Fulbright Journey (part 4) September – Oktober 2010

Tes, Tes, dan Tes-

Setelah selesai memenuhi semua persyaratan dokumen makan peperangan dimulai.  Peperangan kali ini berupa sejumlah tes yang harus dihadapi. Umumnya ada dua jenis tes yaitu TOEFL dan GRE general. Namun jika kebetulan jurusan Anda mempunyai GRE yang spesifik (GRE subject) maka tes ini juga harus dilewati. Tiga tipe tes ini dipakai sebagai persyaratan untuk mendaftar di Universitas di Amerika dan AMINEF akan membiayai semua biaya tes ini (Praise the Lord! :p), bahkan jika kandidat gagal mendapatkan nilai yang bagus maka AMINEF masih memperbolehkan untuk mengambil tes ulang dan masih dibiayain (Yeey again!).

  1. Tes TOEFL

 

“Test of English as a Foreign Language (TOEFL): AMINEF will register you to take the TOEFL (internet based testing) in Jakarta tentatively in September xx, 2010. “

 

Tes TOEFL biasanya yang pertama kali harus diambil. Tipenya TOEFL iBT. Seharusnya TOEFL sudah tidak menjadi masalah lagi karena TOEFL sendiri merupakan persyaratan mutlak untuk mendaftar pada beasiswa ini namun nilai TOEFL yang tinggi wajib hukumnya jika ingin masuk ke universitas-universitas ‘raja’ di Amerika. Sebagai perbandingan batas minimum nilai TOEFL untuk mendaftar beasiswa Fulbright ‘hanya’ 80 sedangkan jika Anda ingin mendaftar di University of Washington minimal nilai TOEFL adalah 100 dengan nilai bagian speaking tidak kurang dari 26. Jadi cek requirement di Universitas yang kita bidik untuk nilai TOEFL ini. Jika meraih nilai minimum tentu kita merasa aman tapi di sisi lain akan kurang kompetitif dengan pelamar lainnya. Jadi tidak ada salahnya untuk mempersiapkannya lebih baik lagi. Apakah perlu kursus khusus? Menurut saya tidak. Selain selang waktu yang sangat mepet dari pengumuman menjadi kandidat – melengkapi semua dokumen – dan tes, menurut saya tes ini masih cukup mudah.

PS : Score 80 TOEFL iBT setara dengan 550 di Paper based Test. Score 100 TOEFLiBT setara dengan 600 di Paper based test.

Jika nilai TOEFL kandidat kurang dari 80, AMINEF akan mengatur untuk mengambil tes TOEFL ulang. Tapi usahakan jangan sampai mengambil ulang karena tes lainnya (baca : GRE) menurut saya butuh perhatian lebih. Berapa lama waktu persiapan yang disediakan untuk tes TOEFL ini? Untuk saya sekitar 2 minggu. Lebih dari cukup untuk belajar selama week-end dan mereview.

2. GRE General / GMAT

“Graduate Record Examination (GRE)—General Test:  In addition, you will also be taking the GRE in Jakarta, before or soon after the TOEFL test.

Minimum scores vary by institution.  The verbal subscore plays a crucial role in admission decisions, though the quantitative and analytical writing scores should in no way be discounted as there are frequently minimum requirements for admission set by the graduate school, which would have precedence over any departmental requirement.”

Setelah bahagia melewati tes TOEFL dengan flying score, monster satu ini akan jauh lebih ganas. Apa itu GRE? GRE adalah semacam standardized test bagi mahasiswa yang mau belajar di Amerika untuk level Master/Doctor (kalau untuk  level undergraduate nama tesnya SAT). Untuk mahasiswa yang belajar bisnis/ekonomi namanya GMAT. Ada tiga bagian dalam tes ini yaitu writing test, quantitative test, dan verbal test.

Writing test

Agak mirip dengan writing section TOEFL test, yang beda adalah standar penilaiannya. Untuk mendapatkan nilai tinggi perlu kata-kata yang ‘sophisticate’ dan reasoning yang kuat. Nilainya mulai dari 0 – 8

   Quantitative test

Bagian ini lebih seperti soal matematika untuk tingkat sma hanya dengan bahasa Inggris.Untuk anak jurusan teknik/mipa tidak menjadi masalah seharusnya. Hanya perlu mengetahu term-term matematika dalam bahasa Inggris dan sedikit review mengenai formula-formula nya. Nilai total jika bisa menjawab benar semua soal : 800.

  Verbal test

Menurut saya ini bagian paling ‘doomed’ di GRE. Bagian ini penuh vocabulary dari Planet Namex. Apalagi untuk orang Indonesia yang tidak berbahasa Ibu bahasa Inggris pasti kewalahan. Nilai total jika bisa menjawab benar semua soal : 800. Tapi untuk orang Indonesia jika bisa mencapai nilai di kisaran 600 menurut saya sudah cukup dewa *worship*. Hehehehe

Kombinasi soal-soal dari Planet Namex dan waktu persiapan yang sedikit membuat bagian ini menjadi momok bagi para kandidat. Hampir sebagian besar kandidat harus mengambil lebih dari satu kali tes. Standar lolos yang disarankan oleh AMINEF adalah 1000 untuk kombinasi Quantitative dan Verbal. Tapi itu untuk minimum. Menurut saya untuk mendaftar di “Good University” score 1200 akan cukup kompetitif, dan untuk “Dream University” score 1400 akan sempurna. Is it possible to get 1400? Not for me. Hehehe. Saya cukup beruntung waktu itu dengan sekali tes bisa mendapat score yang cukup   kompetitif untuk “Good University” tapi lebih dikarenakan ditolong karena saya suka Matematika. Sehingga bagian Quantitative bisa mengatrol bagian Verbal yang jeblok (super).

