimi

A. Keluarkan balok dari mata kita dulu

Lanjutan dari kitab Matius 7:1, ditulis “Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”. 

Yesus sekali lagi tidak bilang untuk mengabaikan selumbar di mata saudara Kristen kita, tapi Ia mengatakan bahwa kita harus mengeluarkan balok dari mata kita dulu. Sehingga nantinya kita bisa melihat dengan lebih jelas untuk membantu mengeluarkan selumbar dari mata saudara kita.

Maka sebelum gw menuntut untuk transparansi keuangan di Gereja, gw harus terlebih dahulu memberi dengan generous. Sebelum gw menghakimi betapa goblok-nya orang yang hanya mengikuti buta pengajaran  di gereja, gw harus terlebih dahulu do my homeworks, learn my Bible. Sebelum gw menolak dan berbicara keras tentang adanya budaya cult dan pencucian otak di gereja, gw harus terlebih dahulu menaati perintah Yesus untuk tertanam dalam gerejaNya.

B. Jangan menghakimi sesuatu yang memang tidak disebutkan secara jelas di Alkitab

Sekali lagi kadang memang orang Kristen suka aneh. Untuk hal-hal yang jelas merupakan dosa seperti penggelapan uang atau ketidak-transparan-an pengelolaan uang Gereja, kita bisa diam saja. “Jangan menghakimi, kalau memang disalahgunakan itu urusan pribadi yang menggelapkannya dengan Tuhan.”  Tapi untuk hal-hal yang tidak secara jelas, eksplisit, dan mutlak dijelaskan di Alkitab seperi merokok dan minum alkohol; kita orang Kristen bisa lebih judgemental.

Tidak berbahasa Roh? Wah kamu belum benar-benar diselamatkan. Tidak percaya Calvinism? Wah teologi kamu kurang solid. Ibadah dengan lagu Kristen kontemporer jingkrak-jingkrak? Wah kamu tidak menghargai kekudusan ibadah, hanya lagu Himne yang sudah teruji beratus-ratus tahun dan biblically correct. Ibadah dengan lagu Himne? Wah kamu ga relevan, gimana bisa win people over?

Penghakiman orang Kristen yang paling ga penting dan paling keras (atau kejam), kadang justru di area dimana Alkitab tidak mendeskripsikan secara jelas.

Misalkan pengaplikasian ayat 1 Korintus 3:16 “Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah”. Di ayat ini akan ada banyak penafsirannya. Bagi sebagian orang ini akan berarti:

  1. Tidak merokok dan tidak minum alkohol sama sekali
  2. Tidak makan jeroan, kulit ayam, kepiting, udang, cumi-cumi, maicih, mie instan, chiki dan makanan-makanan berkolesterol atau mengandung msg lainnya.
  3. Berolahraga secara teratur, tidur dengan cukup, dan tidak bekerja hingga larut malam
  4. Tidak tinggal di kota-kota dengan tingkat polusi tinggi seperti Beijing dan Jakarta.
  5. Minum ekstrak bawang, diet mayo, dan minum jus campuran pete kimchi dan chia seed.

Apakah orang tipe 1 harus menghakimi orang tipe 2? Atau sebaliknya?

Ketika kita menghakimi di bagian yang memang Alkitab tidak berbicara secara jelas, kita bisa menjadi ahli Taurat dan Farisi. Mikirin hal-hal yang ga penting yang mungkin Tuhan ga peduli, sembari melewatkan hal-hal yang Tuhan paling peduli akan hidup kita.

Persis seperti tendensi yang sering kita lakukan sebagai orang Kristen di Indonesia. Diam untuk isu-isu yang jelas hitam dan putihnya di Alkitab (ketidakadilan, kemiskinan, transparansi keuangan, persamaan hak, dosa, freedom of speech, check and balance dalam gereja) dan berteriak dengan lantang untuk hal-hal yang Alkitab diam, tidak mutlak, atau memberikan ruang untuk penafsirannya (metode ibadah, metode baptisan, karunia roh kudus, merokok, alkohol, dll)

C. Jangan menghakimi orang non-Kristen dengan standar Kristiani

Orang Kristen bisa sangat menjengkelkan bagi orang non-Kristen karena suka menghakimi mereka dengan standar Kristiani.  1 Korintus 5:9-13 menjelaskan ini. “Sebab dengan wewenang apakah aku menghakimi mereka, yang berada di luar jemaat? Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat?” . Ayat 12 ini sekali lagi menjelaskan bahwa kita boleh (dan bahkan harus) menghakimi sesama saudara dalam Kristus (“Bukankah kamu hanya menghakimi mereka yang berada di dalam jemaat”). Namun memberi peringatan keras untuk tidak menghakimi mereka yang belum menerima Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat.

Will you talk to your Moslem friends “Hai, kenapa kamu ga makan Babi? Bukankah ada tertulis  di Alkitab bahwa bukan yang masuk ke dalam tubuhmu yang menajiskan dirimu tapi yang keluar darimu?” Tentu engga. Tapi seperti itulah tindakan bodoh kita kalau kita menghakimi orang non-Kristen dengan standar kristiani. Walau tentu saja kita boleh menginspirasi orang non-Kristen, pemerintahan, hukum dengan nilai-nilai moral kristiani.

Perjanjian Baru memberikan contoh yang jelas. Para rasul hidup di era dimana pembunuhan bayi diperbolehkan, pertarungan sadis antara gladiator dinanti-nantikan, dan kaisar mempunyai kekuasaan absolut. Namun tidak ada satu bagian di Alkitab pun yang dengan keras dan explisit mengutuk hal-hal diatas. Alasannya mungkin sederhana. Gereja mula-mula tahu bahwa tugas mereka yang pertama bukanlah untuk mengutuk para penyembah berhala ini dengan standar kristiani tapi to win them over.

D. Menghakimi pemimpin rohani untuk melindungi tubuh Kristus

Pemimpin rohani (pendeta, pastur, paus, kakak rohani, dsb) mempunyai peran penting dalam hidup kita dan dalam hidup gereja. Mereka memimpin dan membimbing kita untuk mengenal Kristus. Karena peran yang sangat penting ini, akan sangat berbahaya jika ada kita sebagai jemaat gagal untuk menghakimi mereka. Gagal untuk membedakan mana pengajaran mereka yang sesuai Alkitab dan mana yang melenceng.

Kita justru membantu para nabi palsu jika kita diam dan gagal untuk menunjukkan kesesatan yang diajarkan oleh mereka. Gereja (para domba) bisa dibinasakan oleh para serigala (nabi palsu) jika kita gagal menghakimi serigala yang berbulu domba.

Tentu saja kita harus menghakimi dengan prinsip-prinsip sebelumnya. Menghakimi di area dimana kita sudah menyelesaikan terlebih dahulu kesalahan-kesalahan kita dan hanya menghakimi di area dimana Alkitab dengan jelas menjelaskannya. Untuk teologi-teologi minor yang multi tafsir, biarkan saja Yesus yang menengahi di surga nanti. :p

Ayo Menghakimi

Jadi ayo menghakimi! Jika kita menolak untuk menghakimi maka kita justru menolak kebenaran. Kita membiarkan serigala berbulu domba mengoyak habis keluarga domba kita.

PS: Jika benar orang Kristen tidak boleh menghakimi maka tidak akan ada orang yang boleh bekerja sebagai hakim, kriminal tidak boleh dihakimi, dan penjara akan kosong. Hanya karena penghakiman adalah milik Tuhan saja.😀

5 thoughts on “Ayo Menghakimi*

  1. Mari kita menghakimi perbuatan, aturan maen yang ada, keputusan yang di buat oleh sang pemimpin atau seseorang. Jangan sekali kali kita membenci orang nya atau menghakimi orang nya. Mari kita koreksi segala kekeliruan yang ada. Kita memberikan koreksi bukan karena itu tidak sesuai dengan ide kita. Marilah kita keluarkan balok di mata kita terlebih dahulu sebelon kita koreksi keadaan yang ada. Pelajari dengan mendalam keadaan yang ada. Jangan hanya percaya omongan kiri kanan atau postingan di social media.

    Saya sangat tidak setuju dengan oknum oknum yang mem forward postingan and memberi komentar komentar di social media yang tidak jelas tanpa mempelajari keadaan yang ada.

    Dengan memberi koreksi itu berarti anda peduli dengan sekeliling kita. Sekali lagi pelajari dengan jelas sebelon memberi menghakimi.

    Memberi koreksi atau menghakimi berarti anda peduli dengan kebenaran dan prinsip prinsip hidup yang benar.

    Dengan menghakimi dengan cara yang benar berati anda sedang mengisi hidup anda dengan pengertian yang benar tentang prinsip prinsip kehidupan yang benar.

  2. Akibat maen comot ayat Alkitab tidak tertutup kemungkinan banyak orang kristen menjadi parsial bahkan keliru dalam memahami konteks yang sesungguhnya dari sebuah pesan dalam Alkitab. Itulah salah-satu dampak negatif pemberian pasal dan ayat sehingga orang suka mengutip ayat yang mendukung argumen mereka.
    Saya sependapat dengan tulisan anda di atas. Keep writing the good n inspiring stuff. Gbu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s