Rentang waktu dari TOEFL ke tes GRE ada sekitar 2 minggu. Waktu yang sangat singkat untuk menghafalkan kata-kata planet Namex itu (vitriol, impetus, nefarious, semblance, spurious, etc). Dalam sehari saya berusaha menghafalkan 60 kata dengan harapan dalam 2 minggu sudah berhasil  dapat 840 kata namun tetap saja jeblok juga karena dengan system menghafal kurang efektif juga. Konon katanya orang India/China daratan menghabiskan waktu sampai satu tahun hanya untuk mempersiapkan tes ini. Tidak kaget kalau nilai mereka bisa seperti “buto-ijo” dan nilai orang Indonesia hanya sekecil “kacang-ijo” (alesan.com :p). Saran saya segera lakukan persiapan tes GRE begitu jadwal tes TOEFL baru keluar. Jadi bisa ada waktu satu bulan persiapan tepat setelah selesai melengkapi semua dokumen. Di internet ada banyak sekali resources untuk belajar test ini. Ada saran juga untuk menggunakan flash card untuk mempermudah mempelajari vocabulary Planet Namex itu. Berita buruknya, rekor teman sesama Fulbright untuk angkatan saya kalau tidak salah 580 di Verbal Section. Sedangkan berita baiknya, untuk bagian Quantitative nilai 700 ke atas banyak koq yang berhasil mendaparkannya. Heheheh

PS : Kalau Anda cukup PD bakal bisa menjadi kandidat, tidak ada salahnya untuk belajar GRE sejak dari awal pengiriman dokumen untuk tahap saringan I. Ga ada salahnya belajar 5 kata setiap hari. Hehehhe. *sambil-ikat-kain-di kepala-mulai –ngapalin : Aplomb, guise, ersatz, recede,  vitriol..”

3.   GRE subject

Untuk jurusan tertentu ada GRE subject yang harus diambil. Ada 8 jurusan yaitu : Biochemistry, Cell and Molecular Biology, Biology, Chemistry, Computer Science, Literature in English, Mathematics, Physics, Psychology. Jadi selamat berpesta jika jurusan Anda bukan merupakan salah satu dari jurusan-jurusan di atas. Soal-soal GRE Subject Test spesifik sesuai dengan background Undergraduate  kita. Intinya kita dites bahan kuliah selama 4 tahun. (another monster!) Berita bagusnya tidak semua universitas meminta nilai tes ini terutama untuk tahapan Master. Berita buruknya, soal-soalnya cukup susah apalagi kalau sudah bekerja beberapa tahun setelah lulus kuliah.

Resource untuk persiapan test ini juga sangat sedikit berbeda dengan GRE dan TOEFL dimana buku-buku persiapannya bisa dibeli di Gramedia. Apes-apesnya masih bisa dicari di Singapore. Sedangkan untuk GRE subject saya harus titip saudara saya yang sedang pergi liburan ke USA dan beli bukunya disana.

Kita bisa lihat di requirement admission di universitas-universitas yang akan kita daftar apa mereka meminta score HRE subject atau tidak. Jika tidak biasanya IIE hanya akan melampirkan nilai score kita jika nilai score kita baik. Tahu realita itu, saya jadi malas-malasan belajar nya padahal rentang waktu antara GRE general ke GRE subject biasanya cukup lama yaitu sekitar satu bulan. GRE subject ini hanya diadakan satu tahun tiga kali sehingga tidak memungkinkan untuk mengulangnya.

Kesimpulannya tiga test ini harus dilalui dalam waktu satu-dua bulan. Bisa lebih lama lagi jika harus mengulang untuk kesekian-kalinya. Ambang batas score yang diminta AMINEF adalah 80 untuk TOEFL dan 1000 untuk GRE general. Jika sampai tahap ini saran saya cukup satu : siapkan-kopi-satu-gentong-untuk-diminum-tiap-hari ! Ganbatte!!! :p

PS : o ya dalam tahap ini kita juga diminta untuk melakukan korespondensi dengan para dosen di kampus-kampus yang kita tertarik untuk belajar di sana. Di kampus-kampus dimana ada dosen yang memberi lampu hijau untuk kita melakukan riset bersamanya, di kampus-kampus itulah biasanya IIE akan mendaftarkan kita nantinya.

“If you haven’t done so, please send us copies of your correspondence with professors at universities in the U.S., particularly the ones indicating their interest in becoming your research adviser”

-bersambung-

4 thoughts on “Fulbright Journey (part 4) September – Oktober 2010

  1. Mas Yoel, kebetulan sy sempat download soal2 GRE ETS yang paper based, terlepas dari lamaran sy diterima atau tidak sy mau belajar seperti saran mas. dari info yg sempat saya baca GRE itu ada yg paper based n computer based. Test yang diminta itu jenis yg mana? paper based atau computer based karena dari review beberapa orang yang pernah ikut test ini katanya ada perbedaan antara GRE paper based dan computer based..

  2. It is definitely an awesome and also helpful item of information and facts. I will be satisfied that you just contributed this helpful facts here. Be sure to stay us informed this way. Many thanks revealing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s